Kolesistektomi Laparoskopi: Penanganan Batu Empedu yang Minimal Invasif
Kesehatan Tubuh

Kolesistektomi Laparoskopi: Penanganan Batu Empedu yang Minimal Invasif

20 Juni 2025 5 menit waktu baca
kolesistektomi laparoskopi

Pada dasarnya, kolesistektomi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat kantong empedu. Teknik operasi kolesistektomi sendiri terdiri dari laparoskopi, terbuka, dan robotik. Untuk memahami lebih lanjut tentang kolesistektomi laparoskopi, Anda dapat menyimak artikel di bawah ini sampai tuntas.

 

Apa Itu Kolesistektomi Laparoskopi?

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa kolesistektomi laparoskopi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat kantong empedu menggunakan alat khusus berbentuk tabung yang dilengkapi kamera dan terhubung dengan monitor atau disebut juga laparoskop.

 

Kantong empedu sendiri merupakan organ berukuran kecil yang berada di bawah hati (liver). Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan empedu yang telah diproduksi oleh hati serta tempat untuk mencerna lemak. 

 

Selain dengan metode laparoskopi, kolesistektomi juga dapat dilakukan melalui bedah konvensional (kolesistektomi terbuka). Namun, bila dibandingkan dengan bedah konvensional, sayatan pada laparoskopi jauh lebih kecil sehingga waktu pemulihannya pun lebih cepat.

 

Di sisi lain, kolesistektomi juga dapat dilaksanakan dengan teknik bedah robotik (robotic cholecystectomy). Robotic cholecystectomy memanfaatkan sistem robotik mutakhir untuk mengangkat kantong empedu. Sama halnya dengan metode laparoskopi, robotic surgery juga hanya memerlukan sayatan kecil, sehingga nyeri bisa lebih ringan dan pemulihan pun lebih cepat.

 

Dengan teknik operasi ini, dokter akan mengendalikan instrumen bedah robotik yang dilengkapi oleh kamera 3D HD di meja console, sehingga prosedur pun menjadi lebih stabil, presisi, dan minim risiko. 

 

Tujuan Kolesistektomi Laparoskopi

 

Kolesistektomi laparoskopi umumnya dilakukan untuk mengatasi batu empedu. Namun, tidak semua penderita batu empedu perlu menjalani prosedur ini. Biasanya, kolesistektomi laparoskopi baru direkomendasikan jika kondisi tersebut sudah menimbulkan gejala. Selain batu empedu, berikut beberapa prosedur lain yang menjadi indikasi kolesistektomi laparoskopi:

 

  • Radang kantong empedu (kolesistitis) akut maupun kronik.

  • Kantong empedu tidak dapat mengisi atau mengosongkan isinya dengan baik (diskinesia bilier).

  • Radang kelenjar pankreas (pankreatitis) karena batu empedu.

  • Batu saluran empedu (choledocholithiasis), biasanya terjadi karena batu dari kantong empedu bergerak ke saluran empedu hingga menyebabkan penyumbatan.

  • Batu kantong empedu (kolelitiasis) yang sudah bergejala.

  • Tumor atau polip kantong empedu.

 

Prosedur Kolesistektomi Laparoskopi

 

Sebelum kolesistektomi laparoskopi dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, seperti USG, Rontgen, EKG, dan tes darah. Pasien biasanya diharuskan berpuasa setidaknya selama 8 jam sebelum pemeriksaan. 

 

Pasien juga perlu memberitahu dokter tentang obat-obatan dan suplemen yang dikonsumsi secara rutin. Jika diperlukan, dokter juga meminta pasien menghentikan konsumsi obat-obatan sebelum operasi.

 

Hal lain yang perlu dilakukan oleh pasien sebelum menjalani prosedur pembedahan ini adalah tidak makan dan minum selama beberapa jam sebelum operasi, mandi menggunakan sabun antiseptik, dan mengonsumsi obat pencahar untuk membersihkan usus.

 

Tepat sebelum operasi dimulai, pasien akan diberikan anestesi umum agar tertidur dan tidak merasakan sakit selama operasi berlangsung. Jika anestesi sudah bekerja, dokter akan memulai operasi dengan membuat sayatan kecil pada sisi perut yang dekat dengan kantong empedu.

 

Kemudian, dokter akan memasukkan laparoskop di salah satu sayatan. Laparoskop dapat menampilkan kondisi di dalam perut melalui monitor. Lalu, gas akan disalurkan ke dalam rongga perut agar perut pasien menggembung sehingga area yang dioperasi tidak tertutup dengan jaringan lain.

 

Setelah memasukkan laparoskop di salah satu sayatan, dokter kemudian memasukkan alat bedah ke sayatan lainnya untuk memotong dan mengangkat kantong empedu, serta memperbaiki kelainan pada kantong empedu bila ada.

 

Sesudah mengangkat kantong empedu, dokter akan memeriksa kondisi organ di sekitar kantong empedu melalui Rontgen (kolangiografi). Apabila tidak ditemukan kesalahan, dokter akan menjahit sayatan pada kulit dan menutupnya menggunakan perban.

 

Pascaprosedur Kolesistektomi Laparoskopi

 

Pasien biasanya diperbolehkan pulang pada hari yang sama setelah menjalani operasi kolesistektomi laparoskopi. Namun pada kondisi tertentu, beberapa pasien memerlukan rawat inap di rumah sakit. Meski sudah diizinkan pulang, pasien tetap dianjurkan melakukan kontrol secara rutin. Biasanya, dokter juga meresepkan obat antinyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi.

 

Masa pemulihan pascaprosedur kolesistektomi laparoskopi biasanya memakan waktu kurang lebih 1 minggu. Proses pemulihan akan lebih optimal jika pasien memperhatikan sejumlah langkah, mulai dari tidak mengangkat barang berat hingga melakukan gerakan ringan. Berikut selengkapnya. 

 

  • Menghindari mengangkat barang berat.

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

  • Meningkatkan aktivitas secara perlahan.

  • Merawat luka pascaoperasi.

  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

  • Tetap melakukan gerakan ringan, seperti berjalan santai, untuk menjaga aliran darah tetap lancar dan tidak menggumpal.

 

Efek Samping Kolesistektomi Laparoskopi

 

Prosedur ini cukup aman dilakukan dan jarang menimbulkan komplikasi yang serius. Kendati demikian, sama halnya dengan prosedur pembedahan lainnya, kolesistektomi laparoskopi juga berisiko menimbulkan sejumlah efek samping, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Kantong empedu bocor.

  • Perdarahan.

  • Pneumonia.

  • Infeksi pada luka operasi.

  • Penggumpalan darah.

  • Cedera pada organ di sekitar kantong empedu.

  • Pankreatitis.

  • Mati rasa di area operasi.

  • Timbulnya hernia.

  • Peritonitis

  • Gangguan pada jantung, seperti peningkatan detak jantung.

  • Reaksi alergi terhadap obat anestesi atau obat lain selama operasi.

 

Perlu dipahami bahwa prosedur kolesistektomi laparoskopi hanya akan dilakukan setelah dokter menegakkan diagnosis pasien. Selain itu, terdapat pula beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dokter dengan tim medis terkait pelaksanaan tindakan ini, termasuk kondisi pasien dan risiko yang mungkin terjadi. 

 

Sebagai informasi, Siloam Hospitals juga kini menghadirkan teknologi bedah robotik generasi terbaru, Da Vinci Xi Robotic Surgery. Dapat digunakan sebagai salah satu metode prosedur kolesistektomi, robotic surgery dilengkapi dengan kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, sehingga visualisasi area operasi pun menjadi lebih jelas.

 

Didukung dengan sistem tremor-filtration pada instrumen bedah, Da Vinci Xi Robotic Surgery memungkinkan tindakan bedah minimal invasif yang presisi dan stabil. Alhasil, pasien pun akan mendapatkan manfaat berupa waktu pemulihan yang lebih singkat, risiko komplikasi yang lebih minim, dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi selama prosedur.

 

Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Digestif di Siloam Hospitals terdekat untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Jika membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery, Anda bisa mengunjungi Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Namun, perlu dipahami bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani oleh pasien bisa berbeda pada setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Tenaga medis profesional akan menentukan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi pasien.


Tersedia aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk mencari informasi jadwal praktik, booking, serta membuat janji temu dengan dokter secara online. Bahkan, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur untuk konsultasi virtual dengan dokter pilihan.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail