Limfadenitis Mesenterika - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Limfadenitis Mesenterika - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

20 Mei 2025 3 menit waktu baca
limfadenitis mesenterika

Limfadenitis mesenterika adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan dan pembesaran kelenjar getah bening di area perut. Kondisi ini dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja di bawah 15 tahun. Lantas, apa penyebab limfadenitis mesenterika dan bagaimana cara mengobatinya? Mari ketahui informasi selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Limfadenitis Mesenterika?

 

Limfadenitis mesenterika (mesenteric lymphadenitis), atau dikenal juga sebagai adenitis mesenterika, adalah kondisi ketika kelenjar getah bening di mesenterika mengalami peradangan. Sebagai informasi, mesenterika adalah jaringan yang menghubungkan usus dengan dinding perut.

 

Penyebab Limfadenitis Mesenterika

 

Salah satu penyebab mesenteric lymphadenitis adalah infeksi. Adapun beberapa jenis infeksi yang dapat menyebabkan kondisi ini cukup bervariatif, mulai dari gastroenteritis hingga HIV/AIDS. Berikut uraian selengkapnya. 

 

  • Gastroenteritis.

  • Infeksi bakteri karena mengonsumsi daging yang belum matang, seperti Yersinia enterocolitica.

  • Tuberkulosis.

  • Infeksi virus yang berhubungan dengan HIV/AIDS.

 

Di sisi lain, peradangan pada kelenjar getah bening di area perut juga bisa terjadi akibat kondisi lain, seperti:

 

 

Gejala Limfadenitis Mesenterika

 

Limfadenitis mesenterika dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Sering kali gejalanya mirip dengan intususepsi, bedanya, limfadenitis mesenterika bisa sembuh sendiri, namun intususepsi membutuhkan tindakan pembedahan. Di samping itu, gejala kondisi ini juga bisa menyerupai radang usus buntu. Adapun beberapa gejala umum adenitis mesenterika, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Sakit perut (dapat terjadi di bagian perut mana saja, namun umumnya di perut kanan bawah).

  • Nyeri tekan di area perut.

  • Mual dan muntah.

  • Diare.

  • Demam.

 

Diagnosis Limfadenitis Mesenterika

 

Dalam menegakkan diagnosis limfadenitis mesenterika, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) guna mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan untuk mengetahui kondisi perut secara keseluruhan, termasuk pemeriksaan nyeri tekan.

 

Lalu, beberapa pemeriksaan penunjang yang mungkin digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis limfadenitis mesenterika, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Tes darah tertentu, untuk mendeteksi keberadaan infeksi dan jenis patogen yang menginfeksi tubuh pasien.

  • Tes pencitraan, seperti USG atau CT scan abdomen.

 

Pengobatan Limfadenitis Mesenterika

 

Pada kasus yang tergolong ringan, limfadenitis mesenterika dapat membaik dengan sendirinya dalam 1–4 minggu. Namun, untuk membantu meredakan nyeri dan demam, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan sesuai gejala. Jika diperlukan, dokter juga dapat memberikan obat antibiotik untuk menangani limfadenitis mesenterika yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

 

Di samping itu, guna mempercepat proses pemulihan, pasien akan disarankan untuk melakukan beberapa perawatan mandiri berikut ini:

 

  • Istirahat yang cukup.

  • Memperbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi tubuh, terutama setelah mengalami diare dan muntah.

  • Mengonsumsi makanan cair dengan porsi kecil, misalnya sup atau kaldu.

  • Meletakkan kompres hangat di area perut untuk membantu meredakan nyeri.

 

Pencegahan Limfadenitis Mesenterika

 

Pencegahan mesenteric lymphadenitis dapat dilakukan dengan menghindari kondisi yang dapat menyebabkan tubuh terinfeksi patogen. Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya mesenteric lymphadenitis adalah:

 

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum memasak, sebelum dan sesudah makan, serta setelah dari toilet.

  • Memasak daging yang akan dikonsumsi hingga matang sempurna.

  • Memastikan alat masak dan dapur selalu dalam keadaan bersih sebelum memasak.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi limfadenitis mesenterika. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi limfadenitis mesenterika dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail