Kesehatan Tubuh
Myofascial Pain Syndrome - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Sindrom nyeri miofasial atau myofascial pain syndrome adalah suatu kondisi yang memengaruhi otot dan fasia (jaringan ikat tipis) di sekelilingnya. Kondisi ini ditandai dengan nyeri kronis jangka panjang pada bagian tubuh tertentu, seperti punggung, bahu, wajah, dan kepala (sakit kepala tegang).
Pada beberapa kasus, rasa nyeri pada myofascial pain syndrome muncul di bagian tubuh yang bukan merupakan lokasi cedera sebenarnya. Lalu, apa yang menyebabkan terjadinya myofascial pain syndrome? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Myofascial Pain Syndrome?
Seperti yang sudah dijelaskan, myofascial pain syndrome adalah gangguan nyeri kronis yang memengaruhi jaringan ikat yang menutupi otot, disebut juga dengan fasia. Kondisi ini dapat memengaruhi satu atau sekelompok otot.
Terkadang, rasa nyeri juga dapat terasa pada area tubuh yang bukan merupakan sumber penyebab nyerinya. Kondisi ini disebut juga nyeri alih atau referred pain. Nyeri yang sering dirasakan adalah nyeri bahu, nyeri punggung, sakit kepala tegang, dan nyeri wajah.
Sebenarnya, hampir semua orang pernah mengalami nyeri akibat ketegangan otot, namun hal tersebut berbeda dengan myofascial pain syndrome. Pada kondisi ini, rasa nyeri yang muncul bersifat terus-menerus dan tidak kunjung sembuh.
Myofascial pain syndrome cukup sering terjadi. Peneliti memperkirakan sekitar 30–85% pasien yang mengalami nyeri muskuloskeletal menderita kondisi ini. Sindrom nyeri miofasial biasanya ditemukan pada populasi berusia 27–50 tahun.
Penyebab Myofascial Pain Syndrome
Belum diketahui secara pasti apa penyebab myofascial pain syndrome. Namun, kondisi ini kerap terjadi setelah otot mengalami ketegangan berulang kali, misalnya karena pekerjaan atau gerakan tertentu. Ketegangan otot tersebut juga bisa berkaitan dengan stres, postur tubuh yang buruk, dan otot yang lemah.
Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya myofascial pain syndrome adalah sebagai berikut:
-
Cedera otot. Tekanan atau cedera pada otot yang sedang berlangsung dapat menyebabkan terbentuknya titik pemicu, misalnya di dalam atau di dekat otot yang tegang. Gerakan berulang dan postur tubuh yang buruk juga bisa meningkatkan risikonya.
-
Stres dan kecemasan. Orang yang sering merasa stres dan cemas lebih mungkin mengalami titik pemicu di otot. Pasalnya, orang yang sedang cemas cenderung mengepalkan otot. Di mana, mengepalkan otot merupakan bentuk ketegangan berulang yang bisa merangsang titik pemicu.
-
Faktor ergonomis, misalnya aktivitas berlebihan, postur tubuh tidak normal.
-
Faktor struktural, seperti spondylosis (gangguan degeneratif pada tulang belakang), skoliosis, osteoartritis).
-
Faktor sistemik, terdapat penyakit yang menyertai dan dapat mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan seperti hipotiroidisme, infeksi kronis, defisiensi vitamin D, defisiensi zat besi.
Gejala Myofascial Pain Syndrome
Gejala sindrom nyeri miofasial pada setiap orang bisa berbeda-beda. Terkadang, nyeri bisa muncul sekaligus dan secara tiba-tiba. Namun, di lain waktu, nyeri terasa tumpul dan berlangsung terus berlanjut (konstan). Beberapa gejala umum myofascial pain syndrome adalah sebagai berikut:
-
Timbul rasa nyeri, berdenyut, kencang, dan kaku pada bagian tubuh tertentu.
-
Adanya titik pemicu (benjolan kecil, nodul, atau simpul pada otot) terasa sakit saat disentuh atau saat tidak disentuh sekalipun. Gejala ini biasanya berkembang dari waktu ke waktu seiring memburuknya kondisi.
-
Otot yang melemah.
-
Berkurangnya rentang gerak sendi, misalnya tidak dapat memutar bahu sepenuhnya.
Pada beberapa kondisi, penderita myofascial pain syndrome juga merasakan gangguan kesehatan lainnya, seperti:
-
Sakit kepala.
-
Kurang tidur.
-
Stres.
-
Kecemasan.
-
Merasa lelah.
Diagnosis Myofascial Pain Syndrome
Untuk menegakkan diagnosis myofascial pain syndrome, dokter biasanya melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan pasien. Lalu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan terutama pada bagian otot yang terdampak. Selain itu, dokter mungkin memberikan tekanan yang lembut menggunakan jari pada otot yang terdampak untuk merasakan area yang nyeri.
Sebenarnya, tidak ada tes penunjang khusus yang digunakan untuk mendiagnosis myofascial pain syndrome. Namun, mengingat bahwa nyeri otot sendiri memiliki banyak kemungkinan penyebab, dokter mungkin melakukan tes atau prosedur medis tertentu untuk menyingkirkan penyebab lain dari nyeri otot, serta mencari faktor risiko dan penyebab penyakit ini.
Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis myofascial pain syndrome adalah:
-
Ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk menyingkirkan penyakit bursitis dan tendinopati.
-
X-ray. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi gangguan atau kelainan pada struktural tulang, seperti spondylosis, skoliosis, stenosis foraminal, dan lain-lain.
-
Elektromiografi (EMG). EMG dapat digunakan untuk memeriksa penyakit atau gangguan pada sistem neuromuskular (saraf dan otot).
-
Pemeriksaan laboratorium darah seperti fungsi tiroid atau kadar vitamin D.
Pengobatan Myofascial Pain Syndrome
Perawatan sindrom nyeri miofasial umumnya meliputi pemberian obat-obatan, menyuntikkan antinyeri pada titik pemicu nyeri, dan terapi fisik. Selain itu, olahraga juga merupakan bagian penting dari rencana perawatan. Dokter dapat merekomendasikan lebih dari satu jenis perawatan untuk mengatasi nyeri, di antaranya:
-
Pemberian obat-obat. Jenis obat yang biasanya diberikan kepada pasien myofascial pain syndrome adalah:
-
Obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan natrium naproxen.
-
Antidepresan, obat ini dapat membantu meredakan nyeri dan meningkatkan kualitas tidur.
-
Obat pelemas otot, seperti benzodiazepine dapat membantu mengobati kecemasan dan kurang tidur yang sering kali menyertai sindrom ini. Pasalnya, jenis obat ini dapat menyebabkan kantuk.
-
Terapi fisik. Terapi ini dapat membantu meringankan rasa sakit yang dialami pasien. Terapi fisik umumnya meliputi:
-
Peregangan. Terapis akan membantu pasien melakukan peregangan secara perlahan untuk meringankan nyeri pada otot. Bila pasien merasakan nyeri di titik pemicu saat peregangan, terapis juga dapat memberikan semprotan antinyeri pada kulit.
-
Pijat. Terapis akan memijat otot yang terasa nyeri untuk meringankan gejala pasien.
-
Prosedur medis lainnya. Umumnya, prosedur medis ini meliputi:
-
Memberikan injeksi atau menyuntikkan obat antinyeri atau steroid di titik pemicu nyeri. Dalam hal ini, dokter juga bisa menggunakan botox.
-
Dry needling. Prosedur ini dilakukan dengan menusukkan jarum pada titik pemicu nyeri untuk mengurangi ketegangan otot.
-
TENS (transcutaneous electronic nerve stimulation). Terapi ini dilakukan untuk mengalirkan arus listrik kecil di area yang nyeri menggunakan elektroda yang ditempelkan pada kulit.
-
Ultrasonografi. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk meningkatkan aliran darah sehingga bisa mengurangi rasa nyeri pada otot.
Myofascial pain syndrome adalah suatu kondisi yang dapat diobati. Untuk itu, bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada kondisi ini, misalnya nyeri otot yang tak kunjung membaik, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari Dokter Spesialis Tulang (Ortopedi).
Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, memeriksa hasil pemeriksaan, dan menikmati berbagai layanan kesehatan yang mudah dan praktis lainnya, seperti melakukan self check in serta mengantre secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







