Kesehatan Tubuh
Clubbing Finger - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Jari tabuh atau clubbing finger adalah kondisi ketika bagian ujung ruas jari tangan atau kaki membengkak dan membuat kuku tampak melengkung atau melebar menyerupai bagian belakang sendok.
Pada dasarnya, clubbing finger adalah kondisi yang tidak berbahaya. Meski demikian, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan serius, seperti gangguan hati, paru-paru, atau jantung. Mari simak informasi lengkap mengenai clubbing finger dalam artikel berikut ini.
Apa itu Clubbing Finger (Jari Tabuh)?
Jari tabuh atau clubbing finger adalah pembengkakan pada bagian ujung jari-jari tangan atau kaki sehingga membuat kuku terlihat melebar dan melengkung menyerupai sendok. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan oksigen dalam jangka waktu lama. Karena itu, clubbing finger adalah kondisi yang kerap dialami oleh penderita penyakit jantung atau gangguan paru-paru.
Penyebab Clubbing Finger
Berdasarkan penyebabnya, clubbing finger dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu clubbing finger primer dan clubbing finger sekunder. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
1. Clubbing Finger Primer
Penyebab clubbing finger primer adalah kelainan genetik langka, seperti primary hypertrophic osteoarthropathy (PHO) atau pachydermoperiostosis (PDP). Dalam kasus primary hypertrophic osteoarthropathy, penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Orthopaedic Translation menunjukkan bahwa terdapat dua gen utama yang berperan besar dalam kondisi ini, yaitu gen 2A1 (SLCO2A1) dan hydroxyprostaglandin dehydrogenase (HPGD).
Kedua gen tersebut diketahui dapat meningkatkan produksi senyawa prostaglandin yang menyebabkan peradangan di dalam tubuh sehingga memicu peningkatan protein yang disebut dengan faktor pertumbuhan endotel vaskular (vascular endothelial growth factor / VEGF).
Protein tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan pembuluh darah baru pada ujung jari dan kuku sehingga membuat bagian ujung jari tersebut membengkak.
2. Clubbing Finger Sekunder
Clubbing finger sekunder merupakan kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai penyakit kronis, seperti:
-
Fibrosis paru.
-
Mesothelioma.
-
Bronkiektasis.
-
Penyakit jantung bawaan, seperti sindrom Eisenmenger atau Tetralogy of Fallot (ToF).
-
Penyakit radang usus (inflammatory bowel disease), seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.
-
Graves disease.
-
Limfoma Hodgkin.
Gejala Clubbing Finger
Clubbing finger adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan bentuk bagian ujung jari-jari kedua tangan atau kaki. Dalam beberapa kasus, clubbing finger dapat terjadi hanya pada salah satu tangan.
Kondisi ini membuat bagian ujung jari membulat, membesar, kemerahan, dan terasa hangat serta lunak saat disentuh. Selain itu, bentuk kuku tampak cembung dan membulat, seperti bagian belakang sendok. Kulit dasar kuku penderita clubbing finger juga terlihat lebih tipis dan mengilap.
Selain itu, clubbing finger juga dapat disertai dengan gejala lain sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Adapun sejumlah gejala yang kerap menyertai clubbing finger adalah sebagai berikut.
-
Bibir membiru.
-
Detak jantung tidak teratur (aritmia).
-
Batuk.
-
Lemas atau bahkan pingsan saat melakukan aktivitas fisik berat.
-
Nyeri dada.
-
Pembengkakan di kedua kelopak mata, perut, atau tungkai.
Komplikasi Clubbing Finger
Clubbing finger dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menggenggam benda, menulis, atau memasak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius sesuai dengan penyebab yang mendasarinya, seperti:
-
Obstruksi usus jika disebabkan oleh penyakit radang usus.
-
Gangguan tumbuh kembang dan kerusakan struktur jantung jika disebabkan oleh penyakit jantung bawaan.
-
Efusi pleura, yaitu penumpukan cairan di dalam rongga pleura (selaput pelindung paru-paru).
-
Ensefalopati hepatik jika disebabkan oleh sirosis hati.
-
Metastasis jika clubbing finger disebabkan oleh kanker.
Diagnosis Clubbing Finger
Pada dasarnya, dokter dapat melakukan sejumlah prosedur pemeriksaan untuk mengidentifikasi kondisi medis yang mungkin menyebabkan clubbing finger. Adapun sejumlah metode pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis clubbing finger adalah:
-
Wawancara medis (anamnesis): Untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien, riwayat penggunaan obat-obatan, serta riwayat penyakit keluarga secara keseluruhan.
-
Pemeriksaan fisik: Dokter dapat memeriksa jari-jari pasien, dan mendengarkan suara napas dan jantung pasien menggunakan stetoskop.
-
Pemeriksaan profil lovibond: Pemeriksaan clubbing finger untuk mengukur sudut antara lipatan kuku dengan kuku. Pada jari yang normal, terdapat sudut yang menyiku antara kutikula (lapisan kulit yang melindungi kuku) dan bantalan kuku. Sementara itu, pada clubbing finger, sudut ini akan hilang dan membentuk sudut yang membulat atau menggembung.
-
Rasio kedalaman distal (interphalangeal): Untuk mengukur ruas-ruas jari yang terpisah oleh sendi. Pada kondisi normal, ruas ujung jari lebih pendek daripada ruas-ruas jari lainnya. Pada kasus clubbing finger, kondisi yang terjadi adalah sebaliknya.
-
Schamroth window test: Melalui prosedur ini, dokter akan mengarahkan pasien untuk menekukkan jari dengan sudut 90 derajat serta menempelkan kuku jari tangan kanan dan kiri agar saling berhadapan. Pada kondisi normal, akan terlihat celah kecil berbentuk seperti belah ketupat. Jika seseorang mengalami clubbing finger, dokter tidak menemukan celah kecil yang membentuk seperti belah ketupat di antara kuku dan kuku-kuku akan terlihat saling berdempetan.
-
Pemeriksaan penunjang: Dapat berupa tes darah, tes fungsi hati, tes fungsi tiroid, analisis gas darah, pengukuran saturasi oksigen, rontgen dada, CT scan, angiografi atau ekokardiografi untuk memeriksa seluruh kemungkinan kondisi medis yang menyebabkan clubbing finger.
Pengobatan Clubbing Finger
Pengobatan clubbing finger akan diberikan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Prosedur medis yang dapat dilakukan untuk menangani penyebab clubbing finger adalah sebagai berikut.
-
Terapi kanker, seperti kemoterapi, radioterapi, dan tindakan pembedahan.
-
Terapi oksigen dan fisioterapi untuk menangani pasien dengan gangguan jantung.
-
Tindakan operasi untuk menangani penyakit jantung bawaan.
-
Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat-obatan antiinflamasi, oktreotida, bifosfonat, dan obat penghambat adrenergik.
-
Perbaikan gaya hidup.
Pencegahan Clubbing Finger
Karena disebabkan oleh kelainan genetik, clubbing finger primer adalah kondisi yang cenderung tidak dapat dicegah. Namun, clubbing finger sekunder biasanya dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dari penyakit yang mendasarinya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya clubbing finger sekunder adalah:
-
Menggunakan alat pelindung diri jika bekerja di tempat yang berisiko tinggi terpapar senyawa kimia berbahaya.
-
Mendapatkan vaksinasi campak, pertusis, hepatitis, dan pneumonia.
-
Menghindari rokok dan paparan asap rokok.
-
Tidak menyalahgunakan NAPZA.
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang selama hamil untuk meminimalkan risiko kelainan kongenital pada bayi atau komplikasi lainnya selama kehamilan.
-
Mencuci tangan secara rutin untuk meminimalkan risiko penyebaran infeksi.
Apabila Anda mengalami sejumlah gejala atau tanda yang mengarah kepada kondisi clubbing finger, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang tepat.
Anda dapat melihat informasi jadwal praktik dan membuat janji temu dengan dokter secara praktis melalui fitur Cari Dokter. Selain itu, tersedia pula aplikasi MySiloam yang dapat membantu Anda dalam mengakses layanan kesehatan Siloam Hospitals, seperti memesan paket kesehatan, cek hasil skrining kesehatan, hingga konsultasi virtual dengan dokter. Unduh aplikasinya sekarang dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Ankle / Rontgen Pergelangan Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp289.000
TERPOPULER
Rontgen Tangan/Manus
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
Rontgen Pergelangan Tangan
Rontgen / X-Ray
Rp347.000
MRI Pergelangan Kaki/Ankle Non-Kontras (1 Sisi)
MRI / MRA
Rp2.870.000







