Pola Hidup Sehat
Efek Makan Gorengan bagi Kesehatan, Perlu Diwaspadai

Table of Contents
Sebagian orang gemar mengonsumsi makanan yang digoreng karena memiliki tekstur yang renyah dan gurih. Padahal, jika dikonsumsi secara berlebihan, gorengan bisa memicu terjadinya berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan risiko hipertensi. Di sisi lain, masih ada banyak efek makan gorengan secara berlebihan yang perlu Anda waspadai. Apa saja itu? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Efek Makan Gorengan secara Berlebihan yang Perlu Diwaspadai
Secara umum, terdapat beberapa bahaya makan gorengan secara berlebihan yang penting untuk diperhatikan, di antaranya adalah meningkatkan risiko obesitas, memicu hipertensi, hingga berpotensi menyebabkan kanker. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Memicu Obesitas
Efek makan gorengan yang pertama adalah dapat memicu terjadinya obesitas. Gorengan pada dasarnya mengandung kalori yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan makanan yang tidak digoreng. Jika dikonsumsi secara berlebihan, hal tersebut dapat meningkatkan asupan kalori tubuh secara signifikan sehingga bisa berdampak pada peningkatan berat badan.
Di samping itu, makanan yang digoreng juga mengandung lemak trans (lemak jenuh) yang tinggi. Lemak trans diketahui dapat memengaruhi kerja hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak. Hal ini bisa membuat seseorang cenderung akan makan lebih banyak dan memicu terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh. Akibatnya, risiko obesitas bisa meningkat.
2. Berpotensi Menyebabkan Hipertensi
Proses oksidasi yang terjadi selama menggoreng makanan dapat meningkatkan kadar asam lemak trans di dalam makanan tersebut. Hal ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL/low-density lipoprotein) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL/high-density lipoproetin).
Tingginya kadar kolesterol jahat di dalam tubuh dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit akibat pembentukan plak pada pembuluh darah tersebut. Inilah yang bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi).
3. Berpotensi Menyebabkan Diabetes
Bahaya gorengan untuk kesehatan selanjutnya adalah dapat memicu terjadinya diabetes tipe 2. Pasalnya, konsumsi gorengan yang tinggi lemak berpotensi menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel-sel tubuh tidak mampu merespons hormon insulin dengan baik. Sebagai informasi, hormon insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengendalikan kadar glukosa dalam darah.
4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Seperti yang telah dijelaskan, bahaya makanan berminyak, khususnya jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan terjadinya hipertensi, diabetes, dan obesitas. Perlu diketahui bahwa ketiga kondisi tersebut berkaitan dengan faktor risiko terjadinya penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner hingga serangan jantung.
5. Meningkatkan Risiko Kanker
Salah satu akibat sering makan gorengan yang juga patut diwaspadai adalah meningkatnya risiko kanker. Makanan yang melalui proses pemasakan dengan suhu tinggi, seperti memanggang atau menggoreng, bisa memicu pembentukan zat akrilamida. Zat ini terbentuk dari reaksi kimia antara gula dan asam amino asparagine.
Makanan bertepung, seperti ayam goreng tepung atau kentang goreng diketahui memiliki kandungan akrilamida yang tinggi ketika terpapar oleh suhu tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, zat tersebut bisa memicu terjadinya kanker, seperti kanker ginjal, kanker endometrium, serta kanker ovarium.
Tips Menghindari Efek Makan Gorengan
Agar terhindar dari efek makan gorengan seperti ulasan di atas, penting untuk membatasi asupan makanan tersebut dalam menu sehari-hari. Di samping itu, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari efek makan gorengan, di antaranya sebagai berikut:
A. Menggunakan Minyak yang Lebih Sehat
Beberapa jenis minyak diketahui bisa bertahan pada suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak goreng biasa, sehingga tergolong aman untuk digunakan. Umumnya, minyak yang cenderung lebih stabil saat dipanaskan adalah minyak yang terdiri dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal. Adapun beberapa jenis minyak tersebut, di antaranya:
-
Minyak kelapa.
-
Minyak zaitun.
-
Minyak alpukat.
Di samping itu, beberapa jenis minyak yang perlu dihindari untuk menggoreng makanan merupakan minyak yang mengandung lemak tak jenuh ganda, seperti:
-
Minyak kanola.
-
Minyak kedelai.
-
Minyak jagung.
-
Minyak wijen.
-
Minyak bunga matahari.
-
Cottonseed oil.
B. Mengubah Cara Memasak
Tips menghindari efek makan gorengan berikutnya adalah mempertimbangkan untuk mengubah metode memasak. Jika ingin mengonsumsi makanan yang renyah, alih-alih digoreng, disarankan untuk memanggang makanan tersebut dengan suhu tinggi di dalam oven.
Memanggang makanan dengan suhu tinggi, yaitu sekitar 232 derajat Celsius bisa menghasilkan makanan yang renyah dengan kandungan minyak yang lebih rendah. Atau, jika Anda tetap ingin memasak dengan menggunakan minyak, gunakan teknik stir-fry atau menumis, bukan deep-fry atau menggoreng dengan minyak yang banyak.
Menggunakan alat air fryer juga menjadi alternatif untuk membuat makanan lebih renyah tanpa harus digoreng dengan minyak. Alat ini bekerja dengan mengedarkan udara yang sangat panas di sekitar makanan, sehingga membuat makanan tersebut lebih renyah di luar dan lembut di dalam.
Selain itu, cara memasak lain yang dianjurkan adalah dengan merebus, mengukus, dan steam. Anda bisa mencoba berbagai teknik masakan lain yang lebih bervariasi dengan menggunakan sedikit kandungan minyak atau bahkan tidak sama sekali.
Pada intinya, menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi. Jika ingin mengonsumsi gorengan, pastikan hal tersebut telah sesuai dengan kondisi medis Anda dan aman untuk dilakukan. Dalam hal ini, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat guna mengetahui saran asupan makanan yang baik untuk tubuh.
Lebih lanjut, Anda juga bisa memperoleh asupan makanan sehat dan bergizi dengan memesan paket Catering Sehat dari layanan Siloam at Home. Paket katering ini sudah disesuaikan dengan kondisi tubuh, kebutuhan gizi, serta rekomendasi pantangan yang perlu Anda terapkan. Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk memesan paket Catering Sehat.
Selain itu, aplikasi MySiloam juga dapat digunakan melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini








