Penyebab dan Cara Mengatasi Detak Jantung Cepat, Jangan Diabaikan!
Kesehatan Tubuh

Penyebab dan Cara Mengatasi Detak Jantung Cepat, Jangan Diabaikan!

29 Mei 2025 5 menit waktu baca
tips mengatasi detak jantung cepat

 

Penyebab detak jantung cepat sangat beragam, mulai dari faktor gaya hidup, seperti stres, konsumsi kafein berlebih, kurang tidur, hingga kondisi tertentu. Mengetahui penyebabnya adalah langkah pertama yang penting untuk mengatasi kondisi ini secara efektif. Oleh karena itu, simak penjelasan selengkapnya tentang penyebab dan cara mengatasi detak jantung cepat di bawah ini.

 

Penyebab Detak Jantung Cepat

 

Detak jantung cepat dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari respons terhadap emosi, obat-obatan, dan perubahan hormon. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Respons Terhadap Emosi yang Kuat

 

Salah satu penyebab paling umum detak jantung cepat adalah emosi yang kuat dan menegangkan, seperti kecemasan, kemarahan, serta ketakutan. Ketika tubuh stres, kelenjar adrenal akan melepaskan epinefrin atau adrenalin. Tubuh kemudian menggunakan epinefrin untuk mempersiapkan seseorang dalam melakukan tindakan darurat. Lebih lanjut, epinefrin juga dapat menyebabkan:

 

  • Denyut jantung meningkat.

  • Tekanan darah meningkat.

  • Pupil membesar.

  • Palpitasi (palpitasi adalah kondisi ketika detak jantung meningkat dan berdetak kencang).

  • Berkeringat.

  • Kecemasan. 

 

2. Respons Terhadap Zat Tertentu

 

Terdapat sejumlah zat yang diketahui dapat menimbulkan respons detak jantung cepat. Zat-zat tersebut meliputi kafein hingga berbagai jenis obat-obatan dan suplemen tertentu. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

 

  • Kafein: Stimulan ini dapat ditemukan dalam berbagai jenis minuman, seperti kopi, teh, dan soda. Selain itu, kafein juga tersedia dalam bentuk bubuk yang dapat dikonsumsi. Seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat mengalami: 

    • Gelisah.

    • Rasa cemas.

    • Detak jantung cepat.

    • Sakit perut.

    • Mual.

    • Sakit kepala.

    • Susah tidur atau insomnia.

    • Perasaan tidak bahagia.

 

  • Alkohol: Konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fibrilasi atrium. Fibrilasi atrium adalah kondisi yang menyebabkan jantung berdetak secara tidak teratur dan terkadang sangat cepat. Jurnal Pharmacology Biochemistry and Behavior menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan detak jantung, berhubungan erat dengan keinginan lebih kuat untuk minum alkohol dan suasana hati yang lebih negatif.

 

  • Nikotin: Nikotin adalah zat kimia yang sangat adiktif dan dapat ditemukan dalam rokok. Menurut American Heart Association, nikotin dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung.

 

  • Obat-obatan terlarang: Kokain dan amfetamin diketahui dapat menyebabkan seseorang mengalami peningkatan detak jantung. Pada beberapa kasus, dokter menggunakan amfetamin untuk mengobati orang yang menderita ADHD atau narkolepsi. Namun, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.

 

  • Obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur adalah sebagai berikut:

  • Inhaler.

  • Obat tekanan darah tinggi.

  • Antihistamin.

  • Antijamur.

  • Antidepresan.

  • Antibiotik.

 

3. Perubahan Hormon

 

Detak jantung cepat juga bisa disebabkan oleh perubahan hormon, misalnya selama masa kehamilan. Hal ini dapat terjadi karena jantung harus memompa darah ke seluruh tubuh dan plasenta. Sebuah studi tahun 2019 menyebutkan bahwa rata-rata denyut jantung ibu hamil mengalami peningkatan sebanyak 7–8 bpm.

 

Cara Mengatasi Detak Jantung Cepat

 

Mengatasi jantung berdebar dapat disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, secara umum, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi jantung berdetak kencang adalah sebagai berikut:

 

1. Mencoba Teknik Relaksasi

 

Apabila detak jantung meningkat akibat stres, maka cara yang dapat dilakukan untuk menurunkannya adalah dengan menerapkan berbagai metode untuk mengurangi tingkat stres. Berikut adalah beberapa metode yang dapat digunakan:

 

 

2. Melakukan Valsalva Maneuver

 

Valsalva maneuver dapat membantu merangsang saraf vagus untuk mengatur detak jantung yang cepat. Metode ini bisa dilakukan di rumah, namun dengan persetujuan dokter terlebih dahulu. Berikut adalah langkah-langkah melakukan valsalva maneuver:

 

  1. Ambil napas dalam-dalam untuk mengisi paru-paru dengan udara.

  2. Tahan napas dengan menutup hidung dan mulut, seperti saat sedang menahan batuk.

  3. Keluarkan napas (ekspirasi) paksa dan tiba-tiba sambil menutup hidung dan mulut.

  4. Kencangkan otot perut seperti saat mengejan ketika buang air besar.

  5. Tahan selama 15–20 detik.

  6. Buka hidung atau mulut dan embuskan napas.

 

3. Minum Air yang Cukup

 

Detak jantung yang cepat juga dapat disebabkan oleh dehidrasi, biasanya ditandai dengan urine berwarna kuning tua. Hal ini terjadi karena darah mengandung air, sehingga saat mengalami dehidrasi, volume darah menjadi berkurang dan jantung perlu bekerja lebih keras serta memompa lebih cepat sebagai mekanisme kompensasi untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Cara mengatasi palpitasi akibat dehidrasi adalah dengan memperbanyak asupan air.

 

4. Menghindari Stimulan

 

Jika mengalami peningkatan detak jantung akibat stimulan tertentu, seperti kafein, alkohol, atau beberapa jenis obat, sebaiknya hindari konsumsi zat-zat tersebut untuk sementara waktu. Selain itu, Anda dapat berdiskusi dengan dokter mengenai batas asupan yang diperbolehkan untuk mencegah efek samping detak jantung cepat.

 

5. Menerapkan Pola Makan Seimbang

 

Pola makan yang seimbang dapat membantu mengurangi faktor risiko detak jantung cepat. Dilansir dari National heart, Lung, and Blood Institute, pola makan yang seimbang penting untuk kesehatan jantung secara keseluruhan. Pola makan yang bergizi dan seimbang terdiri dari:

 

  • Buah-buahan segar.

  • Sayuran.

  • Biji-bijian utuh.

  • Protein rendah lemak.

  • Lemak sehat dari kacang-kacangan atau ikan.

 

Dalam menjaga pola makan yang seimbang, beberapa komponen makanan yang perlu dibatasi adalah sebagai berikut:

 

  • Lemak jenuh.

  • Lemak trans.

  • Garam.

  • Gula.

  • Makanan olahan atau kemasan.

 

6. Olahraga secara Teratur

 

Olahraga teratur penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional, termasuk membantu mengurangi masalah ritme jantung. Untuk mendukung kesehatan jantung, American Heart Association merekomendasikan aktivitas aerobik dilakukan dengan intensitas sedang selama 150 menit per minggu atau 75 menit aktivitas aerobik berat per minggu.

 

Perlu dipahami bahwa informasi di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama dalam menilai kondisi tersebut. Peningkatan detak jantung mungkin disebabkan oleh faktor lain yang tidak disebutkan sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat bila mengalami gejala detak jantung cepat atau jantung berdebar-debar.

 

Setiap rumah sakit memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari ketersediaan fasilitas kesehatan. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Anda juga dapat melakukan Skrining Kesehatan Jantung di Siloam Hospitals. Pemeriksaan ini meliputi berbagai tes yang dirancang untuk mendeteksi risiko gangguan jantung sejak dini. Dengan skrining rutin, Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat, lebih cepat, dan menjaga kesehatan jantung secara optimal.

 

Paket pemeriksaan ini dapat dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan berbagai fitur lain, seperti pengecekan jadwal dokter, pemesanan janji temu, serta akses hasil pemeriksaan secara online. Unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda. 

 

Aplikasi My Siloam

Sumber

Healthline. 7 Home Remedies to Stop Heart Palpitations and Slow Your Heartbeat. Diakses pada 2024 | American Heart Association. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Heart beating fast for no reason: Causes and treatments. Diakses pada 2024 | Medical News Today. How do you lower your resting heart rate?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail