Pola Hidup Sehat
Persentase Lemak Tubuh yang Normal untuk Jaga Kesehatan

Table of Contents
Lemak adalah senyawa organik yang termasuk salah satu jaringan penyusun tubuh. Pada dasarnya, lemak memiliki peran penting dalam proses metabolisme tubuh, salah satunya sebagai cadangan energi. Namun, perlu diingat bahwa kadar lemak di dalam tubuh juga perlu dijaga agar tidak kekurangan maupun kelebihan. Sebetulnya, berapa persentase lemak tubuh yang normal dan bagaimana cara mengukurnya? Mari simak informasinya pada artikel ini.
Apa itu Lemak Tubuh?
Lemak adalah senyawa organik yang termasuk dalam golongan lipid. Secara umum, senyawa ini juga berfungsi sebagai jaringan penyusun tubuh manusia. Body fat atau lemak tubuh pada dasarnya turut menyumbang nilai dalam berat badan seseorang, di samping otot, tulang, organ, dan jaringan lainnya.
Terdapat dua jenis lemak yang ada di dalam tubuh manusia, di antaranya adalah lemak esensial dan lemak nonesensial. Lemak esensial adalah lemak yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh, namun dapat diperoleh dari makanan.
Lemak ini umumnya diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan fungsinya, termasuk menjaga suhu tubuh, menyerap vitamin, menjaga kesehatan kulit dan rambut, hingga menopang organ dan jaringan di dalam tubuh. Di sisi lain, lemak nonesensial adalah jenis lemak yang bisa diproduksi sendiri atau disintesis oleh tubuh dengan mengubah asam amino dalam makanan yang dikonsumsi seseorang.
Persentase Lemak Tubuh yang Normal
Pada dasarnya, persentase lemak tubuh yang normal pada setiap individu bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis kelamin, usia, serta frekuensi aktivitas fisik yang biasa dilakukan. Namun, secara umum, kadar lemak tubuh yang normal menurut The American Council on Exercise adalah sebagai berikut:
Persentase lemak tubuh yang normal pada pria:
-
Atlet: 6–13%.
-
Orang yang bugar atau rajin olahraga: 14–17%.
-
Persentase lemak tubuh yang masih bisa diterima: 18–24%.
Persentase lemak tubuh yang normal pada wanita:
-
Atlet: 14–20%.
-
Orang yang bugar atau rajin olahraga: 21–24%.
-
Persentase lemak tubuh yang masih bisa diterima: 25–31%.
Sementara itu, jika persentase lemak tubuh di atas 25% pada pria atau 32% bagi wanita, hal tersebut berarti bahwa kadar lemak tubuhnya berada di atas normal dan bisa dikategorikan sebagai obesitas.
Sebagai informasi, kadar lemak tubuh ideal pada wanita cenderung lebih tinggi dibandingkan pria karena adanya hormon estrogen yang bisa memicu terjadinya penumpukan lemak di bawah kulit (lemak subkutan). Di sisi lain, pria memiliki hormon testosteron yang bisa memicu pertambahan massa otot, sehingga membuat kadar lemak tubuhnya cenderung lebih sedikit.
Pentingnya Menjaga Persentase Lemak Tubuh yang Normal
Penting bagi setiap individu untuk menjaga kadar lemak tubuh yang ideal sebaik mungkin. Pasalnya, jika kadar lemak tubuh berada di bawah batas normal, hal tersebut berisiko menyebabkan terjadinya gangguan hormonal, infertilitas, hingga gangguan siklus menstruasi pada wanita. Di sisi lain, kadar lemak tubuh yang melebihi batas normal bisa memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti:
-
Nyeri sendi.
-
Kolesterol tinggi.
-
Trigliserida tinggi.
-
Stroke.
-
Beberapa jenis kanker tertentu.
-
Gangguan fungsi reproduksi.
-
Mudah mengalami depresi.
-
Mudah mengalami penyakit tulang dan sendi, seperti osteoarthritis dan nyeri punggung.
-
Batu empedu.
-
Dan lain-lain.
Cara Mengukur Kadar Lemak Tubuh
Di samping indeks massa tubuh, setiap individu dianjurkan untuk mengukur persentase lemak tubuh guna memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan langkah awal dalam menjaga kesehatan dengan mengetahui status gizi dan menentukan berat badan ideal berdasarkan pada perbandingan berat dan tinggi badan. Namun, hasil penghitungan IMT tidak dapat memberikan gambaran persentase lemak, otot, serta tulang dalam tubuh.
Seseorang yang bertubuh kecil dan memiliki IMT rendah belum tentu memiliki kadar lemak tubuh normal, dan begitu pula sebaliknya. Di sisi lain, otot diketahui memiliki massa yang lebih berat dibandingkan lemak. Hal ini kerap membuat beberapa atlet atau orang yang rutin berolahraga dan memiliki massa otot lebih banyak bisa disalahartikan mengalami obesitas jika hanya dilihat berdasarkan angka IMT.
Secara umum, terdapat dua metode yang kerap digunakan untuk mengukur persentase lemak tubuh, yaitu bioelectrical impedance analysis (BIA) dan skinfold method. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Bioelectrical Impedance Analysis (BIA)
Cara mengukur persentase lemak tubuh yang pertama adalah menggunakan metode bioelectrical impedance analysis. Metode ini memanfaatkan energi listrik dengan tegangan rendah untuk memeriksa kadar lemak di dalam tubuh secara keseluruhan.
Sebagai informasi, lemak merupakan salah satu penghantar listrik yang rendah serta bisa menghalangi arus listrik lebih banyak dibandingkan otot. Karena itu, semakin banyak aliran listrik yang terhambat dalam metode BIA, semakin tinggi pula kadar lemak yang ada di dalam tubuh seseorang.
2. Skinfold Method
Cara mengukur kadar lemak tubuh berikutnya adalah menggunakan skinfold method. Melalui metode ini, dokter akan mengukur ketebalan lipatan kulit pasien menggunakan alat bernama caliper yang dijepit pada beberapa bagian tubuh. Adapun beberapa bagian lipatan tubuh yang kerap diukur dalam metode ini adalah dada, punggung dekat tulang belikat, perut, lengan, dan paha.
Pada intinya, mengenali persentase lemak tubuh bisa membantu seseorang dalam menentukan pola hidup yang tepat untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Apabila Anda ingin melakukan pemeriksaan kadar lemak tubuh, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Umum dari Siloam Hospitals terlebih dahulu.
Siloam Hospitals juga memiliki paket medical check up DXA / DEXA Scan Seluruh Tubuh. Paket pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mengukur komposisi tubuh, seperti lemak tubuh dan massa otot. Selain itu, tes ini juga dapat membantu mendeteksi osteoporosis, mengukur risiko patah tulang, serta memantau efektivitas terapi osteoporosis. Anda bisa memesan paket ini secara online melalui aplikasi MySiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
TERPOPULER
Paket DXA / DEXA Scan Seluruh Tubuh
2 Service/Item
Rp1.250.000
TERPOPULER
Total Cholesterol / Kolesterol Total
Darah, Kolesterol
1 Service/Item
Rp63.900
TERPOPULER
LDL-Cholesterol Direct / Kolesterol LDL
Darah, Kolesterol
1 Service/Item
Rp112.500
TERPOPULER
HDL- Cholesterol Direct / Kolesterol HDL
Darah, Kolesterol
1 Service/Item
Rp72.900
TERPOPULER
Paket Cek Kolesterol
Darah, Gula/ Diabetes, Kolesterol
4 Service/Item
Rp319.500







