Bronkiektasis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Bronkiektasis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

20 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Bronkiektasis adalah

Bronkiektasis adalah salah satu gangguan pernapasan yang terjadi karena adanya pelebaran abnormal pada bronkus dan saluran pernapasan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala berupa batuk berdahak secara terus-menerus, sesak napas, dan batuk berdarah.

 

Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memicu infeksi serta kerusakan yang semakin parah pada saluran pernapasan. Simak artikel di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan bronkiektasis.

 

Apa itu Bronkiektasis?

 

Seperti disebutkan sebelumnya, bronkiektasis adalah kondisi di mana bronkus dan saluran pernapasan mengalami pelebaran dan penebalan yang tidak normal secara permanen. Kondisi ini menyebabkan lendir dan bakteri menumpuk di paru-paru sehingga terjadi infeksi dan penyumbatan saluran udara. 

 

Normalnya, saluran napas manusia memiliki mekanisme perlindungan alami untuk mencegah masuknya debu, bakteri, dan kotoran dari udara yang dihirup dengan cara memproduksi lendir yang nantinya akan dikeluarkan dari saluran udara.

 

Proses pengeluaran tersebut dilakukan oleh struktur kecil seperti rambut yang disebut silia. Mekanisme perlindungan alami ini disebut sebagai mucociliary clearance atau pembersihan mukosiliar.

 

Sementara pada kondisi bronkiektasis, mekanisme perlindungan tersebut tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga terjadi penumpukan lendir di saluran pernapasan. Tumpukan lendir itulah yang dapat memicu infeksi bakteri dan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru.

 

Perbedaan Bronkiektasis dan Bronkitis

 

Anda mungkin masih bingung tentang perbedaan antara bronkiektasis dan bronkitis, karena keduanya memiliki nama yang hampir mirip. Kedua kondisi ini sebenarnya sama-sama menyerang bronkus serta menimbulkan gejala yang serupa.

 

Lantas, apa perbedaannya? Perlu diketahui bahwa bronkiektasis dapat menyebabkan pelebaran saluran pernapasan dan bronkus secara permanen. Sementara itu, bronkitis adalah infeksi yang bersifat sementara serta tidak menimbulkan kerusakan paru-paru dalam jangka panjang.

 

Penyebab Bronkiektasis

 

Penyebab umum bronkiektasis adalah kerusakan atau infeksi pada dinding bronkus dan saluran pernapasan. Namun, terkadang tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kerusakan tersebut.

 

Kendati begitu, ada beberapa kondisi yang sering kali dikaitkan dengan kerusakan bronkus dan meningkatkan risiko terjadinya bronkiektasis, di antaranya:

 

 

Gejala Bronkiektasis

 

Gejala bronkiektasis berkembang secara perlahan dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Selama menderita penyakit ini, sejumlah gejala yang dapat dirasakan oleh penderita bronkiektasis adalah sebagai berikut:

 

 

Diagnosis Bronkiektasis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan stetoskop untuk mendengar suara paru-paru. 

 

Jika dokter mencurigai adanya bronkiektasis atau gejala yang tidak normal pada organ paru-paru, pasien dapat diminta untuk melakukan tes penunjang. Adapun beberapa pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan untuk mengonfirmasi bronkiektasis adalah sebagai berikut:

 

  • CT scan. 

  • Rontgen dada.

  • Tes darah.

  • Kultur darah atau dahak, untuk mengetahui ada tidaknya bakteri atau jamur.

  • Tes fungsi paru-paru.

  • Tes genetik.

  • Tes sampel keringat, untuk mengetahui apakah bronkiektasis disebabkan oleh cystic fibrosis.

  • Bronkoskopi.

 

Komplikasi Bronkiektasis

 

Bronkiektasis adalah kondisi yang perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Apabila tidak diatasi, bronkiektasis dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius, di antaranya adalah:

 

  • Batuk darah dalam jumlah yang banyak.

  • Atelektasis.

  • Gagal napas, yaitu kondisi gagalnya pertukaran antara oksigen dengan karbon dioksida di paru-paru.

  • Abses paru.

  • Gagal jantung.

 

Pengobatan Bronkiektasis

 

Pelebaran saluran pernapasan dan bronkus akibat bronkiektasis bersifat permanen, sehingga tujuan pengobatan bronkiektasis adalah untuk meredakan gejala, mengatasi penyebab yang mendasarinya, serta mencegah timbulnya komplikasi. Adapun jenis obat-obatan untuk penderita bronkiektasis adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri.

  • Bronkodilator (obat untuk melebarkan bronkus atau saluran pernapasan), seperti antikolinergik dan teofilin.

  • Obat pengencer dahak (ekspektoran), biasanya dikonsumsi sendiri atau dikombinasikan dengan dekongestan (obat untuk meredakan gejala hidung tersumbat).

 

Selain obat-obatan, biasanya dokter juga merekomendasikan beberapa terapi lainnya kepada pasien untuk mengurangi gejala bronkiektasis, seperti pemakaian rompi khusus, penggunaan alat bantu napas, fisioterapi dada, atau terapi pernapasan ACBT (active cycle of breathing technique).

 

Apabila kondisi pasien tidak kunjung membaik dengan obat-obatan dan terapi lainnya, dokter dapat merekomendasikan tindakan operasi. Namun, operasi ini hanya dilakukan apabila bronkiektasis hanya menyerang satu lobus (bagian) paru-paru dengan tujuan untuk mengangkat lobus yang terdampak bronkiektasis.

 

Itulah penjelasan mengenai bronkiektasis yang perlu dipahami. Apabila Anda mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut, jangan ragu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat dari dokter.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat bagi Anda yang membutuhkan perawatan dan penanganan medis langsung di rumah dengan gejala-gejala yang tergolong ringan. Layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat bisa dipesan secara mudah melalui aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail