Koarktasio Aorta - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Koarktasio Aorta - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

13 Mei 2025 4 menit waktu baca
koarktasio aorta adalah

 

Coarctation of the aorta atau koarktasio aorta adalah penyakit jantung bawaan yang ditandai dengan penyempitan aorta, yaitu pembuluh darah arteri terbesar yang berfungsi mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat membebani otot ventrikel kiri jantung dalam bekerja memompa darah keluar dari jantung.

 

Mari kenali penyebab, faktor risiko, gejala, hingga penanganan koarktasio aorta selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Pengertian Koarktasio Aorta

 

Coarctation of the aorta atau koarktasio aorta adalah kondisi medis berupa penyempitan aorta atau pembuluh darah arteri utama pada jantung. Fungsi aorta adalah untuk menerima darah kaya oksigen dari ventrikel kiri jantung dan mengalirkannya ke seluruh tubuh melalui cabang-cabang arteri.

 

Koarktasio aorta adalah salah satu jenis penyakit jantung bawaan sehingga lebih umum ditemukan pada bayi dan anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa koarktasio aorta juga dapat dialami oleh orang dewasa. Umumnya, koarktasio aorta pada orang dewasa dapat dipicu oleh gangguan jantung lainnya, seperti aterosklerosis atau arteritis Takayasu.

 

Penyebab Koarktasio Aorta

 

Karena termasuk salah satu penyakit jantung bawaan, penyebab koarktasio aorta masih belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat dugaan bahwa koarktasio aorta bisa dipicu oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan, termasuk konsumsi obat-obatan atau paparan bahan kimia selama kehamilan.

 

Selain itu, meski jarang terjadi, koarktasio aorta juga dapat berkembang pada orang dewasa. Sejumlah kondisi yang kerap memicu terjadinya koarktasio aorta pada orang dewasa adalah sebagai berikut:

  • Cedera traumatis pada bagian dada.
  • Aterosklerosis.
  • Arteritis Takayasu.

 

Faktor Risiko Koarktasio Aorta

 

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi mengalami koarktasio aorta adalah sebagai berikut:

  • Mengidap penyakit jantung bawaan lainnya, seperti defek septum ventrikel, gangguan katup jantung, patent ductus arteriosus, atau atrial septal defect.
  • Mengidap kelainan genetik, seperti sindrom Marfan dan sindrom Turner.
  • Ibu memiliki pola hidup tidak sehat selama hamil, seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman alkohol berlebihan, dan mengonsumsi obat-obatan yang tidak sesuai anjuran dokter.
  • Ibu menderita penyakit diabetes yang tidak terkontrol, baik sebelum maupun selama masa kehamilan.

 

Gejala Koarktasio Aorta

 

Gejala koarktasio aorta cenderung bervariasi tergantung dengan tingkat keparahannya. Pada kasus yang tergolong ringan, koarktasio aorta kerap tidak menimbulkan gejala khusus pada bayi. Namun, gejalanya dapat muncul ketika penderita koarktasio aorta beranjak dewasa. Adapun sejumlah gejala umum koarktasio aorta adalah sebagai berikut:

  • Nyeri dada.
  • Nyeri kepala.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kaki kram atau terasa dingin.
  • Kelemahan otot.
  • Sesak napas.
  • Mimisan.

 

Sementara itu, pada kasus yang cukup parah, gejala koarktasio aorta dapat muncul pada bayi baru lahir ataupun beberapa bulan setelah kelahiran. Beberapa gejala tersebut di antaranya:

  • Kesulitan saat menyusu.
  • Kesulitan bernapas.
  • Rewel dan gelisah.
  • Kulit tampak pucat.

 

Komplikasi Koarktasio Aorta

 

Sejumlah komplikasi yang berisiko dialami oleh penderita koarktasio aorta adalah sebagai berikut:

 

Diagnosis Koarktasio Aorta

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan keluarga ataupun pasien secara langsung untuk mengetahui riwayat penyakit dan keluhan yang dialami oleh pasien terduga koarktasio aorta. Lalu, dokter juga dapat memeriksa kondisi jantung pasien menggunakan stetoskop.

 

Untuk memastikan atau mengonfirmasi diagnosis koarktasio aorta, maka dapat dilakukan dengan bantuan dari beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

Penanganan Koarktasio Aorta

 

Beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan dokter untuk menangani koarktasio aorta adalah sebagai berikut:

 

1. Pemberian Obat-obatan

 

Pemberian obat-obatan pada pasien koarktasio aorta bertujuan untuk mengendalikan tekanan darah baik sebelum maupun sesudah operasi. Selain itu, pada pasien dengan kondisi yang parah, pemberian obat-obatan ini juga bertujuan untuk menjaga agar saluran ductus arteriosus tetap membuka hingga koarktasio aorta dapat diperbaiki.

 

2. Balloon Angioplasty

 

Balloon angioplasty merupakan prosedur medis dengan memasukkan kateter dan balon ke dalam aorta yang tersumbat. Lalu, balon tersebut akan dikembangkan untuk melebarkan pembuluh aorta yang menyempit.

 

Setelah prosedur balloon angioplasty, dokter dapat melanjutkan tindakan medis dengan memasang stent atau cincin pada pembuluh aorta agar aorta yang menyempit tetap terbuka dan aliran darah tetap berjalan lancar.

 

3. Prosedur Operasi

 

Beberapa prosedur operasi yang dapat dilakukan dokter untuk menangani koarktasio aorta adalah:

  • Subclavian flap aortoplasty, yaitu prosedur operasi untuk melebarkan aorta yang menyempit dengan mengambil sebagian pembuluh darah pada lengan kiri.
  • Patch aortoplasty, yaitu tindakan medis dengan memotong bagian aorta yang menyempit dan menempelkan bahan sintetik untuk menggantikan bagian aorta yang menyempit tersebut.
  • Bypass graft repair, yaitu prosedur operasi dengan memasukkan selang (graft) di antara aorta yang menyempit untuk membuat jalan pintas (bypass) aliran darah.
  • Resection with end-to-end anastomosis, yaitu tindakan dengan memotong bagian aorta yang menyempit dan menghubungkan kedua ujung pembuluh darah tersebut.

 

Cara Mencegah Koarktasio Aorta

 

Pada dasarnya, koarktasio aorta cenderung sulit atau bahkan tidak dapat dicegah. Kendati demikian, penting bagi seseorang yang memiliki faktor risiko koarktasio aorta untuk melakukan pemeriksaan dini guna memperoleh tindakan medis yang tepat dari dokter terkait.

 

Koarktasio aorta adalah jenis penyakit jantung bawaan yang perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi serius. Maka dari itu, jangan ragu untuk berkunjung ke Siloam Hospitals terdekat apabila Anda ataupun keluarga mengeluhkan gejala seperti ulasan di atas. 


Sebelum mengunjungi Siloam Hospitals, temukan informasi jadwal dan buat janji temu dengan dokter terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Atau, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dengan mudah, seperti pemesanan paket Skrining Jantung, cek hasil pemeriksaan, serta konsultasi dengan dokter secara virtual. Download aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan jantung Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail