Kesehatan Mental
4 Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Disorder, Perlu Tahu!

Table of Contents
Sebagian individu kerap menganggap bahwa panic attack dan anxiety disorder adalah masalah kesehatan mental yang sama karena dua kondisi tersebut kerap menunjukkan gejala serupa, yaitu rasa cemas berlebihan. Padahal, terdapat sejumlah perbedaan panic attack dan anxiety disorder jika dilihat dari sisi medis.
Mari kenali sejumlah perbedaan anxiety disorder dan panic attack selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Berbagai Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Disorder
Pada dasarnya, perbedaan panic attack dan anxiety disorder dapat dilihat melalui beberapa aspek, yaitu dari definisi, faktor pemicu, serta gejala spesifiknya. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Dari Definisinya
Perbedaan panic attack dan anxiety disorder yang pertama adalah dari definisinya. Serangan panik atau panic attack adalah kondisi ketika seseorang merasa sangat takut terhadap suatu kondisi tertentu yang memicu munculnya reaksi fisik, seperti jantung berdebar, nyeri dada, napas cepat, mual, muntah, pusing, otot tegang, dan lain-lain. Kondisi ini biasanya terjadi secara tiba-tiba dan terasa sangat intens.
Sementara itu, anxiety disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya ketakutan atau kecemasan yang berlebihan dan tidak terkontrol terhadap situasi tertentu. Gangguan ini melingkupi beberapa jenis masalah psikologis disertai gejala kecemasan, seperti panic disorder, generalized anxiety disorder, obsessive-compulsive disorder (OCD), fobia, dan post traumatic stress disorder.
2. Dari Faktor Pemicunya
Perbedaan panic attack dan anxiety disorder selanjutnya terletak pada faktor pemicunya. Seperti yang telah dijelaskan di atas, panic attack dapat terjadi secara spontan atau tiba-tiba dan bisa muncul tanpa penyebab yang jelas.
Kendati demikian, pada beberapa kasus, panic attack juga bisa terjadi karena adanya peningkatan stres akibat kondisi tertentu, seperti berbicara di depan umum, mendengar suara keras, naik pesawat, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan panic attack, pengidap anxiety disorder biasanya sudah mengetahui apa saja faktor yang dapat menimbulkan kecemasan, misalnya seperti fobia keramaian (enochlophobia) atau fobia ruang sempit (claustrophobia). Oleh karena itu, penderita anxiety disorder akan selalu mencoba menghindari tempat atau situasi yang dapat memicu kecemasannya tersebut.
3. Dari Gejalanya
Meski terdapat sejumlah gejala yang serupa, seperti sesak napas, tremor, keringat dingin, hingga nyeri dada, panic attack dan anxiety disorder memiliki beberapa gejala lain yang berbeda. Pada anxiety disorder, beberapa gejala yang umum terjadi adalah insomnia, nyeri otot, dan rasa sensitif berlebihan terhadap apa pun yang dianggap berpotensi membahayakan diri.
Di sisi lain, terdapat sejumlah gejala panic attack yang biasanya tidak dialami oleh penderita anxiety disorder, misalnya seperti rasa takut berlebihan terhadap sesuatu yang seolah-olah dapat membahayakan jiwa, merasa kehilangan kendali dalam melakukan sesuatu, serta derealisasi dan depersonalisasi, yaitu kondisi ketika seseorang merasa jiwanya terpisah dari tubuh dan lingkungan sekitar.
4. Dari Cara Mengatasinya
Perbedaan panic attack dan anxiety disorder juga dapat dilihat dari cara mengatasinya. Umumnya, panic attack dapat diredakan dengan mengontrol dan mengambil kendali atas pikiran dan perasaan sendiri. Hal tersebut dapat dilakukan melalui cara berikut ini:
-
Berhenti beraktivitas sejenak.
-
Mengamati pikiran dan gejala yang dirasakan.
-
Melakukan relaksasi otot dan mengatur pernapasan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan metode 5-4-3-2-1, yaitu mencari dan mengamati 5 objek di sekitar, mendengarkan 4 suara yang berbeda, menyentuh 3 objek, mengidentifikasi 2 bau-bauan yang berbeda, serta mencicipi dan mengenali 1 rasa makanan/minuman.
Sementara itu, terdapat sejumlah metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi anxiety disorder secara keseluruhan, di antaranya adalah:
-
Psikoterapi, seperti cognitive behavioral therapy (CBT) untuk membantu memahami, mengubah pola pikir, serta menangani gejala anxiety disorder.
-
Konsumsi obat-obatan, seperti obat penenang dan antidepresan untuk membantu meredakan gejala anxiety disorder.
-
Penerapan pola hidup sehat, seperti istirahat yang cukup, rutin berolahraga, tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, membatasi konsumsi kafein, serta melakukan meditasi.
Itu dia sejumlah perbedaan panic attack dan anxiety disorder yang penting untuk dipahami oleh setiap individu. Apabila Anda memiliki keluhan terkait dengan gangguan mental, ada baiknya untuk berkonsultasi secara langsung dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat. Atau, Anda juga dapat memanfaatkan fitur Telekonsultasi yang dapat memudahkan Anda untuk berdiskusi langsung dengan dokter secara virtual dari mana pun dan kapan pun.
Dengan berkonsultasi online melalui fitur Telekonsultasi, dokter dapat meresepkan obat-obatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Selain itu, pasien juga dapat menerima obat yang diresepkan tanpa perlu keluar rumah. Kendati demikian, terdapat beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, yang harus diambil langsung oleh pasien atau self pick up.
Manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur kesehatan sehingga memungkinkan Anda untuk memperoleh akses kesehatan lebih cepat, mudah, dan praktis. Download MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







