Ibu dan Anak
Apa Itu Tunagrahita? Bisa Terjadi pada Anak-Anak dan Dewasa!

Table of Contents
Tunagrahita adalah kondisi ketika seseorang memiliki kemampuan intelektual dan kognitif di bawah rata-rata. Pengidap tunagrahita umumnya mengalami kesulitan untuk belajar, berkomunikasi dan memecahkan masalah. Pada anak-anak, kondisi ini biasanya ditandai dengan keterlambatan perkembangan. Lantas, apa yang menyebabkan seseorang mengalami disabilitas intelektual? Mari simak ulasan selengkapnya pada artikel berikut.
Apa Itu Tunagrahita (Disabilitas Intelektual)?
Tunagrahita adalah istilah lain dari disabilitas intelektual yang menggambarkan keterbatasan intelektual pada seseorang. Kondisi ini umumnya terdeteksi sejak masa kanak-kanak, namun dapat juga muncul ketika dewasa. Perlu diketahui bahwa kondisi ini sudah tidak lagi disebut sebagai keterbelakangan mental.
Tunagrahita membuat penderitanya mengalami kesulitan menjalankan fungsi intelektual, seperti berkomunikasi, menangkap pelajaran, dan mencari solusi dari suatu masalah. Selain itu, penderita juga mengalami gangguan pada fungsi adaptif, seperti kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari dan sulit melakukan sesuatu secara mandiri.
Penyebab Tunagrahita
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya disabilitas intelektual, baik sebelum ataupun sesudah seseorang dilahirkan dan di usia-usia awal kanak-kanak. Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko tunagrahita adalah:
-
Faktor genetik: Tunagrahita dapat disebabkan oleh perubahan gen secara abnormal atau mutasi gen yang diturunkan dari orang tua, misalnya gen penyebab Down syndrome.
-
Komplikasi kehamilan: Komplikasi pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi yang berada di dalam kandungan tidak berkembang sebagaimana mestinya. Misalnya, ibu yang mengalami infeksi Rubella selama kehamilan berisiko melahirkan bayi dengan disabilitas intelektual.
-
Masalah saat persalinan: Komplikasi selama proses persalinan juga dapat meningkatkan risiko tunagrahita pada bayi, misalnya janin yang tidak mendapatkan cukup oksigen, kelahiran prematur, dan infeksi otak setelah bayi dilahirkan.
-
Cedera otak: Tunagrahita pada orang dewasa dapat disebabkan oleh cedera otak akibat kecelakaan atau terjatuh.
-
Penyakit atau paparan racun: Sejumlah penyakit seperti infeksi otak, campak, stroke, dan meningitis dapat meningkatkan risiko terjadinya tunagrahita. Selain itu, tunagrahita juga bisa dipengaruhi oleh malnutrisi yang parah, perawatan medis yang tidak tepat, serta paparan racun, seperti timbal dan merkuri.
Ciri-Ciri Tunagrahita
Tunagrahita biasanya dapat dikenali sejak masa kanak-kanak. Biasanya, anak pengidap tunagrahita mengalami keterlambatan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Secara umum, beberapa gejala tunagrahita adalah sebagai berikut:
A. Gejala yang berkaitan dengan kemampuan intelelektual:
-
Keterlambatan dalam mempelajari segala sesuatu, baik saat di sekolah atau dari lingkungan sekitarnya.
-
Kemampuan membaca yang cukup lambat.
-
Mengalami masalah dengan penalaran dan logika.
-
Kesulitan memecahkan masalah.
-
Kesulitan dalam merencanakan sesuatu.
-
Tidak mampu berpikir kritis.
-
Sulit mengingat.
-
Mudah terganggu dan sulit memusatkan perhatian.
-
Sering marah-marah tidak terkendali.
B. Gejala yang berkaitan dengan perilaku adaptif:
-
Keterlambatan dalam mempelajari toilet training dan aktivitas perawatan diri, seperti mandi dan berpakaian.
-
Perkembangan sosial yang lebih lambat.
-
Membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas dasar yang seharusnya bisa dilakukan sendiri pada usianya.
-
Kesulitan memahami batasan sosial.
-
Kesulitan melakukan pekerjaan rumah atau pekerjaan umum lainnya.
-
Kesulitan berinteraksi atau menjalin hubungan dengan orang lain, baik dalam pertemanan maupun percintaan.
-
Kesulitan memahami konsep-konsep manajemen waktu dan uang.
Selain beberapa gejala di atas, pada beberapa kasus anak yang mengidap disabilitas intelektual juga dapat mengalami sejumlah gangguan lain, seperti gangguan kemampuan motorik, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, autisme, hingga kejang.
Diagnosis Tunagrahita
Terdapat sejumlah pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis tunagrahita. Beberapa pemeriksaan tersebut mungkin bisa membantu dokter untuk mendeteksi disabilitas intelektual di usia kanak-kanak, namun tidak dapat menentukan tingkat keparahan kondisi tunagrahita pada anak hingga ia cukup usia untuk menjalani tes IQ dan tes fungsi adaptif. Beberapa pemeriksaan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
-
Tes darah, urine, dan tes laboratorium lainnya.
-
Konseling genetik, dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan kondisi genetik yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tunagrahita.
-
Tes MRI, untuk mendeteksi masalah pada struktur otak yang dapat menyebabkan tunagrahita.
Komplikasi Tunagrahita
Tunagrahita adalah suatu kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah mental atau sejumlah kondisi lainnya, terutama jika pengidap tidak segera mendapatkan penanganan dengan tepat. Beberapa kondisi yang bisa ditimbulkan oleh tunagrahita adalah:
-
Gangguan spektrum autisme.
-
Gangguan perilaku impulsif.
-
Gangguan suasana hati, utamanya anxiety disorder dan depresi.
-
Movement disorder, seperti penyakit Parkinson.
Penanganan Disabilitas Intelektual
Hingga kini, belum ada obat yang secara spesifik dapat menyembuhkan tunagrahita sehingga penanganan disabilitas intelektual yang dilakukan dengan terapi dan latihan rutin hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Adapun beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk menangani anak dengan tunagrahita adalah:
-
Memahami tentang tunagrahita atau disabilitas intelektual.
-
Memahami bahwa anak memerlukan waktu lebih lama untuk belajar.
-
Mengikuti komunitas atau organisasi pendukung disabilitas intelektual.
-
Secara konsisten mengajari anak kemandirian dan tanggung jawab.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, apabila Anda mencurigai adanya gejala tunagrahita pada anak, seperti mengalami keterlambatan di beberapa aspek perkembangannya, segera kunjungi Dokter Spesialis Neurologi Subspesialis Neuropediatri di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang dapat mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Kesehatan Otak Basic
Skrining Pria & Wanita
14 Service/Item
Rp1.500.000
Terapi Wicara (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp329.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







