Kesehatan Tubuh
Short QT Syndrome Bisa Picu Kematian Mendadak, Waspadai Gejalanya!

Table of Contents
Short QT syndrome adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi jantung. Kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa memicu terjadinya aritmia (gangguan irama jantung) yang mengancam nyawa. Mari pahami lebih lanjut tentang penyebab, gejala, hingga pengobatan short QT syndrome selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Itu Short QT Syndrome (SQTS)?
Short QT syndrome adalah kelainan genetik langka yang ditandai dengan interval atau jarak waktu ketika jantung berkontraksi, berelaksasi, dan berkontraksi kembali cenderung terlalu pendek dan tidak teratur. Short QT syndrome merupakan kebalikan dari long QT syndrome, yang mana kondisi ini ditandai dengan interval QT yang lebih panjang dan tidak teratur berdasarkan hasil pemeriksaan EKG.
Short QT syndrome dapat membuat penderitanya kerap mengalami gejala berupa pusing hingga pingsan. Bahkan, apabila tidak segera ditangani dengan tepat, SQTS juga dapat memicu aritmia (gangguan irama jantung), henti jantung (cardiac arrest), hingga kematian mendadak.
Penyebab Short QT Syndrome
Penyebab utama short QT syndrome adalah mutasi atau perubahan genetik, terutama pada gen KCNH2, KCNJ2, serta KCNQ1. Ketiga gen tersebut berfungsi memberikan instruksi kepada tubuh untuk membuat saluran yang mengangkut ion atau atom kalium bermuatan positif agar keluar dari sel. Pada otot jantung, ion kalium memiliki peran penting dalam menjaga ritme jantung yang normal.
Pada SQTS, terdapat disfungsi pada ion channel (kanal ion) jantung sehingga fungsi repolarisasi dan depolarisasinya terganggu. Akibatnya, otot jantung menggunakan waktu lebih sedikit dari biasanya untuk mengisi ulang tenaga di antara detak jantung. Hal inilah yang menyebabkan gangguan irama jantung.
Kondisi ini umumnya diturunkan secara genetik kepada seseorang yang memiliki salah satu orang tua kandung dengan riwayat SQTS. SQTS merupakan kondisi yang tergolong sangat langka. Selain itu, seseorang mungkin saja mengalami perubahan (mutasi) gen tanpa alasan yang diketahui secara pasti.
Gejala Short QT Syndrome
Sebagian besar penderita short QT syndrome memiliki atrial fibrilasi, yaitu jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang ditandai dengan denyut jantung sangat cepat serta tidak beraturan. Sementara itu, beberapa gejala atau tanda lainnya dari short QT syndrome adalah sebagai berikut:
-
Pusing.
-
Sinkop atau pingsan.
Dalam beberapa kasus, tanda atau gejala awal dari short QT syndrome bisa langsung berupa masalah serius, seperti serangan jantung atau bahkan henti jantung mendadak. Kondisi ini dapat dipicu oleh fibrilasi ventrikel atau ventrikel takikardi, yaitu dua jenis gangguan irama jantung yang memengaruhi ruang bawah jantung (ventrikel jantung).
Diagnosis Short QT Syndrome
Dalam menegakkan diagnosis short QT syndrome, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien dan keluarga. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mendengarkan suara jantung menggunakan stetoskop untuk memeriksa bagaimana ritme jantung pasien.
Kemudian, salah satu pemeriksaan yang paling penting dilakukan untuk menegakkan diagnosis short QT syndrome adalah elektrokardiogram. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat melihat dan mengevaluasi panjang interval QT. Dokter biasanya dapat mengonfirmasi diagnosis SQTS jika hasil elektrokardiogram menunjukkan interval QT kurang dari 0,34 detik (normalnya 0.35–0.45 detik).
Selain itu, diagnosis SQTS juga dapat dipertimbangkan pada pasien yang memiliki interval QT antara 0,34–0,36 detik dan disertai dengan gejala SQTS lainnya, seperti palpitasi jantung, sering pingsan, dan lain-lain. Di sisi lain jika memungkinkan, tes genetik juga bisa dilakukan untuk memeriksa keberadaan gen yang bermutasi dan menyebabkan terjadinya SQTS.
Pengobatan Short QT Syndrome
Apabila diagnosis short QT syndrome telah ditegakkan, dokter dapat segera menangani pasien melalui beberapa tindakan medis berikut ini:
-
Pemasangan implantable cardioverter defibrillator (ICD), yaitu alat medis yang dapat memberikan kejutan listrik (electric shock) ke jantung ketika jantung tidak berdetak secara teratur.
-
Penggunaan obat-obatan tertentu, terutama obat antiaritmia, seperti quinidine, flecainide, ibutilide, propafenone, atau amiodarone, untuk membantu mengembalikan irama normal jantung. Selain itu, dokter mungkin juga dapat meresepkan obat-obatan beta-blocker, seperti metoprolol atau carvedilol.
Perlu diketahui bahwa informasi yang dijelaskan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis ataupun saran perawatan dari dokter. Gejala-gejala yang disebutkan pun tidak bisa dijadikan sebagai diagnosis SQTS karena kondisi medis lainnya juga bisa menimbulkan gejala serupa.
Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan short QT syndrome, terutama yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa atau mengalami gejala yang mungkin berkaitan dengan gangguan jantung, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat.
Perlu diketahui bahwa setiap tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien terkait dengan kondisinya bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tindakan medis, termasuk pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi kesehatan spesifik pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Jantung yang bisa membantu pasien untuk mendeteksi dini berbagai jenis penyakit jantung, tidak terkecuali dengan short QT syndrome. Anda dapat memesan paket ini melalui aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis di smartphone.
Sumber
Medline Plus. Short QT Syndrome. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Short Q-T Syndrome (SQTS). Diakses pada 2024 | National Organization for Rare Disorders. Short QT Syndrome. Diakses pada 2024 | MSD Manuals. Short QT Interval Syndromes. Diakses pada 2025 | National Organization of Rare Disorders. Short QT Syndrome. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






