Pola Hidup Sehat
Tips Diet Antiinflamasi, Bantu Lawan Peradangan dari Dalam

Table of Contents
Diet antiinflamasi adalah pola makan yang dirancang untuk membantu mengurangi peradangan kronis dalam tubuh. Pasalnya, peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap berbagai kondisi kesehatan, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, gangguan autoimun, hingga masalah sendi.
Oleh karenanya, pemilihan jenis makanan yang tepat penting untuk mencegah peradangan lebih lanjut yang berdampak serius. Diet antiinflamasi tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi medis tertentu namun juga mendukung gaya hidup yang lebih sehat secara menyeluruh. Mari simak informasi selengkapnya mengenai diet antiinflamasi di bawah ini.
Apa Itu Diet Antiinflamasi?
Peradangan (inflamasi) adalah respons alami tubuh terhadap cedera, infeksi, atau penyakit, ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, dan rasa hangat, dan biasanya dapat sembuh sendiri. Namun, terdapat juga peradangan sistemik yang bersifat kronis dan dapat berlangsung lama. Peradangan kronis ini berperan dalam berbagai penyakit seperti obesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe 2, penyakit jantung, radang usus, beberapa jenis kanker, artritis, dan Alzheimer.
Diet antiinflamasi adalah diet yang berfokus pada buah-buahan dan sayuran sehat yang sering kali merupakan sumber antioksidan yang baik. Antioksidan merupakan molekul dalam makanan yang dapat membantu menghilangkan radikal bebas dari tubuh. Sebagai catatan, radikal bebas adalah produk sampingan alami dari beberapa proses, termasuk metabolisme.
Jenis-Jenis Diet Antiinflamasi
Sebenarnya, sudah ada beberapa jenis diet populer yang secara tidak langsung mengikuti prinsip diet antiinflamasi. Jenis diet tersebut, di antaranya:
-
Diet Mediterania: Diet yang fokus pada makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, ikan, dan minyak sehat (misalnya minyak zaitun). Pola makan ini dapat mengurangi dampak peradangan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
-
Diet DASH: Diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) adalah diet yang dirancang untuk membantu menurunkan tekanan darah. Selain itu, diet ini juga berdampak positif pada penurunan penanda peradangan dalam tubuh. Diet ini juga bermanfaat untuk peradangan itu sendiri (arthritis), seperti membantu menurunkan kadar asam urat, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit asam urat (gout).
Manfaat Diet Antiinflamasi
Diet antiinflamasi bermanfaat sebagai terapi pendamping untuk mengelola berbagai kondisi medis yang disebabkan oleh peradangan kronis. Kondisi-kondisi tersebut, di antaranya:
-
Asma.
-
Kolitis.
-
Tiroid Hashimoto, penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid.
-
Penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).
Cara Melakukan Diet Antiinflamasi
Diet antiinflamasi bisa dilakukan dengan memperbanyak asupan makanan yang disarankan dan mengurangi atau menghindari makanan-makanan yang menyebabkan peradangan semakin parah. Berikut masing-masing penjelasan mengenai makanan yang disarankan dan dibatasi:
1. Makanan yang Disarankan dalam Diet Antiinflamasi
Diet antiinflamasi menggabungkan beberapa makanan yang:
-
Kaya akan nutrisi.
-
Menyediakan berbagai antioksidan.
-
Mengandung lemak sehat.
Beberapa rekomendasi makanan yang dapat membantu mengatasi peradangan adalah sebagai berikut:
-
Ikan yang mengandung lemak sehat, seperti tuna dan salmon.
-
Sayuran, termasuk kangkung, bayam, dan brokoli.
-
Buah-buahan, seperti bluberi, blackberry, stroberi, dan ceri.
-
Kacang-kacangan seperti kacang almond, walnut, hazelnut, macadamia, dan pistachio.
-
Biji-bijian seperti quinoa, chia seed, flax seed, dan oat.
-
Buah zaitun atau minyak zaitun.
2. Makanan yang Perlu Dibatasi dalam Diet Antiinflamasi
Adapun beberapa jenis makanan yang perlu dibatasi atau dihindari karena dapat memperparah peradangan adalah sebagai berikut:
-
Makanan dengan tambahan gula atau garam.
-
Makanan yang mengandung banyak gula tambahan, seperti permen, jeli, dan sirup.
-
Minuman yang mengandung gula seperti minuman bersoda, minuman manis dalam botol atau kaleng, minuman olahraga, dan lain-lain.
-
Roti dan pasta yang dibuat dengan tepung putih.
-
Makanan yang digoreng dengan metode deep fried seperti kentang goreng, ayam goreng, dan donat.
-
Makanan olahan, seperti sosis dan daging asap.
-
Minyak yang tidak sehat, yaitu minyak yang sudah dipakai berkali-kali.
-
Makanan ringan olahan, seperti keripik dan biskuit.
-
Konsumsi alkohol berlebih.
Sementara itu, beberapa jenis makanan yang sering menyebabkan intoleransi dan bisa memicu peradangan pada orang-orang tertentu, antara lain:
-
Produk susu.
-
Gluten, misalnya pada produk roti, kue, sereal, dan pasta.
-
Sayuran jenis nightshade (Solanaceae), seperti tomat, terong, paprika, cabai, dan kentang.
-
Sayuran cruciferous (golongan Brassica, yaitu keluarga kubis), seperti brokoli, sawi hijau, kembang kol, dan kubis.
Tips Aman Diet Antiinflamasi
Bagi yang sedang mencoba menerapkan diet antiinflamasi, berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan:
-
Saat belanja mingguan, usahakan membeli berbagai macam buah, sayur, dan camilan sehat. Tujuannya agar selalu sedia pilihan makanan sehat di rumah sehingga tidak tergoda makanan olahan.
-
Membaca komposisi atau informasi gizi pada bahan suatu produk makanan atau minuman. Banyak makanan olahan yang mengandung gula tersembunyi.
-
Cara menyiapkan makanan dengan memanggang, mengukus, atau menumis lebih baik daripada menggoreng dengan menggunakan minyak yang banyak atau memanggang.
-
Gantilah makanan cepat saji secara bertahap dengan menu rumahan yang lebih sehat. Misalnya, mulai dengan membawa bekal sendiri ke kantor atau sekolah.
-
Mengurangi minuman manis seperti soda dan ganti dengan air mineral biasa atau air berkarbonasi tanpa gula.
-
Berkonsultasi dengan dokter mengenai suplemen yang cocok untuk dikonsumsi.
-
Olahraga ringan setidaknya 30 menit per hari, misalnya jalan cepat (brisk walking) atau bersepeda.
-
Tidur yang cukup dan berkualitas. Kurang tidur bisa memperparah kondisi peradangan di dalam tubuh.
Itulah penjelasan mengenai diet antiinflamasi yang perlu Anda ketahui. Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas sekadar bertujuan sebagai edukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Manfaat dan risikonya bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.
Apabila ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai jenis diet yang sesuai untuk kondisi kesehatan Anda, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran kesehatan lebih komprehensif sesuai dengan kondisi tubuh.
Guna menunjang kesehatan tubuh, selain beraktivitas fisik, Anda juga bisa memesan layanan Paket Catering Sehat dari Siloam Hospitals. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda, serta sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi bersama ahli gizi kami. Praktis, anda bisa memesannya secara virtual melalui aplikasi MySiloam.
Sumber
StatPearls. Anti-Inflammatory Diets. Diakses pada 2025 | Harvard Health Publishing. Foods that fight inflammation. Diakses pada 2025 | Medical News Today | Anti-inflammatory diet: What to know. Diakses pada 2025 | Hopkins Medicine. Anti Inflammatory Diets. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






