Fraktur Klavikula - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Fraktur Klavikula - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
fraktur klavikula

Patah tulang selangka atau fraktur klavikula adalah salah satu jenis patah tulang yang umum terjadi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh trauma akibat terjatuh, berolahraga, atau kecelakaan lalu lintas. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatan fraktur klavikula selengkapnya dalam pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Fraktur Klavikula?

 

Clavicle fracture, collarbone fracture, fraktur klavikula, atau patah tulang selangka adalah kondisi ketika tulang selangka mengalami retak atau patah. Tulang selangka (klavikula) sendiri merupakan tulang yang berfungsi menghubungkan tulang dada bagian atas (manubrium) serta tulang belikat (skapula).

 

Fraktur klavikula mewakili 2–10% dari seluruh fraktur yang terjadi pada sekitar 1 dari 1000 orang per tahun. Patah tulang ini merupakan patah tulang yang paling umum terjadi pada anak-anak. Sekitar dua pertiga dari kasus fraktur klavikula patah tulang klavikula terjadi pada pria.

 

Terdapat dua jenis fraktur pada tulang selangka yang kerap terjadi, yaitu fraktur kominutif dan fraktur bergeser. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Fraktur kominutif: Jenis fraktur yang terjadi ketika tulang retak di satu lokasi atau pecah menjadi beberapa bagian.

  • Fraktur bergeser (displaced): Kondisi ketika potongan tulang yang patah masih sejajar atau sudah tidak beraturan.

 

Penyebab Fraktur Klavikula

 

Clavicle fracture adalah jenis fraktur yang bisa dialami oleh siapa saja, baik  pada anak-anak, remaja, dan dewasa. Adapun sejumlah kondisi yang kerap menyebabkan seseorang mengalami patah tulang selangka adalah sebagai berikut:

 

  • Terjatuh dari ketinggian dengan posisi kedua lengan terbuka lebar atau bahu mendarat terlebih dahulu.

  • Hantaman langsung pada bahu karena mengalami cedera saat melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti judo, rugby, dan lain sebagainya.

  • Adanya benturan pada tulang selangka karena kecelakaan lalu lintas.

  • Cedera lahir selama proses persalinan normal.

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami fraktur ini adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki pekerjaan yang berkaitan dengan aktivitas fisik berat, seperti atlet olahraga yang melibatkan kontak fisik, misalnya gulat, hoki, rugby, sepak bola, dan lain sebagainya.

  • Faktor usia. Kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak dan remaja berusia di bawah 20 tahun, serta orang lanjut usia. Secara umum, tulang selangka masih belum mengeras dengan sempurna sebelum seseorang berusia 20 tahun. Di samping itu, kepadatan tulang juga bisa menurun ketika memasuki usia lanjut, sehingga orang lanjut usia rentan mengalami fraktur klavikula.

  • Berat lahir yang besar pada janin. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera lahir, termasuk patah tulang selangka pada bayi selama proses persalinan.

 

Gejala Fraktur Klavikula

 

Jika dialami oleh bayi baru lahir, fraktur klavikula menyebabkan bayi tidak bisa menggerakkan lengannya selama beberapa hari. Sementara itu, apabila terjadi pada anak-anak, remaja, dan lansia, patah tulang selangka dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:

 

  • Nyeri, memar, serta bengkak pada bagian tubuh yang terdampak, yaitu di area tulang selangka.

  • Kesemutan atau mati rasa, terutama jika patahan tulang tersebut melukai saraf di area lengan.

  • Lengan dan bahu terasa kaku, nyeri, serta sulit digerakkan.

  • Terdengar suara retakan ketika menggerakan lengan atau bahu.

  • Adanya perdarahan, terutama jika tulang yang patah merobek kulit di sekitarnya.

 

Diagnosis Fraktur Klavikula

 

Dalam menegakkan diagnosis fraktur klavikula, dokter akan terlebih dahulu melakukan tanya jawab medis (anamnesis) guna mengetahui keluhan serta kronologi kecelakaan yang dialami oleh pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi kondisi di area sekitar tulang klavikula, serta memeriksa kekuatan lengan, tangan, dan jari-jari.

 

Secara umum, dokter dapat menduga pasien mengalami patah tulang selangka jika menemukan salah satu bahu pasien menonjol atau terlihat berbeda dari bahu yang lain melalui pemeriksaan fisik atau tampak deformitas pada bahu. Namun, guna mengonfirmasi diagnosis, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

 

  • Sinar-X. Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu dokter dalam menentukan lokasi dan tingkat keparahan fraktur.

  • CT scan.

 

Pengobatan Fraktur Klavikula

 

Pengobatan fraktur klavikula dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan, usia, dan cedera lain yang mungkin dialami oleh pasien. Namun, beberapa metode yang umum digunakan untuk menangani patah tulang selangka, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Penggunaan arm sling (penyangga lengan berbentuk segitiga), untuk membatasi pergerakan tulang selangka yang patah.

  • Pemberian obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan parasetamol.

  • Fisioterapi, untuk mengembalikan kekuatan dan kelenturan otot di sekitar tulang selangka yang mengalami fraktur, serta mencegah kekakuan pada bahu dan siku.

  • Tindakan operasi, terutama pada kasus fraktur klavikula yang parah. Melalui prosedur ini, dokter dapat memasang pen untuk menyatukan dan menahan posisi tulang selangka agar tetap stabil selama proses penyembuhan.

 

Komplikasi Fraktur Klavikula

 

Dalam kebanyakan kasus, fraktur klavikula dapat sembuh tanpa kesulitan. Namun, jika tidak segera ditangani dengan tepat, fraktur ini bisa menimbulkan sejumlah komplikasi yang dapat memperburuk kondisi penderitanya. Beberapa risiko komplikasi tersebut, di antaranya:

 

  • Cedera pada saraf atau pembuluh darah di sekitar tulang selangka yang terdampak.

  • Malunion.

  • Nonunion.

  • Frozen shoulder (ketika bahu terasa kaku dan nyeri sehingga sulit digerakkan).

  • Munculnya benjolan di area tulang yang menyatu.

  • Osteoarthritis.

  • Pneumothorax.

  • Komplikasi pascaoperasi seperti infeksi, perdarahan, reaksi alergi terhadap agen anestesi, dan lain-lain.

 

Pencegahan Fraktur Klavikula

 

Agar tidak berdampak pada kualitas hidup penderitanya, fraktur klavikula perlu segera mendapatkan penanganan medis yang tepat dari dokter terkait. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) dari Siloam Hospitals untuk memperoleh tindakan medis yang sesuai kondisi tubuh.

 

Guna membantu mengoptimalkan proses pemulihan tubuh pascacedera, Anda juga bisa melakukan Fisioterapi dengan memesan paketnya melalui aplikasi MySiloam. Dengan memesan paket tersebut, Anda bisa memperoleh perawatan dari fisioterapis berpengalaman secara praktis di rumah. Instruksi pemberian layanan fisioterapi ini juga dilakukan sesuai dengan hasil konsultasi bersama dokter spesialis rehabilitasi medik dari Siloam Hospitals.

 

Siloam at Home

 

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail