Kesehatan Mental
Thanatophobia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Thanatophobia adalah rasa takut berlebih terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kematian. Secara umum, kondisi ini dapat membuat penderitanya merasa cemas berlebih saat membayangkan dirinya atau orang yang mereka sayangi meninggal dunia. Mari simak pembahasan lengkap mengenai apa itu thanatophobia, termasuk penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya dalam artikel berikut ini.
Apa itu Thanatophobia?
Seperti yang telah dijelaskan bahwa thanatophobia adalah jenis fobia spesifik yang membuat orang merasa takut secara berlebihan terhadap kematian. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa sangat cemas tentang kematian diri sendiri atau orang-orang yang disayangi. Adapun nama lain dari thanatophobia adalah death anxiety.
Penelitian menunjukkan bahwa kecemasan akan kematian adalah hal yang umum, meski orang cenderung tidak menyampaikan keluhan mereka. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa antara 3–10% orang merasa lebih gugup dibandingkan orang lain ketika memikirkan kematian. Thanatophobia berisiko mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Secara umum, thanatophobia juga bisa menimbulkan beberapa jenis fobia spesifik lainnya, seperti:
-
Aerophobia (fobia naik pesawat terbang).
-
Agoraphobia (fobia saat berada di tempat atau situasi yang membuat seseorang merasa cemas, panik, dan tidak berdaya).
-
Aquaphobia (fobia terhadap air).
-
Arachnophobia (fobia terhadap laba-laba).
-
Claustrophobia (fobia terhadap ruang sempit dan tertutup).
Penyebab Thanatophobia
Belum diketahui secara pasti apa penyebab fobia terhadap kematian atau thanatophobia. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini dapat dipicu oleh pengalaman traumatis terkait dengan kematian atau kehilangan orang tua maupun orang yang disayangi.
Di samping itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami thanatophobia adalah sebagai berikut:
-
Memiliki riwayat penyakit serius yang mematikan.
-
Orang dewasa muda dan lansia. Orang dewasa muda biasanya lebih sering merasa takut akan kematian, sementara lansia cenderung takut terhadap proses kematian.
-
Menderita anxiety disorder atau depresi.
-
Memiliki anggota keluarga atau teman dekat dalam jumlah sedikit.
-
Melihat orang tua atau orang terdekat meninggal.
-
Mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan yang membuat seseorang hampir meninggal dunia.
-
Memiliki kepercayaan diri yang rendah (low self-esteem).
-
Merasa tidak puas dengan hidupnya.
Gejala Thanatophobia
Gejala utama thanatophobia adalah rasa takut berlebihan saat memikirkan kematian. Hal tersebut dapat membuat seseorang cenderung menghindari tempat atau situasi yang berkaitan dengan kematian. Bahkan, penderita thanatophobia mungkin juga akan terobsesi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara terus-menerus karena khawatir menderita penyakit yang berisiko menyebabkan kematian.
Oleh karenanya, orang dengan thanatophobia juga bisa mengalami hipokondriasis, yaitu kondisi yang membuat penderitanya percaya bahwa ia menderita penyakit serius (padahal tidak) dan mencemaskan kesehatannya secara berlebihan.
Kondisi ini juga dapat membuat penderitanya mengalami serangan panik (panic attack) yang bisa menimbulkan sejumlah gejala, di antaranya sebagai berikut:
-
Mual.
-
Hiperventilasi (napas cepat).
-
Pusing.
-
Badan gemetar.
-
Keringat dingin.
-
Sakit perut.
-
Jantung berdebar (palpitasi).
-
Sakit perut.
-
Susah tidur.
Selain itu, ketika thanatophobia muncul atau semakin memburuk, penderita juga dapat mengalami beberapa gejala mental, seperti:
-
Enggan berinteraksi dengan keluarga atau teman dekat dalam jangka waktu yang lama.
-
Mudah marah.
-
Sedih berkepanjangan.
-
Cemas dan gelisah.
-
Menutup diri dari lingkungan sosial.
-
Merasa khawatir terus-menerus.
Diagnosis Thanatophobia
Pada dasarnya, tidak ada tes khusus yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis thanatophobia. Namun, dokter dapat melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan dan perasaan pasien mengenai rasa takutnya akan kematian.
Dokter juga perlu mengevaluasi kondisi fisik pasien dan kesehatan mental pasien secara keseluruhan untuk mengesampingkan kondis lain yang dapat menimbulkan gejala serupa, seperti obsessive-compulsive disorder atau gangguan kecemasan lainnya.
Diagnosis fobia, termasuk thanatophobia, dapat ditegakkan jika pasien mengalami beberapa hal berikut ini:
-
Gejala muncul setelah pasien berhadapan dengan objek atau situasi yang ditakuti.
-
Ketakutannya muncul pada situasi atau objek tertentu secara spesifik, misalnya kematian atau proses menjelang kematian.
-
Pasien berusaha sekuat tenaga untuk menghindari objek atau situasi yang ditakuti.
-
Ketakutan pasien terhadap objek atau situasi tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari.
-
Gejala telah berlangsung selama enam bulan atau lebih.
Cara Mengatasi Thanatophobia
Apabila telah mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter dapat menangani thanatophobia melalui beberapa metode pengobatan, di antaranya adalah psikoterapi, teknik relaksasi, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Berikut penjelasan selengkapnya.
-
Psikoterapi. Beberapa jenis psikoterapi yang umum dilakukan untuk menangani thanatophobia adalah:
-
Terapi perilaku kognitif: Memperbaiki pola pikir pasien terkait dengan kematian, termasuk menanamkan sugesti bahwa kematian merupakan hal yang wajar terjadi dan dapat dialami oleh semua orang.
-
Exposure therapy (terapi paparan): Dilakukan dengan memaparkan hal-hal yang ditakuti oleh pasien secara bertahap, seperti mengarahkan pasien untuk mengunjungi rumah sakit, menulis surat wasiat, dan membaca berita kematian.
-
Teknik relaksasi. Dokter dapat mengajarkan pasien untuk melakukan teknik relaksasi, seperti teknik pernapasan dan yoga. Tujuannya adalah agar pasien bisa lebih tenang saat berhadapan dengan hal-hal yang berkaitan dengan kematian.
-
Penggunaan obat-obatan. Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan atau obat anticemas guna membantu meredakan gejala.
Pencegahan Thanatophobia
Pada dasarnya, tidak ada cara khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya thanatophobia. Meski demikian, terdapat beberapa upaya yang bisa diterapkan untuk membantu mengurangi dampak thanatophobia terhadap aktivitas sehari-hari. Beberapa upaya tersebut, di antaranya:
-
Menghindari hal-hal yang bisa memperburuk rasa cemas, seperti kafein, obat-obatan terlarang, atau minuman beralkohol.
-
Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau orang terdekat jika sedang mengalami kondisi yang menimbulkan rasa cemas.
-
Jangan ragu untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater apabila mengalami tekanan hidup.
Dapat disimpulkan, thanatophobia adalah kondisi yang perlu mendapatkan penanganan dengan tepat, terutama jika telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada thanatophobia, segera konsultasikan hal tersebut dengan Psikiatri untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Anda juga bisa menggunakan layanan Telekonsultasi untuk memperoleh saran perawatan dari dokter secara online tanpa perlu keluar rumah.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







