Ureteroskopi (URS), Prosedur Minimal Invasif untuk Tangani Batu Ginjal
Kesehatan Tubuh

Ureteroskopi (URS), Prosedur Minimal Invasif untuk Tangani Batu Ginjal

12 Juni 2026 5 menit waktu baca
mengenal urs sebagai pengobatan batu ginjal

Batu ginjal adalah kondisi terbentuknya batu di dalam ginjal akibat endapan asam urat atau kalsium yang mengeras dan berikatan dengan bahan kimia oksalat dalam urine. Salah satu prosedur yang sering digunakan untuk penanganan batu ginjal adalah ureteroskopi (URS).

 

Ureteroskopi adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan menggunakan alat khusus (ureteroskop) untuk melihat dan mengatasi batu ginjal berukuran kecil. Mari pahami lebih lanjut mengenai indikasi, prosedur, dan risiko efek samping operasi URS melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Ureteroskopi?

 

Ureteroskopi adalah prosedur pengobatan batu ginjal yang dilakukan dengan memasukkan alat khusus bernama ureteroskop (tabung panjang dan tipis) melalui kandung kemih dan ureter, yaitu saluran dalam sistem urinaria yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih. Setelah dimasukkan, alat tersebut akan naik ke ureter dan menuju lokasi batu ginjal. Operasi URS ini umumnya dilakukan untuk mengeluarkan batu ginjal dengan ukuran di bawah 1,5 cm.

 

Prosedur ureteroscopy merupakan salah satu pilihan pengobatan batu ginjal yang cukup populer dan sering direkomendasikan oleh dokter spesialis urologi. Prosedur ini biasanya dilakukan ketika batu ginjal berada di ureter dan muncul gejala hematuria (darah dalam urine). Durasi yang diperlukan dalam prosedur URS adalah sekitar 1–3 jam.

 

Perbedaan Ureteroskopi dan ESWL

 

Selain URS, prosedur ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) juga sering dilakukan untuk menangani batu ginjal. Perbedaan URS dan ESWL sendiri terletak pada metodenya. URS adalah metode minimal invasif yang dilakukan menggunakan alat ureteroskop.

 

Sementara itu, ESWL adalah tindakan noninvasif (tanpa pembedahan) yang bertujuan memecahkan batu di saluran kemih menggunakan gelombang kejut (shock wave) dari luar tubuh, namun diposisikan tepat pada lokasi batu. Setelah menjalani prosedur, diharapkan batu dapat keluar melalui urine tanpa pembedahan.

 

Semua pasien berhak mengetahui semua opsi yang dimiliki, baik untuk diagnosis maupun pengobatan. Karenanya, mencari second opinion mungkin diperlukan untuk memantapkan rencana pengobatannya. Dalam situasi ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis lain untuk memastikan bahwa terapi yang disarankan sudah sesuai dengan kondisinya.

 

Siapa yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan Menjalani Ureteroskopi?

 

Prosedur URS umumnya digunakan untuk mengobati batu yang terletak di ureter, terutama yang paling dekat dengan kandung kemih atau di bagian bawah ureter. Selain itu, ureteroskopi adalah metode yang dinilai efektif untuk mengatasi masalah batu ginjal pada:

 

  • Wanita yang sedang hamil.

  • Penderita obesitas atau berat badan berlebih.

  • Seseorang dengan gangguan pembekuan darah.

 

Secara umum, URS memang merupakan prosedur pengobatan batu ginjal yang aman untuk dilakukan. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang membuat seseorang tidak dianjurkan menjalani ureteroskopi, seperti:

 

  • Pasien dengan batu ginjal berukuran besar karena dapat meningkatkan risiko pecahan batu tersisa.

  • Pasien dengan riwayat obstruksi saluran kemih, karena ureteroskop tidak bisa masuk ke dalam saluran kemih.

 

Guna memastikan bahwa prosedur URS adalah metode yang tepat bagi pasien, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

 

  • Tes urine untuk mendiagnosis infeksi.

  • Tes pemindaian dengan CT scan untuk melihat bentuk, ukuran, dan lokasi batu.

  • Tes MRI untuk melihat gambaran organ ginjal, kandung kemih serta batu pada saluran kemih secara lebih jelas.

 

Persiapan Ureteroskopi

 

Sebenarnya, tidak ada persiapan khusus sebelum menjalani URS. Biasanya, dokter hanya akan meminta pasien untuk mengonsumsi banyak air dan buang air kecil sebelum prosedur ini dilakukan. Jika pasien mengalami infeksi saluran kemih, dokter akan memberikan obat antibiotik untuk menangani infeksi saluran kemih. Setelah pasien dinyatakan bebas dari infeksi saluran kemih, prosedur URS dapat dilakukan.

 

Beberapa instruksi umum yang biasanya disampaikan oleh dokter kepada pasien sebelum menjalani URS adalah sebagai berikut:

 

  • Kapan waktu untuk berhenti mengonsumsi obat tertentu, misalnya obat pengencer darah.

  • Kapan waktu untuk mengosongkan kandung kemih.

  • Kapan waktu harus berhenti makan dan minum.

  • Hal yang perlu diperhatikan saat perjalanan pulang.

 

Prosedur Ureteroskopi

 

Terdapat dua metode yang bisa dilakukan dalam prosedur ureteroskopi. Jika ukuran batu masih tergolong kecil, dokter akan menggunakan ureteroskop yang dilengkapi kantung untuk membawa batu keluar. Namun, apabila batu berukuran besar, ureteroskop akan dilengkapi sinar laser untuk memecah batu dari dalam. Secara umum, prosedur ini meliputi beberapa tahapan berikut:

 

  • Pemberian anestesi. Prosedur URS diawali dengan pemberian bius pada pasien agar pasien tidak merasakan nyeri selama prosedur. 

  • Pemasangan ureteroskop. Dokter akan memasukkan ureteroskop melalui uretra menuju ureter. Ketika sampai di kandung kemih, dokter akan melakukan sterilisasi untuk mencapai ureter yang memakan waktu sekitar 30 menit.

  • Pengangkatan atau pemecahan batu. Setelah mencapai ureter, dokter akan mengangkat atau melakukan pemecahan batu ginjal. Proses ini memerlukan waktu lebih lama, yaitu kurang lebih 90 menit. 

  • Penyelesaian prosedur. Saat batu berhasil diangkat atau dipecahkan, ureteroskop akan dikeluarkan. Efek obat bius akan hilang dalam 1–4 jam setelah tindakan.

  • Pemantauan setelah tindakan. Kemudian, 2 jam setelah sadar, dokter akan meminta pasien untuk meminum ½ liter air. 

 

Pasien biasanya akan merasa nyeri saat buang air kecil dan urine akan disertai darah dalam waktu 24 jam ke depan. Untuk mengurangi nyeri pada pasien, dokter umumnya meresepkan obat antinyeri. Dokter akan memberikan obat antibiotik apabila pasien mengalami tanda infeksi, seperti demam tinggi dan nyeri yang tidak kunjung hilang.

 

Pascaprosedur Ureteroskopi

 

Pasien diperbolehkan untuk pulang ketika kondisinya sudah dinyatakan pulih. Namun, pasien tetap disarankan untuk menjalani perawatan pascaoperasi URS secara mandiri di rumah dengan:

 

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.

  • Meletakkan kain hangat di area lubang kencing guna mengurangi rasa nyeri.

  • Mandi dengan air hangat untuk mengurangi sensasi terbakar setelah operasi.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai dengan anjuran dokter.

 

Risiko Efek Samping Ureteroskopi

 

Beberapa efek samping yang biasanya muncul setelah prosedur URS adalah sebagai berikut:

 

  • Sensasi terbakar saat buang air kecil, namun cukup ringan.

  • Nyeri pada area ginjal atau kandung kemih saat buang air kecil.

  • Terdapat darah dalam urine (hematuria).

  • Sulit menahan kencing sehingga lebih sering ke kamar mandi.

 

Efek samping tersebut biasanya tidak bertahan lebih dari 24 jam. Namun, apabila gejala tersebut disertai keluhan lainnya, seperti demam, perdarahan, atau nyeri yang memburuk lebih dari satu hari, maka pasien disarankan untuk segera menghubungi dokter.

 

Penting untuk diingat bahwa prosedur URS hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis ditegakkan. Dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani tindakan URS.

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, dengan teknologi medis yang canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda dapat memperoleh tinjauan medis yang lengkap di Indonesia. Apabila Anda mengalami gejala yang dicurigai berkaitan dengan kondisi batu ginjal, seperti terasa sakit pada perut bagian bawah disertai nyeri saat buang air kecil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Urologi di Siloam terdekat untuk memperoleh penanganan yang tepat maupun mendapatkan second opinion.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

 

Untuk mengakses layanan kesehatan berstandar internasional dengan mudah, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion penanganan komprehensif

message

ArticleDetail