Mengenal Long QT Syndrome, Jenis Aritmia yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Mengenal Long QT Syndrome, Jenis Aritmia yang Perlu Diwaspadai

15 Agustus 2025 6 menit waktu baca
long QT syndrome adalah

 

Long QT syndrome adalah salah satu jenis gangguan irama jantung akibat adanya masalah pada sistem kelistrikan jantung. Kondisi ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dengan menampilkan gelombang QT abnormal. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai apa itu long QT syndrome melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Long QT Syndrome (LQTS)?

 

Long QT syndrome adalah jenis gangguan irama jantung (aritmia) akibat masalah pada sistem listrik yang mengendalikan detak jantung. Istilah “Long QT” sendiri merujuk pada masalah irama jantung yang terdeteksi melalui hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan ini melihat gelombang listrik jantung, yang terdiri dari lima gelombang utama: P, Q, R, S, dan T. Interval QT mengukur aktivitas listrik dari awal gelombang Q hingga akhir gelombang T.

 

Terdapat perbedaan durasi pada interval QT antara penderita long QT syndrome (LQTS) dan orang dengan jantung normal. Pada umumnya, durasi interval QT berada dalam kisaran 400–440 milisekon. Namun, pada penderita LQTS, interval QT lebih panjang dari durasi normal.

 

Interval QT yang terlalu panjang dapat memengaruhi detak jantung. Ketika interval QT berlangsung lebih lama dari seharusnya, hal ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung. Dalam beberapa kondisi, jantung dapat berdetak lebih cepat dan tidak terkendali. Meskipun sebagian penderita LQTS tidak mengalami gangguan irama jantung yang berbahaya, penting untuk tetap mewaspadainya karena kondisi ini dapat berakibat fatal.

 

Penyebab Long QT Syndrome

 

Berdasarkan penyebab yang mendasarinya, long QT syndrome dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu congenital long QT syndrome dan acquired long QT syndrome. Berikut penjelasan selengkapnya:

 

  1. Congenital long QT syndrome, yaitu jenis long QT syndrome yang dialami sejak lahir. Kondisi ini disebabkan oleh genetik yang mungkin merupakan gen warisan dari keluarga. Berikut dua kondisi yang dapat memicu congenital long QT syndrome:

    • Romano-Ward syndrome: Jenis LQTS yang diturunkan hanya dari salah satu orang tua yang mengalami mutasi genetik. Ini disebut pola pewarisan autosom dominan. Ini adalah jenis long QT syndrome yang lebih umum ditemukan.

    • Jervell and Lange-Nielsen syndrome: Jenis LQTS yang diturunkan dari kedua orang tua yang mengalami mutasi genetik. Ini disebut pola pewarisan autosom resesif. Kondisi ini tergolong langka dan gejalanya sering ditemukan sejak masa kanak-kanak. Selain LQTS, anak dengan kondisi ini juga mengalami gangguan pendengaran (tuli).

  2. Acquired long QT syndrome, yaitu jenis LQTS yang disebabkan oleh kondisi medis atau efek samping obat-obatan tertentu. Adapun beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya acquired long QT syndrome adalah:

    • Beberapa kondisi kesehatan, seperti:

      • Hipotiroidisme.

      • Hipotermia.

      • Diare dan muntah akut yang menyebabkan kadar kalium, magnesium, atau kalsium dalam darah rendah.

      • Stroke atau perdarahan otak.

      • Tumor pada kelenjar adrenal (pheochromocytoma). 

    • Obat-obatan tertentu, termasuk beberapa jenis dari golongan obat berikut:

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya long QT syndrome adalah:

 

  • Memiliki riwayat henti jantung.

  • Memiliki keluarga kandung dengan riwayat long QT syndrome.

  • Menderita gangguan makan, seperti anoreksia nervosa yang bisa mengganggu keseimbangan kadar elektrolit di dalam tubuh.

 

Gejala Long QT Syndrome

 

Beberapa kasus long QT syndrome mungkin tidak menimbulkan gejala tertentu. Jika tanpa gejala, penderita LQTS mungkin baru menyadari kondisi mereka ketika melakukan tes elektrokardiogram untuk alasan kesehatan lainnya. Namun, jika kondisinya sudah memburuk, long QT syndrome dapat membuat seseorang mengalami pingsan. Sebelum pingsan, beberapa gejala yang dapat dialami oleh penderita long QT syndrome adalah:

 

  • Palpitasi (jantung berdebar).

  • Penglihatan kabur.

  • Pusing.

  • Kelemahan.

 

Umumnya, seseorang dengan LQTS mengalami gejala ketika memasuki usia 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan gejala kondisi ini muncul pada bayi dan anak-anak, terutama pada kasus congenital long QT syndrome. Bayi yang mengidap LQTS kemungkinan mengalami gejala pada beberapa minggu hingga beberapa bulan pertama kehidupannya.

 

Diagnosis Long QT Syndrome

 

Untuk mendiagnosis long QT syndrome, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien maupun keluarga. Lalu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis long QT syndrome, seperti:

 

  • Elektrokardiogram (EKG), untuk memeriksa aktivitas listrik jantung.

  • Stress test, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan menempelkan elektroda di bagian dada, kaki, dan lengan pasien, kemudian mengarahkan pasien untuk berjalan di treadmill atau sepeda statis. Dengan begitu, dokter dapat melihat dan memonitor kerja jantung saat pasien sedang beraktivitas.

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar elektrolit dan hormon tiroid dalam darah.

  • Tes genetik, untuk mengidentifikasi kelainan pada gen yang menyebabkan long QT syndrome.

 

Pengobatan Long QT Syndrome

 

Apabila long QT syndrome disebabkan oleh obat-obatan tertentu, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengganti obat yang dicurigai sebagai penyebabnya. Setelah itu, dokter akan mengevaluasi kembali kondisi kelistrikan jantung pasien.

 

Selain itu, mengendalikan kondisi yang memicu long QT interval juga penting dilakukan. Misalnya, pada penderita diare, mengembalikan kadar elektrolit ke tingkat normal dapat membantu memperbaiki kelistrikan jantung dan mencegah gangguan lebih lanjut.

 

Namun, jika penyebabnya adalah faktor genetik atau jika langkah-langkah yang telah dilakukan tidak berhasil, maka penanganan yang diberikan mungkin belum bisa menyembuhkan kelainan tersebut dan tidak dapat mengembalikan interval QT ke kondisi normal.

 

Adapun tujuan utama pengobatan long QT syndrome adalah untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Dalam hal ini, beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi: 

 

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti:

    • Beta-blocker, untuk membantu memperlambat detak jantung.

    • Mexiletine, untuk membantu memperpendek interval QT.

    • Jika kadar elektrolit dalam darah pasien rendah, dokter akan memberikan terapi magnesium atau kalium melalui pembuluh darah. 

  • Pemasangan alat pacu jantung atau implantable cardioverter defibrillator (ICD) untuk membantu mengendalikan irama jantung.

  • Left cardiac sympathetic denervation (LCSD) surgery, yaitu prosedur pembedahan yang dilakukan dengan mengangkat saraf simpatis tertentu untuk mengatur detak jantung. Meskipun tidak membuat interval QT menjadi normal, tindakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko henti jantung mendadak.

 

Komplikasi Long QT Syndrome

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, long QT syndrome berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi. Beberapa risiko komplikasi tersebut di antaranya sebagai berikut:

 

  • Torsades de pointes, yaitu kondisi ketika ventrikel (bilik) jantung berdetak kencang dan tidak beraturan.

  • Fibrilasi ventrikel, yaitu kondisi ketika ventrikel jantung berdetak sangat cepat yang bisa mengakibatkan jantung berhenti memompa darah. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak.

  • Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest).

 

Perlu dipahami, informasi yang disebutkan di atas bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran pengobatan dari dokter. Gejala-gejala yang dijelaskan pun tidak secara spesifik mewakili long QT syndrome sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi pada kondisi medis lainnya.

 

Maka dari itu, jika mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan fungsi jantung, seperti jantung berdebar, nyeri pada dada, dan timbul rasa lelah berlebih, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar bisa memperoleh diagnosis yang akurat serta pengobatan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan di masing-masing rumah sakit mungkin akan berbeda mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur yang dilakukan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Jika disarankan oleh dokter, Anda bisa memesan paket Skrining Jantung yang bisa dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Selain memesan paket kesehatan, Anda pun dapat memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan lainnya, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Heart, Lung, and Blood Institute. Long QT syndrome. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Long QT syndrome. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Long QT syndrome. Diakses pada 2024 | NHS. Long QT syndrome. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail