Ini Alasan Mengapa Obesitas dapat Menyebabkan Kanker
Kesehatan Tubuh

Ini Alasan Mengapa Obesitas dapat Menyebabkan Kanker

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
mengapa obesitas dapat menyebabkan kanker

 

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa obesitas atau kelebihan berat badan dikaitkan dengan risiko tinggi terkena berbagai jenis kanker, seperti kanker ginjal, kanker tiroid, kanker pankreas, dan lain sebagainya. Itulah sebabnya, orang dengan kondisi obesitas disarankan untuk melakukan skrining kanker sejak dini. Sebenarnya, mengapa obesitas dapat menyebabkan kanker? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Mengapa Penting bagi Penderita Obesitas Melakukan Skrining Kanker?

Dilansir dari American Cancer Society, kelebihan berat badan atau obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko kanker secara keseluruhan. Penelitian yang dilakukan oleh ACS menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dianggap menjadi salah satu penyebab atas 11% kanker pada wanita, 5% kanker pada pria, dan sekitar 7% dari semua kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

 

Obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker melalui berbagai cara. Secara umum, lemak tubuh dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker dengan memengaruhi:

 

  • Kemampuan sel untuk hidup lebih lama dari biasanya.

  • Peradangan kronis dalam tubuh.

  • Pertumbuhan sel dan pembuluh darah.

  • Kadar hormon tertentu, seperti insulin dan estrogen yang bisa memicu pertumbuhan sel.

  • Faktor lain yang mengatur pertumbuhan sel, seperti Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1).

  • Kemampuan sel kanker untuk menyebar (metastasis).

 

Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan tingkat kanker baru yang terkait obesitas di kalangan pria dan wanita di Amerika Serikat, sebagai berikut:

 

  • Lebih dari 684.000 kanker terkait obesitas terjadi di Amerika Serikat setiap tahun, termasuk lebih dari 210.000 di kalangan pria dan 470.000 di kalangan wanita.

  • Kanker payudara setelah menopause merupakan kanker terkait obesitas yang paling umum di kalangan wanita.

  • Kanker kolorektal merupakan kanker terkait obesitas yang paling umum di kalangan pria.

  • Lebih dari 90% kanker baru terkait obesitas terjadi pada pria dan wanita berusia 50 tahun atau lebih.

Jenis Kanker yang Rentan Terjadi pada Penderita Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan memang tidak selalu menyebabkan kanker. Hanya saja, orang dengan kondisi ini memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan orang dengan berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan atau obesitas dikaitkan dengan beberapa jenis kanker berikut ini:

 

Apakah Menurunkan Berat Badan dapat Mengurangi Risiko Kanker?

Penelitian tentang mengapa obesitas dapat menyebabkan kanker atau menurunkan berat badan dapat mengurangi risiko kanker masih terbatas. Namun, dilansir dari ACS, penurunan berat badan diketahui dapat mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara (setelah menopause) dan kanker endometrium.

 

Perubahan pada tubuh setelah penurunan berat badan menunjukkan bahwa penurunan berat badan memang dapat mengurangi risiko kanker. Misalnya, pada penderita obesitas yang secara sengaja menurunkan berat badan, ditemukan penurunan kadar hormon yang terkait dengan risiko kanker, seperti insulin, estrogen, dan androgen.

Tips Mengurangi Risiko Kanker akibat Berat Badan

Menurut American Cancer Society, cara terbaik mempertahankan berat badan sehat untuk mengurangi risiko kanker adalah membatasi kalori yang dikonsumsi dan membakar lebih banyak kalori melalui aktivitas fisik. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Menerapkan pola makan sehat: Konsumsi makanan dalam porsi lebih kecil, kurangi camilan, serta batasi makanan tinggi kalori, lemak, gula tambahan, dan rendah nutrisi, seperti gorengan, es krim, dan mi instan. Sebaliknya, perbanyak sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan minuman rendah kalori.

  • Rutin melakukan aktivitas fisik: ACS merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan aktivitas intensitas sedang selama 150–300 menit atau aktivitas intensitas berat selama 75–150 menit setiap minggu. Selain itu, hindari juga kebiasaan menghabiskan waktu untuk duduk dan berbaring.

 

Sementara itu, bagi seseorang yang telah didiagnosis menderita kanker mungkin, Anda membutuhkan saran dari tenaga medis profesional untuk membantu menjaga berat badan yang sehat. Pasalnya, penderita bisa saja mengalami berat badan berlebih atau kekurangan berat badan akibat dari penyakit kanker yang diderita maupun akibat pengobatan kanker yang dijalani.

 

Itulah informasi mengenai kaitan antara obesitas dan kanker yang penting untuk dipahami. Oleh karenanya, penting bagi setiap individu untuk menjaga berat badan sehat dan berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko penyakit dan berat badan ideal guna mencegah kanker. Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan saran kesehatan yang tepat.

 

Pun ketika akan melakukan skrining kanker, Anda juga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu mengenai jenis skrining dan jadwal yang tepat. Lebih lanjut, Anda dapat memesan paket Skrining Kanker secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

American Cancer Society. Body Weight and Cancer Risk. Diakses pada 2024 | Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Obesity and Cancer. Diakses pada 2024 |

message

ArticleDetail