Rekomendasi Skrining Kanker Berdasarkan Usia, Apa Saja?
Kesehatan Tubuh

Rekomendasi Skrining Kanker Berdasarkan Usia, Apa Saja?

28 Mei 2025 6 menit waktu baca
Rekomendasi skrining kanker berdasarkan usia

Kanker adalah penyakit yang terjadi ketika terdapat pertumbuhan sel-sel tubuh secara abnormal dan tidak terkendali. Pada dasarnya, setiap kelompok usia memiliki risiko penyakit kanker yang berbeda, tergantung pada genetik dan gaya hidup. Guna mewaspadai kondisi tersebut, penting bagi setiap individu untuk melakukan skrining kanker sesuai dengan kelompok usianya.

 

Pada dasarnya, skrining kanker adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan sel kanker pada individu yang tidak memiliki gejala (asimtomatik). Untuk mengetahui rekomendasi skrining kanker berdasarkan usia, mari simak artikel berikut ini.

Skrining Kanker Usia 21–29 Tahun

Skrining kanker pada usia 21–29 tahun dapat dilakukan sesuai dengan jenis kelamin masing-masing individu. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

A. Pria

Secara umum, pria berusia 21–29 tahun dapat menjalani skrining kanker dengan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Jika ditemukan hal abnormal dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang. Adapun jenis pemeriksaan kanker yang dapat dilakukan pria usia 21–29 tahun adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan kanker testis. Beberapa prosedur pemeriksaan yang dilakukan dalam skrining kanker testis, di antaranya:

    • Pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa dan meraba testis (skrotum) pasien untuk melihat adanya abnormalitas seperti benjolan.

    • Tes darah, untuk mendeteksi kadar AFP (alpha fetoprotein) yang menjadi penanda kanker (cancer marker) tertentu, salah satunya kanker testis.

    • USG skrotum.

  • Pemeriksaan kanker mulut. Skrining ini dapat dilakukan dengan penilaian rongga mulut dengan pemeriksaan fisik. Jika ditemukan hal abnormal, maka dapat dilanjutkan dengan biopsi jaringan mulut, tes pencitraan (CT scan atau MRI), atau laringoskopi (tergantung indikasi).

  • Pemeriksaan kanker usus besar. Bagi individu yang memiliki faktor risiko kanker kolon, seperti terdapat keluarga dengan riwayat kondisi serupa, disarankan untuk menjalani pemeriksaan kanker kolon secara rutin. Prosedur ini pada dasarnya dapat dilakukan melalui kolonoskopi, tes DNA feses, CT scan, dan sigmoidoskopi.

B. Wanita

Sama seperti pria, wanita berusia 21–29 tahun akan menjalani skrining kanker dengan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Jika ditemukan hal abnormal dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang. Beberapa prosedur skrining kanker yang dapat dilakukan wanita berusia 21–29 tahun adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan kanker serviks. Pemeriksaan kanker serviks dapat dilakukan mulai dari usia 25 tahun. Pemeriksaan kanker serviks umumnya dilakukan dengan tes HPV setiap 5 tahun sekali dan pap smear setiap 3 tahun sekali. Hal ini dilakukan terutama pada wanita yang sudah aktif secara seksual.

  • Pemeriksaan kanker payudara. Kelompok wanita berusia 21–29 tahun sebaiknya perlu rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Bagi wanita yang berisiko tinggi mengalami kanker payudara, seperti memiliki keluarga dengan riwayat kanker tersebut atau merasakan adanya benjolan pada payudara, disarankan untuk melakukan mamografi secara rutin.

  • Pemeriksaan kanker kulit.

  • Pemeriksaan kanker mulut.

  • Pemeriksaan kanker kolon, jika individu tersebut memiliki risiko tinggi terhadap kanker kolon.

Skrining Kanker Usia 30–39 Tahun

Pada dasarnya, skrining kanker usia 30–39 tahun tidak berbeda jauh dengan skrining kanker pada usia 21–29 tahun. Pemeriksaan kanker yang direkomendasikan untuk kelompok usia 30–39 tahun adalah sebagai berikut:

A. Pria

Masih sama dengan kelompok usia 21–29 tahun, pria berusia 30–39 tahun disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan kanker testis, kanker mulut, serta kanker usus besar (bagi yang berisiko tinggi) secara rutin.

 

Namun, jika terdapat keluhan atau gejala di area lain, pasien dapat melakukan skrining di area tersebut. Pasien juga dapat melakukan skrining tambahan sesuai dengan arahan dokter yang memeriksa.

B. Wanita

Prosedur pemeriksaan kanker yang direkomendasikan untuk wanita berusia 30–39 tahun juga tidak berbeda dengan wanita di kelompok usia 21–29 tahun. Wanita di kelompok usia ini dapat melakukan skrining kanker yang meliputi pemeriksaan kanker serviks, kanker payudara, kanker kulit, kanker mulut, dan kanker usus besar (bagi yang berisiko tinggi) secara rutin.

 

Sama seperti pria, jika terdapat keluhan atau gejala di area lain, wanita berusia 30–39 tahun dapat melakukan skrining di area tersebut. Pasien juga dapat melakukan skrining tambahan sesuai dengan arahan dokter yang memeriksa.

Skrining Kanker Usia 40–49 Tahun

Seiring dengan bertambahnya usia, risiko terjadinya beberapa jenis kanker cenderung meningkat. Maka dari itu, di samping skrining kanker yang telah dijelaskan di atas, terdapat beberapa pemeriksaan tambahan yang disarankan bagi individu berusia 40–49 tahun, seperti skrining kanker prostat untuk pria. Berikut adalah uraiannya.

A. Pria

Berikut adalah sejumlah pemeriksaan kanker yang direkomendasikan untuk pria berusia 40–49 tahun:

  • Pemeriksaan kanker usus besar. Mulai dari usia 45 tahun, pemeriksaan kanker usus besar tidak hanya dianjurkan untuk orang dengan risiko tinggi, namun juga setiap individu dengan risiko rata-rata.

  • Pemeriksaan kanker prostat. Pria berusia 45 tahun ke atas yang berisiko tinggi mengalami kanker prostat (seperti memiliki keluarga dengan riwayat kanker prostat) disarankan untuk mulai melakukan pemeriksaan ini secara rutin. Pemeriksaan kanker prostat meliputi:

    • Digital rectal examination, adalah pemeriksaan colok dubur untuk memeriksa kondisi dinding rektal atau masalah pada prostat.

    • Tes darah PSA (prostate-specific antigen).

    • Tes pencitraan, seperti USG atau MRI prostat.

    • Biopsi jaringan prostat.

  • Pemeriksaan kanker testis.

  • Pemeriksaan kanker kulit.

  • Pemeriksaan kanker mulut.

B. Wanita

Wanita berusia 40–49 tahun dianjurkan untuk menjalani beberapa pemeriksaan kanker berikut ini:

  • Pemeriksaan kanker payudara. Mulai dari usia 45 tahun, wanita disarankan untuk menjalani pemeriksaan mamografi setiap tahun sebagai upaya deteksi dini kanker payudara.

  • Pemeriksaan kanker usus besar. Mulai dari usia 45 tahun, pemeriksaan kanker usus besar direkomendasikan untuk setiap individu dengan risiko rata-rata.

  • Pemeriksaan kanker serviks.

  • Pemeriksaan kanker kulit.

  • Pemeriksaan kanker mulut.

Skrining Kanker Usia 50–65 Tahun

Adapun pemeriksaan kanker yang dapat dilakukan untuk kelompok usia 50–65 tahun adalah sebagai berikut:

A. Pria

Pria berusia 50–65 tahun dianjurkan untuk melakukan beberapa prosedur skrining kanker, yaitu:

  • Pemeriksaan kanker paru-paru. Guna deteksi dini kanker paru-paru, individu berusia 50–80 tahun dapat melakukan low-dose CT (LDCT) scan, yaitu CT scan dengan dosis radiasi rendah, terutama bagi individu yang masih aktif merokok atau memiliki riwayat merokok selama 20 tahun.

  • Pemeriksaan kanker prostat. Mulai dari usia 50 tahun, pria dengan risiko rata-rata juga disarankan untuk menjalani skrining kanker prostat secara berkala.

  • Pemeriksaan kanker usus besar.

  • Pemeriksaan kanker testis.

  • Pemeriksaan kanker kulit.

  • Pemeriksaan kanker mulut.

B. Wanita

Pemeriksaan kanker yang direkomendasikan untuk wanita berusia 50–65 tahun adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan kanker paru-paru. Dilakukan melalui low-dose CT (LDCT) scan, terutama bagi individu yang masih aktif merokok atau memiliki riwayat merokok selama 20 tahun.

  • Pemeriksaan kanker payudara. Jika sudah memasuki usia 55 tahun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui apakah pasien perlu beralih menjalani mamografi setiap 2 tahun sekali atau bisa terus melakukannya setiap tahun.

  • Pemeriksaan kanker serviks.

  • Pemeriksaan kanker usus besar.

  • Pemeriksaan kanker kulit.

  • Pemeriksaan kanker mulut.

Skrining Kanker Usia 65 Tahun ke Atas

Memasuki usia lansia, terutama 65 tahun ke atas, fungsi berbagai organ tubuh dapat menurun secara alami. Karena itu, individu dengan kelompok usia ini cenderung lebih rentan mengalami berbagai penyakit, tidak terkecuali dengan kanker. Untuk mewaspadainya, beberapa skrining kanker yang direkomendasikan bagi individu berusia 65 tahun ke atas adalah:

A. Pria

Berikut adalah sejumlah pemeriksaan kanker yang dianjurkan untuk pria berusia 65 tahun ke atas:

  • Pemeriksaan kanker prostat.

  • Pemeriksaan kanker testis.

  • Pemeriksaan kanker paru-paru.

  • Pemeriksaan kanker usus besar.

  • Pemeriksaan kanker kulit.

  • Pemeriksaan kanker mulut.

B. Wanita

Sementara itu, skrining kanker yang disarankan bagi wanita berusia 65 tahun ke atas adalah sebagai berikut:

  • Pemeriksaan kanker serviks.

  • Pemeriksaan kanker payudara.

  • Pemeriksaan kanker paru-paru.

  • Pemeriksaan kanker usus besar.

  • Pemeriksaan kanker kulit.

  • Pemeriksaan kanker mulut.

 

Itu dia uraian lengkap mengenai rekomendasi jenis-jenis skrining kanker berdasarkan kelompok usianya. Di samping itu, jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai prosedur skrining kanker sesuai dengan kelompok usia, Anda juga dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat.

 

Lebih lanjut, Anda juga dapat memesan Paket Skrining Kanker secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

American Cancer Society. Cancer Screening Guidelines by Age. Diakses pada 2024 | Prevent Cancer Foundation. Cancer Screenings and Prevention. Diakses pada 2024 | MSD Manual. Cancer Screening Recommendations. Diakses pada 2024 |

message

ArticleDetail