Palpitasi Jantung dan Atrial Flutter, Pahami Perbedaannya!
Kesehatan Tubuh

Palpitasi Jantung dan Atrial Flutter, Pahami Perbedaannya!

02 Mei 2025 5 menit waktu baca
perbedaan palpitasi jantung dan atrial flutter

 

Palpitasi jantung dan atrial flutter adalah dua istilah medis yang terkait dengan gangguan irama jantung (aritmia). Keduanya memiliki perbedaan dalam hal definisi, penyebab, karakteristik gejala, hingga pengobatan serta komplikasi yang dapat ditimbulkan. Mari simak ulasan lebih lanjut mengenai perbedaan palpitasi jantung dan atrial flutter di bawah ini.

 

Perbedaan Palpitasi Jantung dan Atrial Flutter

 

Palpitasi jantung dan atrial flutter adalah dua istilah medis yang berkaitan dengan gangguan irama jantung. Guna membedakan kedua istilah medis ini, berikut uraian mengenai masing-masing definisi, penyebab, gejala, pengobatan, dan komplikasi yang dapat terjadi.

 

1. Definisi

 

Perbedaan palpitasi jantung dan atrial flutter yang pertama terletak pada definisinya. Palpitasi jantung adalah perasaan ketika jantung berdebar kencang dan cepat atau sensasi detak jantung yang terasa seperti terlewati atau ter-skip. Gejala ini bisa terjadi atau dirasakan di dada, tenggorokan, atau leher. Palpitasi jantung bisa terjadi kapan saja, saat sedang beraktivitas normal maupun beristirahat. 

 

Sementara itu, atrial flutter adalah jenis gangguan irama jantung (aritmia) ketika terjadi kontraksi pada atrium jantung sebanyak 250–350 kali per menit (denyut jantung normal adalah 60–100 kali per menit). 

 

Meskipun jantung berdetak sangat cepat, kontraksi atrium pada atrial flutter teratur dan berkelanjutan (berbeda dengan kondisi atrial fibrilasi (AFib), di mana impuls elektrik jantung bersumber dari banyak lokasi yang menyebabkan kontraksi atrium yang cepat dan tidak teratur).

2. Penyebab

 

Penyebab adalah aspek perbedaan palpitasi jantung dan atrial flutter berikutnya. Palpitasi jantung dapat disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Emosi, seperti kecemasan, stres, ketakutan, dan panik.

  • Sedang berolahraga.

  • Kehamilan.

  • Konsumsi kafein.

  • Gangguan tiroid.

  • Kadar gula darah, kalium, atau saturasi oksigen yang rendah.

  • Demam.

  • Anemia.

  • Dehidrasi.

  • Kehilangan darah.

  • Penggunaan obat-obatan, seperti obat inhaler asma dan beta blocker untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau mengatasi beragam penyakit jantung.

  • Penggunaan obat batuk/pilek yang mengandung dekongestan.

  • Penggunaan suplemen herbal dan nutrisi.

  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin.

  • Penggunaan nikotin.

  • Konsumsi alkohol. 

  • Mengidap masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia), permasalahan pada struktur jantung, dan riwayat serangan jantung atau operasi jantung sebelumnya.

 

Sementara itu, atrial flutter dapat disebabkan oleh perubahan pada sistem kelistrikan jantung. Sistem kelistrikan jantung bertugas untuk mengendalikan detak jantung. Namun, beberapa kondisi dapat mengubah cara sinyal listrik bergerak melalui jantung dan menyebabkan atrial flutter.

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya atrial flutter adalah sebagai berikut:

 

 

3. Gejala

 

Perbedaan palpitasi jantung dan atrial flutter berikutnya terletak pada karakteristik gejalanya. Palpitasi jantung biasanya tidak berlangsung lama, seperti hanya dalam hitungan detik atau menit. Namun, terkadang juga bisa berlangsung lebih lama. Palpitasi jantung mungkin terasa seperti jantung:

 

  • Berdebar kencang.

  • Skipped beat, yaitu detak jantung yang terasa seperti berhenti sejenak atau terlewati lalu kembali berdetak. 

  • Berdetak lebih cepat.

  • Ritme jantung yang dirasakan seperti berubah-ubah.

 

Sementara itu, atrial flutter mungkin saja tidak menimbulkan gejala pada sebagian orang. Kondisi ini biasanya terdeteksi ketika dokter menemukan detak jantung yang tidak teratur saat pasien sedang menjalani pemeriksaan kesehatan karena alasan medis lainnya. Jika pun muncul gejala, maka beberapa gejalanya meliputi:

 

  • Palpitasi jantung (sensasi jantung berdebar-debar atau berdegup kencang).

  • Nyeri di dada.

  • Pusing.

  • Pingsan atau hampir pingsan.

  • Sesak napas.

  • Merasa sangat lelah.

 

4. Pengobatan

 

Pengobatan juga menjadi salah satu aspek perbedaan palpitasi jantung dan atrial flutter. Penanganan palpitasi jantung tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Palpitasi jantung yang tidak disebabkan oleh masalah jantung biasanya jarang memerlukan pengobatan. Dokter mungkin akan memberikan saran mengenai langkah-langkah atau upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari pemicu palpitasi jantung. 

 

Jika palpitasi jantung disebabkan oleh kondisi jantung tertentu, seperti misalnya gangguan irama jantung (aritmia), maka penanganan biasanya meliputi penggunaan obat-obatan atau melalui prosedur medis, operasi, atau penggunaan perangkat medis untuk memperbaiki masalah tersebut.

 

Pengobatan atrial flutter juga meliputi penanganan untuk penyebab yang mendasarinya, dapat meliputi penggunaan obat-obatan, prosedur medis, dan pembedahan. Dokter biasanya memberikan obat-obatan yang bertujuan untuk mengontrol kecepatan detak jantung, mengembalikan irama jantung menjadi normal, dan mencegah pembekuan atau penggumpalan darah.

 

Apabila obat-obatan tidak efektif dalam menangani atrial flutter, maka dokter dapat melakukan prosedur kardioversi. Prosedur ini bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu:

 

  • Kardioversi elektrik (pemasangan plester di dada yang mengirimkan kejutan listrik ke jantung untuk mengatur ulang irama jantungnya).

  • Kardioversi farmakologis (obat yang diberikan melalui infus atau melalui mulut untuk mengatur ulang irama jantung).

 

Selain prosedur kardioversi, penanganan atrial flutter juga bisa dengan melakukan prosedur ablasi jantung. Prosedur ini menghancurkan jaringan yang menghasilkan sinyal listrik jantung abnormal. Ablasi jantung dilakukan jika penggunaan obat-obatan tidak efektif atau atrial flutter sering kambuh. 

 

Apakah Palpitasi Jantung dan Atrial Flutter Berbahaya?

 

Palpitasi jantung biasanya tidak serius atau berbahaya asalkan penanganan terhadap penyebab yang mendasarinya dilakukan dengan tepat dan segera. Perlu diingat bahwa palpitasi jantung ini dapat berkaitan dengan masalah jantung seperti salah satunya gangguan irama jantung sehingga memerlukan perhatian medis. 

 

Di sisi lain, atrial flutter berisiko tinggi menyebabkan stroke, gagal jantung, hingga serangan jantung. Oleh karena itu, penderitanya perlu melakukan konsultasi rutin dengan dokter agar kondisi dapat terkontrol dengan baik.

 

Demikian penjelasan mengenai perbedaan palpitasi jantung dan atrial flutter yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.

 

Apabila Anda kerap mengalami jantung berdebar disertai nyeri pada dada, jangan ragu untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Guna menjaga kesehatan jantung secara berkelanjutan, Anda bisa menggunakan paket Skrining Jantung yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

 

Manfaatkan pula aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Mayo Clinic. Atrial flutter. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Heart palpitations. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Atrial Flutter. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Heart Palpitations. Diakses pada 2024 | MSD Manuals. Atrial Fibrillation and Atrial Flutter. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail