Stroke Mata - Jenis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Stroke Mata - Jenis, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

04 April 2025 5 menit waktu baca
stroke mata

 

Eye stroke, atau stroke mata adalah gangguan penglihatan yang terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah yang mengalirkan darah ke retina. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa munculnya floaters (bayangan atau bintik hitam) pada mata, penglihatan kabur, dan sebagainya. Mari pahami lebih lanjut mengenai stroke mata dengan menyimak artikel berikut ini.

Apa itu Stroke Mata?

Seperti yang telah dijelaskan, stroke mata adalah gangguan penglihatan karena kurangnya aliran darah ke jaringan retina. Sebagai informasi, retina adalah lapisan di bagian belakang mata yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya yang masuk sehingga mata bisa melihat suatu objek dengan jelas.

 

Oklusi arteri retina (retinal artery occlusion/RAO) terjadi gumpalan darah atau kolesterol menumpuk dan menyumbat aliran darah di satu atau lebih arteri retina. RAO hampir sama seperti saat seseorang terkena stroke (ketika aliran darah menuju otak terganggu), tetapi terjadi di mata, bukan di otak. Karena itulah, istilah stroke mata sering kali digunakan untuk menjelaskan kondisi RAO.

Jenis-Jenis Stroke Mata

Berdasarkan lokasi pembuluh darah yang tersumbat, retinal artery occlusion dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Oklusi arteri retina sentral (central retinal artery occlusion/CRAO): Ditandai dengan penyumbatan pada arteri utama di mata. CRAO adalah salah satu bentuk stroke pada mata yang merupakan faktor risiko terjadinya stroke otak. Kondisi adalah suatu keadaan darurat yang serius, sama seperti stroke otak.

  • Oklusi arteri retina cabang (branch retinal artery occlusion/BRAO): Ditandai dengan penyumbatan pada salah satu arteri kecil di mata.

Penyebab Stroke Mata

Penyebab utama stroke mata adalah gangguan aliran darah menuju bagan depan mata yang terjadi akibat penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah di mata. Penyumbatan tersebut dapat disebabkan oleh penumpukan plak atau gumpalan infeksi dari bagian tubuh lain, lalu mengalir ke mata. Kondisi ini dikenal dengan emboli.

 

Selain itu, penyumbatan juga bisa terjadi akibat darah yang mengental dan menggumpal, sehingga gumpalan akan menutup atau memblokir pembuluh darah. Penyumbatan ini disebut trombosis. Kondisi tersebut bisa menyebabkan darah bocor yang dapat meningkatkan tekanan pada mata. Di samping itu, beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami anterior ischemic optic neuropathy adalah:

 

Gejala Stroke Mata

Gejala stroke mata cenderung beragam, tergantung pada jenisnya. Gejala kondisi ini umumnya terjadi pada salah satu mata dan dapat berkembang secara perlahan dalam beberapa jam atau hari maupun muncul secara tiba-tiba. Adapun beberapa gejala umum anterior ischemic optic neuropathy adalah:

 

  • Munculnya bintik-bintik atau bayangan berwarna hitam (floaters) pada pandangan.

  • Pandangan kabur.

  • Munculnya bercak merah pada mata.

  • Distorted vision, kondisi ketika benda-benda mungkin terlihat bergelombang atau tidak berbentuk.

  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia).

  • Penurunan lapang pandang.

Diagnosis Stroke Mata

Dalam menegakkan diagnosis anterior ischemic optic neuropathy, dokter dapat melakukan tanya jawab medis (anamnesis) terlebih dahulu untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu), dan melakukan pemeriksaan pada mata pasien seperti tajam penglihatan, lapang pandang, oftalmoskopi (melihat bagian belakang/fundus mata), dan lain-lain.

 

Kemudian, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis kondisi ini adalah:

 

  • Fluorescein angiography test, yaitu tes pencitraan yang menggunakan zat kontras khusus untuk mendapatkan gambaran aliran darah yang lebih jelas.

  • Slit-lamp examination menggunakan obat tetes mata khusus, lampu, dan mikroskop untuk memeriksa bagian dalam mata.

  • Pemeriksaan tekanan bola mata.

  • Color fundus photography test untuk memeriksa kondisi fundus, yaitu bagian mata yang terdapat retina.

  • Optical coherence tomography (OCT), yaitu tes pencitraan yang dapat menunjukkan pembuluh darah pada retina.

  • USG.

  • Ekokardiogram.

  • Tes darah untuk mendeteksi penanda peradangan.

Pengobatan Stroke Mata

Stroke mata adalah kondisi darurat medis yang perlu segera ditangani dengan tepat. Pengobatan stroke mata dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Adapun beberapa metode yang umum digunakan untuk menangani kondisi ini, di antaranya:

 

  • Penggunaan obat untuk mengurangi tekanan pada bola mata.

  • Penggunaan obat untuk mengatasi penggumpalan darah.

  • Penggunaan kortikosteroid untuk mengurangi kebocoran pembuluh darah, meredakan pembengkakan, dan meningkatkan sirkulasi darah pada mata.

  • Terapi laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor.

  • Teknik pijatan khusus yang dilakukan dalam keadaan mata tertutup.

  • Paracentesis, yaitu prosedur yang menggunakan jarum untuk mengambil cairan yang menumpuk pada mata.

  • Terapi oksigen hiperbarik.

Komplikasi Stroke Mata

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, stroke mata berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:

 

  • Edema atau peradangan pada makula (bagian tengah retina yang berfungsi membantu ketajaman penglihatan).

  • Neovaskularisasi, yaitu adanya pembentukan pembuluh darah baru yang abnormal pada retina.

  • Glaukoma neovaskular, yaitu peningkatan tekanan pada mata akibat pembentukan pembuluh darah baru.

  • Kebutaan permanen.

Pencegahan Stroke Mata

Pencegahan stroke mata pada dasarnya dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terjadinya kondisi ini adalah:

 

  • Berolahraga secara rutin.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans.

  • Tidak merokok dan menjauhi paparan asap rokok.

  • Menjaga kadar gula darah agar tetap stabil, terutama bagi penderita diabetes.

  • Mengelola tekanan darah, kadar kolesterol, dan tingkat tekanan normal pada mata.

  • Melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

 

Perlu diingat, tanda dan gejala yang disebutkan di atas tidak dapat memastikan seseorang benar-benar menderita stroke, sehingga tidak bisa digunakan untuk menggantikan diagnosis maupun tindakan medis dari dokter. Tanda dan gejala di atas juga bisa terjadi pada kondisi atau akibat penyebab lainnya.

 

Oleh karena itu, apabila Anda memiliki keluhan yang berhubungan dengan kondisi mata, penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Oftalmologi (Mata) di Siloam Hospitals terdekat.

 

Tahapan prosedur pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas medis yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tindakan medis yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Agar lebih praktis, Siloam Hospitals juga menyediakan aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk melihat informasi jadwal praktik, booking, hingga membuat janji temu dengan dokter terkait. Selain itu, aplikasi ini juga dapat membantu Anda untuk melakukan konsultasi virtual dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.

Sumber

Penn Medicine. Eye Stroke. Diakses pada 2024 | Healthline. Eye Stroke: Symptoms, Causes, and Recovery. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Eye Stroke. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Everything You Should Know about Eye Stroke. Diakses pada 2024 | American Academy of Ophthalmology (AAO). What is Stroke Affecting the Eye? Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail