Kesehatan Tubuh
Mengenal Kanker Saluran Empedu (Cholangiocarcinoma)

Table of Contents
Kanker saluran empedu atau cholangiocarcinoma adalah jenis kanker langka yang berasal dari saluran empedu. Jenis kanker ini tergolong agresif yang artinya bisa menyebar dengan sangat cepat. Hal ini kerap membuat penderitanya terdiagnosis ketika kanker sudah menyebar ke luar saluran empedu. Mari kenali penyebab, gejala, dan pengobatan cholangiocarcinoma melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Kanker Saluran Empedu (Cholangiocarcinoma)?
Seperti yang sudah dijelaskan, kanker saluran empedu atau cholangiocarcinoma adalah jenis kanker yang terbentuk di saluran empedu (saluran yang menghubungkan hati ke kantong empedu dan berfungsi membawa cairan empedu ke usus halus). Kanker ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 50 tahun, namun tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh usia berapa pun.
Berdasarkan lokasi kanker di saluran empedu, kondisi ini terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Intrahepatic cholangiocarcinoma: Kanker tumbuh di bagian saluran empedu di dalam hati dan terkadang diklasifikasikan sebagai kanker hati.
-
Hilar cholangiocarcinoma: Kanker tumbuh di saluran empedu di luar hati dan disebut juga sebagai perihilar cholangiocarcinoma.
-
Distal cholangiocarcinoma: Kanker tumbuh di bagian saluran empedu yang paling dekat dengan usus halus, disebut juga sebagai extrahepatic cholangiocarcinoma.
Kanker saluran empedu mencakup sekitar 3% dari keganasan pada sistem saluran cerna dan mencakup sekitar 10% hingga 15% dari semua keganasan hepatobilier (sistem organ hati dan empedu). Insiden kolangiokarsinoma meningkat seiring bertambahnya usia, sedikit lebih umum ditemukan terjadi pada pria, dan paling sering didiagnosis antara usia 50 dan 70 tahun.
Penyebab Kanker Saluran Empedu
Belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker saluran empedu. Namun, diketahui bahwa kondisi ini terjadi ketika sel-sel di saluran empedu mengalami perubahan pada asam deoksiribonukleat (DNA). Perubahan atau mutasi tersebut menyebabkan pembelahan sel di luar kendali dan dapat membentuk massa sel (tumor) yang menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.
Adapun beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker saluran empedu adalah sebagai berikut:
-
Penyakit hati kronis.
-
Masalah saluran empedu bawaan lahir.
-
Infeksi parasit hati.
-
Berusia di atas 50 tahun.
-
Merokok.
-
Kondisi bawaan, seperti cystic fibrosis dan sindrom Lynch.
-
Konsumsi alkohol berlebihan.
Gejala Kanker Saluran Empedu
Kanker saluran empedu sering kali tidak menunjukkan gejala yang signifikan pada penderitanya di tahap awal. Gejala baru muncul ketika kanker sudah berkembang dan menyumbat saluran empedu. Adapun beberapa gejala cholangiocarcinoma adalah sebagai berikut:
-
Nyeri perut.
-
Demam.
-
Mudah lelah.
-
Mual dan muntah.
-
Kulit gatal.
-
Urine berwarna gelap.
-
Tinja berwarna terang atau berminyak.
-
Ikterus (kulit dan bagian putih mata menguning).
-
Penurunan berat badan tanpa sebab.
Jenis kanker ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit pada tahap awal. Namun, tumor yang ukurannya besar dapat memicu rasa nyeri yang berpusat di sisi kanan perut, tepatnya di bawah tulang rusuk. Bagi sebagian orang, rasa nyeri bisa berpindah ke area lain di perut atau punggung.
Diagnosis Kanker Saluran Empedu
Untuk mendiagnosis kanker saluran empedu, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarga. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Guna mendukung diagnosis cholangiocarcinoma, dokter akan melakukan tes penunjang, di antaranya:
-
Tes fungsi hati: Membantu dokter memeriksa kadar zat yang tinggi dalam hati yang mengindikasikan hati tidak bekerja seperti semestinya.
-
Tes penanda tumor: Tes ini memeriksa darah atau urine untuk penanda tumor (zat yang dapat menjadi penanda adanya sel kanker). Kadar carbohydrate antigen (CA) 19-9 atau carcinoembryonic antigen (CEA) yang tinggi dapat menjadi tanda kanker saluran empedu.
-
Tes pencitraan, tes ini menggunakan USG, CT scan, MRI, atau magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP).
-
Endoskopi: Endoskop akan dimasukkan ke dalam mulut dan turun ke usus halus sehingga dokter bisa melihat saluran empedu secara jelas. Tes ini meliputi endoscopic ultrasound (EUS) dan endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
-
Percutaneous transhepatic cholangiography (PTC): Prosedur ini dapat digunakan untuk melihat penyumbatan saluran empedu yang berkaitan dengan cholangiocarcinoma sekaligus menghilangkan penyumbatan tersebut.
Jika hasil tes mengindikasikan kanker, dokter akan melakukan biopsi (mengambil sampel jaringan) untuk mengonfirmasi diagnosis. Pengambilan sampel bisa dilakukan saat pemeriksaan PTC atau endoskopi ERCP.
Pengobatan Kanker Saluran Empedu
Tujuan pengobatan kanker saluran empedu adalah membunuh atau menghancurkan sel kanker dari dalam tubuh. Pengobatan tersebut bisa dilakukan melalui pembedahan serta berbagai prosedur perawatan kanker lainnya. Berikut uraian selengkapnya.
-
Pembedahan: Prosedur ini biasanya melibatkan pengangkatan sebagian saluran empedu dan penyambungan ujung-ujungnya. Tujuannya untuk mengangkat kanker sebanyak-banyaknya.
-
Transplantasi hati: Operasi pengangkatan hati untuk diganti dengan hati baru dari donor.
-
Kemoterapi: Terapi obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
-
Terapi radiasi: terapi yang menggunakan sinar energi berkekuatan tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker.
-
Terapi target: Terapi obat-obatan yang difokuskan pada kelainan tertentu yang ada di dalam sel kanker agar tidak bisa berkembang dan mati.
-
Imunoterapi: Terapi yang menggunakan imunoglobulin untuk melawan kanker.
-
Terapi ablasi: Terapi ini menggunakan ablasi frekuensi radio dengan arus listrik untuk memanaskan dan menghancurkan sel kanker.
-
Terapi fotodinamik: Dalam terapi ini, zat kimia yang peka terhadap cahaya akan disuntikkan ke dalam pembuluh darah dan terakumulasi dalam sel kanker yang tumbuh cepat.
-
Drainase bilier: Prosedur untuk memulihkan saluran empedu yang melibatkan pemasangan tabung tipis ke dalam saluran empedu untuk mengalirkan empedu.
Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait kanker saluran empedu di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
TERPOPULER
CEA - Serology (Carcinoembryonic Antigen) / Penanda Tumor
Hari Kanker, Pencernaan, Tumor/Kanker
1 Service/Item
Rp336.600
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000
TERPOPULER
CT Scan Perut Atas/Upper Abdomen (Non Kontras)
CT Scan
Rp2.079.000
1.5T MRI Upper Abdomen Non Contrast
MRI / MRA
Rp3.192.000
TERPOPULER
USG Upper Abdomen
USG
Rp578.000




