Kesehatan Tubuh
Distensi Perut: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Distensi perut adalah pembengkakan yang tidak normal pada perut sehingga membuatnya menonjol ke luar. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman, namun bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup dan pola makan. Untuk memahami distensi perut dengan lebih baik, mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Distensi Perut?
Distensi perut (distensi abdomen) adalah kondisi perut yang membesar dan sering kali diiringi dengan perasaan kembung akibat gas atau konten pencernaan yang terperangkap. Akan tetapi, distensi perut tidak selalu disebabkan oleh gangguan pencernaan, melainkan ada beberapa faktor lain. Kondisi ini dapat membuat perut terlihat lebih besar dari biasanya.
Distensi perut bisa menjadi akut atau kronis dan dapat terjadi berulang-ulang. Rasa kembung biasanya berkaitan dengan masalah pencernaan. Kondisi ini membuat perut buncit sehingga menyebabkan ketidaknyamanan yang diikuti dengan nyeri perut, sendawa, dan buang angin lebih sering dari biasanya.
Namun, distensi perut berbeda dengan kembung. Perut seseorang yang merasa kembung tidak selalu lebih besar meskipun terasa buncit. Apabila terjadi distensi perut, perut akan terlihat membengkak secara jelas dan terjadi peningkatan ukuran lingkar perut.
Penyebab Distensi Perut
Distensi perut bisa disebabkan oleh faktor organik dan fungsional. Masalah organik biasanya ditemukan penyakit atau kondisi kesehatan yang mendasarinya. Sementara itu, faktor fungsional bisa diamati namun tidak bisa dijelaskan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab distensi perut organik:
-
Kehamilan.
-
Berat badan yang naik secara signifikan sehingga menyebabkan penyimpanan lemak intra-abdomen menghambat pencernaan.
-
Penyumbatan pada usus kecil atau usus besar karena penumpukan gas atau kotoran.
-
Menstruasi yang menyebabkan retensi air.
-
Melemahnya otot lambung (gastroparesis).
-
Peradangan pada lapisan perut (peritonitis).
-
Penumpukan cairan berlebih di dalam rongga perut akibat penyakit hati (asites).
-
Pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (SIBO).
-
Exocrine Pancreatic Insufficiency (EPI).
-
Inflammatory Bowel Disease (IBD).
-
Pendarahan internal.
Di samping faktor organik, distensi perut juga disebabkan oleh faktor fungsional yang melibatkan produksi gas berlebih dan penumpukan isi pencernaan, seperti:
-
Gangguan pencernaan fungsional.
-
Intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa.
-
Irritable Bowel Syndrome (IBS).
-
Sembelit yang menyebabkan penumpukan isi pencernaan dan feses.
-
Retensi urine yang menyebabkan penumpukan urine.
-
Melemahnya otot perut yang membuat usus melorot ke bawah (enteroptosis).
-
Gangguan kontraksi otot yang bekerja untuk mencerna makanan (obstruksi semu usus) yang membuat isi pencernaan tidak bisa tercerna dan tertahan.
-
Pertumbuhan jaringan abnormal yang menyebabkan tumbuhnya kista atau tumor.
Cara Mengatasi Distensi Perut
Dokter akan mendiagnosis distensi perut dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk menanyakan gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita. Setelah itu, dokter akan memeriksa perut untuk mengetahui di mana area yang menonjol ke luar atau membesar. Dengan begitu, dokter bisa menentukan organ mana yang terdampak dan mempersempit kemungkinan penyebabnya.
Apabila faktor penyebabnya organik, maka dibutuhkan perawatan yang spesifik, seperti penanganan penyakit, infeksi, obstruksi, atau cedera. Pada kondisi akut, perawatan langsung dilakukan pada kondisi yang mendasarinya. Sementara itu, kasus distensi perut yang kronis dapat diobati dengan diuretik, obat pencahar, atau kapsul arang aktif (activated charcoal).
Distensi perut yang disebabkan oleh faktor fungsional dan tidak diketahui penyebabnya memerlukan beberapa kali tes lanjutan untuk menentukan langkah perawatan yang tepat. Dokter mungkin akan merekomendasikan tes napas urea untuk menentukan penyebab produksi gas berlebihan di usus.
Selain itu, dokter juga bisa menyarankan perubahan pola makan dan mengonsumsi suplemen probiotik untuk meningkatkan pencernaan. Apabila kelemahan otot dicurigai sebagai penyebab distensi perut, dokter bisa menyarankan latihan perut atau dasar panggul untuk mengatasinya.
Perlu dicatat bahwa distensi perut bisa diobati dengan menangani faktor penyebabnya. Namun, faktor penyebab yang disebutkan di atas mungkin mengindikasikan kondisi medis lainnya. Apabila Anda mengalami pembengkakan perut, sensitif pada area perut, demam, diare, dan kesulitan makan atau minum, konsultasikan kondisi Anda ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan pengobatan secara tepat.
Setiap pasien akan melalui tahapan diagnosis dan penanganan yang ditentukan oleh dokter dan disesuaikan dengan kondisinya. Selain itu, dokter juga menentukan prosedur pemeriksaan dan perawatan sesuai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga tahapan prosedurnya pun bisa berbeda-beda.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dengan lebih mudah melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk membantu memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Health. What Causes Abdominal Distension—and How Can You Treat It?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Abdominal Distension (Distended Abdomen). Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






