Ibu dan Anak
Patent Ductus Arteriosus (PDA) pada Bayi, Ketika Pembuluh Darah Gagal Menutup

Table of Contents
Patent ductus arteriosus adalah kondisi ketika pembuluh darah ductus arteriosus bayi gagal menutup setelah dilahirkan. Bayi dengan PDA dapat mengalami gejala berupa kesulitan bernapas, detak jantung tidak normal, hingga pertumbuhan yang terhambat. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus dengan segera untuk mencegah terjadinya komplikasi. Untuk itu, mari ketahui lebih dalam mengenai PDA melalui artikel berikut.
Apa Itu Patent Ductus Arteriosus (PDA)?
Patent ductus arteriosus adalah suatu kondisi medis pada bayi yang mengalami kelainan pada pembuluh darah di jantung. Saat bayi dalam kandungan, umumnya terdapat suatu pembuluh darah yang menghubungkan aorta dengan arteri pulmonalis. Pembuluh darah ini disebut duktus arteriosus.
Kemudian setelah bayi dilahirkan, duktus arteriosus akan menutup secara otomatis dalam beberapa hari karena paru-paru bayi sudah bisa mulai bekerja untuk mengisi oksigen darah. Pada bayi yang menderita PDA, duktus arteriosus tetap terbuka setelah kelahiran.
Kondisi terbukanya duktus arteriosus ini menyebabkan darah yang seharusnya mengalir dari aorta desendens ke seluruh tubuh justru berbalik melewati duktus arteriosus menuju arteri pulmonalis dan masuk ke sirkulasi pulmonal (left-to-right shunt). Hal ini mengakibatkan terjadinya beban kerja yang berlebihan pada jantung dan paru-paru.
Penyebab dan Faktor Risiko Patent Ductus Arteriosus
Penyebab PDA belum sepenuhnya diketahui. Namun, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat memengaruhinya. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit PDA adalah:
1. Faktor Genetik
Terjadinya Patent Ductus Arteriosus pada bayi dipercaya dapat disebabkan oleh faktor genetik. Adanya riwayat keluarga dengan kelainan jantung dan genetik seperti Sindrom Down dapat meningkatkan risiko terjadinya patent ductus arteriosus.
2. Faktor Hormonal
Hormon prostaglandin (terutama prostaglandin E2) yang dihasilkan oleh tubuh dapat memengaruhi fungsi duktus arteriosus sebelum dan sesudah kelahiran. Adanya gangguan dalam regulasi prostaglandin tersebut diketahui dapat menyebabkan patent ductus arteriosus.
3. Kelahiran Prematur
PDA lebih umum terjadi pada bayi dengan lahir prematur. Pada bayi yang lahir prematur, duktus arteriosus mungkin tidak mengalami mekanisme penutupan yang normal karena imaturitas tumbuh kembang janin. Semakin kecil usia kehamilan saat bayi lahir, semakin besar pula risiko terjadinya PDA.
4. Terdapat Infeksi
Sejumlah jenis infeksi, salah satunya infeksi rubella, diketahui dapat meningkatkan risiko patent ductus arteriosus. Hal tersebut disebabkan karena virus-virus penyebab infeksi yang berisiko merusak sistem pernapasan, jantung, dan pembuluh darah bayi.
5. Berjenis Kelamin Perempuan
Jenis kelamin juga menjadi salah satu faktor risiko patent ductus arteriosus. Hal tersebut dikarenakan jumlah pasien PDA diketahui dua kali lebih banyak ditemui pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Meski begitu, PDA tetap dapat menyerang anak laki-laki.
6. Terlahir di Dataran Tinggi
Tempat kelahiran bayi juga diketahui berpengaruh terhadap peningkatan risiko terjadinya PDA. Bayi yang lahir di dataran tinggi di atas 8.200 kaki (2.499 meter) memiliki risiko PDA lebih tinggi dari pada bayi yang lahir di dataran rendah.
Gejala Patent Ductus Arteriosus
Pada dasarnya, gejala PDA dapat bervariasi dan tergantung pada ukuran ductus arteriosus yang terbuka. Sering kali PDA yang berukuran kecil tidak menimbulkan suatu gejala tertentu bahkan tidak terdeteksi hingga penderitanya menginjak dewasa.
Akan tetapi, jika ukuran lubang cukup besar dan bayi menunjukkan tanda-tanda gagal jantung setelah lahir, maka gejala-gejala yang akan muncul dapat meliputi:
-
Sesak napas atau mengalami napas yang cepat dan dangkal, terutama saat sedang menyusu (suka berhenti di tengah-tengah) atau makan.
-
Tampak kelelahan dan kekurangan energi selama beraktivitas ringan.
-
Denyut jantung tidak normal, yakni cepat atau tidak teratur.
-
Suara napas terdengar seperti suara serak.
-
Mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat.
Diagnosis Patent Ductus Arteriosus
Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan untuk mendiagnosis PDA:
-
Pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara seperti bunyi murmur pada area tertentu di dada.
-
Ekokardiogram. Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat aliran darah serta memperkirakan ukuran dan tingkat keparahan PDA.
-
Pemeriksaan radiologi. Foto rontgen dada atau pemeriksaan radiologi lainnya dapat membantu dokter melihat gambaran keseluruhan jantung dan paru-paru pada bayi.
-
Elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya perubahan pada aktivitas listrik jantung.
Pengobatan Patent Ductus Arteriosus
Pengobatan untuk PDA tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan gejalanya. Jika patent ductus arteriosus tidak menyebabkan gejala yang parah, dapat dilakukan pemantauan terhadap kondisi tersebut dan mewaspadai terjadinya komplikasi.
Akan tetapi, jika PDA menyebabkan masalah kesehatan yang signifikan, perlu dilakukan tindakan medis, seperti penggunaan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang dapat membantu menutup duktus arteriosus secara medis (tidak dapat mengatasi kasus PDA pada bayi cukup bulan, anak-anak, atau dewasa).
Selain itu, dapat pula dilakukan prosedur bedah yang disebut ligasi PDA (duktus arteriosus diikat atau diklem agar tertutup). Prosedur kateterisasi jantung menggunakan plug atau coil untuk menutup lubang juga dapat menjadi metode yang direkomendasikan.
Pencegahan Patent Ductus Arteriosus
Tidak ada langkah-langkah yang dapat mencegah PDA secara spesifik. Namun, ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko pada PDA atau mencegah terjadinya komplikasi.
-
Menjalani vaksinasi sebelum kehamilan.
-
Menghindari konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu selama masa kehamilan.
-
Melakukan pemeriksaan rutin untuk deteksi dini seperti pemeriksaan USG.
-
Mengonsumsi makanan kaya nutrisi untuk ibu hamil.
-
Memenuhi asupan asam folat.
-
Menjaga kesehatan mental dengan baik.
-
Rutin berolahraga atau melakukan senam hamil.
-
Menjaga kebersihan.
Demikian penjelasan mengenai PDA yang perlu diketahui. PDA pada bayi sangat disarankan untuk ditangani dengan segera. Pasalnya, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi jantung dan paru-paru berulang, pertumbuhan dan perkembangan terhambat, masalah pada pembuluh darah, jantung, dan paru-paru, serta gagal jantung.
Namun, penting untuk diingat bahwa gejala-gejala yang telah disebutkan di atas tidak secara spesifik mewakili patent ductus arteriosus. Oleh karena itu, segera kunjungi Dokter Spesialis Pediatri Subspesialis Kardiologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat apabila si kecil menunjukkan gejala serupa, seperti kesulitan bernapas saat menyusu, lemas, dan muncul suara serak saat bernapas.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani mungkin berbeda-beda karena akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Skrining Premium Biomarker Jantung Koroner
Skrining Jantung
17 Service/Item
Rp8.000.000
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Skrining Jantung Advance
Skrining Jantung
9 Service/Item
Rp2.950.000
TERPOPULER
Skrining Organ Tubuh Vital
Skrining Jantung
26 Service/Item
Rp20.000.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000
TERPOPULER
Jantung Ultima
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp1.900.000






