Kesehatan Tubuh
Mengenal Lesi Hati, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Lesi hati adalah pertumbuhan sel abnormal yang terjadi karena berbagai faktor. Beberapa di antaranya mungkin bersifat nonkanker (jinak), namun sebagian lainnya bisa bersifat kanker. Sebagian besar lesi jinak tidak memerlukan perawatan. Tetapi, jika lesi tersebut adalah kanker, terapi yang efektif diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Simak ulasan selengkapnya mengenai lesi hati di sini.
Apa itu Lesi Hati?
Lesi hati (liver lesion) adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam hati yang bisa bersifat nonkanker (jinak) atau kanker. Lesi yang bersifat jinak terjadi karena berbagai penyebab dan terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya:
-
Hemangioma hati: Ini merupakan lesi hati jinak yang paling umum. Hemangioma hati merupakan pembentukan pembuluh darah abnormal pada hati.
-
Hiperplasia nodular fokal: Merupakan kondisi yang muncul akibat reaksi dari malformasi (kelainan bentuk) pembuluh darah di dalam hati. Kondisi ini sering terjadi pada wanita usia subur namun sering kali tidak memunculkan gejala apa pun.
-
Adenoma hati: Merupakan jenis tumor jinak yang sering mengenai wanita muda usia 30-an. Tumor hati ini biasanya terjadi pada orang yang mengonsumsi steroid, misalnya yang terdapat di dalam pil KB. Adenoma hati jarang terjadi pada pria. Namun apabila adenoma hati terjadi pada pria, hal tersebut biasanya diasosiasikan dengan konsumsi steroid jangka panjang.
-
Kista hati: Kantong berisi cairan yang mungkin sudah ada sejak lahir atau berkembang di kemudian hari.
Sementara itu, lesi yang bersifat kanker di dalam hati atau disebut juga sebagai kanker hati dibedakan menjadi:
-
Karsinoma hepatoseluler: Ini adalah bentuk yang paling umum. Karsinoma ini berkembang pada orang dengan kerusakan hati akibat virus hepatitis dan alkoholisme.
-
Kanker hati metastasis: Kanker yang terjadi ketika tumor yang berasal dari bagian tubuh lain menyebar (metastasis) ke hati.
-
Cholangiosarcoma: Jenis kanker langka yang berasal dari saluran empedu.
-
Hepatoblastoma: Kanker hati kerap menyerang anak-anak mulai dari bayi hingga berusia tiga tahun.
Penyebab Lesi Hati
Kondisi ini cukup umum terjadi. Namun, hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab lesi hati. Pasalnya, faktor risiko lesi hati yang sifatnya jinak dan ganas juga berbeda. Secara umum, berikut adalah masing-masing faktor risiko lesi hati jinak dan ganas.
A. Faktor risiko lesi hati ganas:
Seperti kanker pada umumnya, lesi kanker pada hati (karsinoma hepatoselular) terjadi karena adanya mutasi (perubahan) DNA yang membuat sel tumbuh secara tidak terkendali. Namun, faktor utamanya adalah infeksi hepatitis B atau C dalam jangka panjang.
Hepatitis B dapat ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air liur, cairan vagina, maupun sperma. Sedangkan penularan hepatitis C berasal dari darah yang terinfeksi, melalui pemakaian jarum suntik bersama serta prosedur transfusi darah yang tidak aman. Beberapa faktor risiko lainnya adalah:
-
Penggunaan pil KB dalam jangka panjang.
-
Penggunaan steroid anabolik jangka panjang.
-
Jaringan parut hati (sirosis).
-
Merokok.
B. Faktor risiko lesi hati jinak:
-
Hemangioma hati: Biasanya muncul saat lahir dan berkembang dari mutasi genetik.
-
Hiperplasia nodular fokal: Bisa terjadi karena adanya malformasi di dalam hati.
-
Adenoma hati: Penggunaan pil KB atau steroid anabolik dalam jangka panjang.
-
Kista hati: Sering kali penyebabnya tidak diketahui, namun beberapa kista sudah ada sejak lahir. Bisa juga dikarenakan infeksi echinococcus.
Gejala Lesi Hati
Gejala lesi hati bervariasi, tergantung dari jenisnya. Lesi jinak biasanya tidak menimbulkan gejala, terutama bila ukurannya kecil. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, lesi dapat menjadi cukup besar dan menekan organ di dekatnya. Bila hal ini terjadi, penderita mungkin akan merasakan nyeri perut.
Sementara itu, kanker hati pun juga tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, seiring dengan pertumbuhan lesi, penderitanya mungkin mengalami beberapa gejala berikut ini:
-
Nyeri perut.
-
Kelelahan.
-
Merasa kenyang setelah makan sedikit.
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Benjolan yang bisa dirasakan di sisi kanan atas perut.
-
Kulit atau bagian putih mata menjadi kuning.
-
Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya.
Diagnosis Lesi Hati
Untuk mendiagnosis lesi hati, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada bagian perut pasien. Dokter biasanya dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang guna mengonfirmasi diagnosis, di antaranya:
-
Tes darah: Pemeriksaan ini digunakan untuk menguji virus hepatitis dan menilai fungsi hati. Dokter juga dapat memeriksa nilai darah lengkap, kadar protein tertentu, seperti alpha-fetoprotein (AFP). Kadar AFP yang tinggi mengindikasikan adanya kemungkinan kanker hati.
-
Tes pencitraan: Pemeriksaan ini bertujuan untuk mencari lokasi lesi pada hati dan seberapa besar ukurannya. Tes pencitraan meliputi MRI, CT scan, PET, dan USG.
-
Biopsi: Mengambil sampel kecil dari lesi untuk mencari tahu apakah ada kemungkinan kanker.
Pengobatan Lesi Hati
Lesi pada hati mungkin tidak memerlukan perawatan khusus bila bersifat jinak dan tidak menimbulkan gejala tertentu. Namun, lesi berukuran besar atau bersifat ganas yang menimbulkan sejumlah gejala biasanya akan ditangani dengan tindakan pembedahan atau operasi.
Adapun perawatan untuk lesi ganas pada hati atau kanker hati sendiri tergantung dari beberapa faktor, mulai dari kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, serta penyebaran, ukuran, lokasi, dan jenis kanker. Perawatan tersebut bisa meliputi:
-
Operasi untuk menghilangkan lesi dengan mengangkat sebagian atau seluruh hati.
-
Transplantasi hati (bila seluruh bagian hati diangkat).
-
Terapi radiasi (radioterapi).
-
Ablasi termal (terapi yang menggunakan arus listrik berenergi tinggi atau gelombang mikro untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi).
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi lesi hati. Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Apabila ingin mendapatkan perawatan lebih lanjut untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Sebagai pusat unggulan penanganan penyakit kanker di Siloam Hospitals Group, MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.
Artikel Terkait
TERPOPULER
Total Protein - ALB/Glob (Albumin & Globulin)
Darah, Hati/ Liver, Skrining Ginjal
1 Service/Item
Rp125.100
TERPOPULER
AFP / Penanda Tumor Hati
Hati/ Liver, Tumor/Kanker
1 Service/Item
Rp363.600
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
1.5T MRI LIVER NON CONTRAST
MRI / MRA
Rp3.192.000
3T MRI LIVER NON CONTRAST
MRI / MRA
Rp5.880.000




