Kesehatan Tubuh
Kenali Limfoma Non-Hodgkin: Kanker Darah yang Harus Diwaspadai

Table of Contents
Limfoma non-Hodgkin adalah jenis kanker yang berkembang dalam sel darah putih yang disebut sebagai limfosit. Limfosit sendiri merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini lebih sering menyerang orang dewasa, namun juga bisa ditemukan pada anak kecil. Lantas, seperti apa gejalanya? Untuk memahami limfoma non-Hodgkin lebih lanjut, simak pembahasan di bawah ini.
Apa itu Limfoma Non-Hodgkin?
Limfoma non-Hodgkin adalah sekelompok kanker darah yang berkembang di sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan infeksi dan penyakit lainnya yang terdiri dari kelenjar getah bening dan jaringan limfoid.
Pada kondisi ini, sel-sel darah putih yang disebut limfosit tumbuh secara abnormal dan berpotensi membentuk tumor di seluruh tubuh. Meskipun termasuk sebagai gangguan genetik, limfoma non-Hodgkin terjadi ketika gen di dalam sel-sel B atau T bermutasi atau berubah.
Ada lebih dari 70 jenis limfoma non-Hodgkin. Semua jenisnya memiliki gejala yang sama, namun setiap jenisnya memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda. Adapun beberapa jenis limfoma non-Hodgkin dapat berdampak pada beberapa organ, seperti limpa dan hati, sedangkan beberapa jenis lainnya memengaruhi kulit. Berikut adalah beberapa jenis limfoma non-Hodgkin berdasarkan penyebarannya:
-
Aggressive B-cell lymphomas (limfoma sel B yang agresif)
-
Mantle cell lymphoma (limfoma sel mantel).
-
Lymphoblastic lymphoma (limfoma limfoblastik).
-
Burkitt lymphoma (Limfoma Burkitt).
-
Diffuse Large B-cell lymphoma (limfoma sel B besar yang menyebar).
-
Aggressive T-cell and NK lymphomas (limfoma sel T dan limfoma NK yang agresif)
-
Angioimmunoblastic T-cell lymphoma (limfoma sel T angioimunoblastik).
-
Peripheral T-cell lymphoma (limfoma sel besar T perifer).
-
Systemic anaplastic large cell lymphoma (limfoma sel besar anaplastik sistemik).
-
Hepatosplenic gamma/delta T-cell lymphoma (limfoma sel T gamma/delta hepatosplenik).
-
Indolent B-cell lymphomas (limfoma sel B yang tidak aktif)
-
Follicular lymphoma (limfoma folikuler).
-
Marginal zone lymphoma (limfoma zona marjinal).
-
Chronic lymphocytic/small lymphocytic lymphoma (leukemia limfositik kronis atau limfoma limfositik kecil).
-
Waldenström macroglobulinemia (makroglobulinemia Waldenström).
-
Indolent T-cell/NK-cell lymphomas (limfoma sel T/sel NK yang tidak aktif)
-
Cutaneous T-cell lymphoma (limfoma sel T kulit), seperti mycosis fungoides dan sindrom Sézary.
Penyebab Limfoma Non-Hodgkin
Pada kebanyakan kasus, dokter tidak bisa menentukan secara pasti penyebab limfoma non-Hodgkin. Namun, kondisi ini umumnya terjadi akibat produksi limfosit yang abnormal. Normalnya, limfosit yang sudah lama akan mati dan diganti dengan limfosit baru yang diproduksi tubuh.
Kondisi limfoma non-Hodgkin membuat limfosit lama tetap hidup meskipun tubuh memproduksi limfosit baru. Kadar limfosit berlebih ini dapat menyebabkan kelenjar getah bening membengkak.
Limfoma non-Hodgkin sering kali berkembang pada sel B dan sel T. Sel B bertugas untuk melindungi tubuh dari risiko infeksi dengan memproduksi antibodi yang dapat menetralkan ancaman dari luar. Sementara itu, sel T terlibat langsung dalam pembasmian ancaman dari luar tubuh.
Limfoma non-Hodgkin dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk infeksi (seperti infeksi virus hepatitis C, human herpesvirus 8, bakteri Helicobacter pylori), faktor lingkungan, kondisi defisiensi imun, penyakit autoimun (Sjögren syndrome, rheumatoid arthritis, dan Hashimoto thyroiditis) penggunaan obat-obatan tertentu (seperti phenytoin, digoxin, dan TNF antagonists), peradangan kronis, dan lain-lain.
Gejala Limfoma Non-Hodgkin
Limfoma non-Hodgkin ditandai dengan beberapa gejala yang tergolong umum dan bisa mengindikasikan kondisi medis lain. Berikut adalah gejala-gejala limfoma non-Hodgkin yang umumnya ditemukan:
-
Kelenjar getah bening yang membengkak, seperti di leher, ketiak, atau selangkangan.
-
Nyeri atau bengkak pada perut.
-
Mudah lelah.
-
Batuk.
-
Nyeri dada.
-
Sesak nafas (dispnea).
-
Demam tanpa adanya penyebab yang jelas.
-
Berkeringat banyak di malam hari.
-
Perut terasa sakit atau membesar.
-
Kulit gatal.
-
Cepat merasa kenyang meskipun tidak makan dalam jumlah yang banyak.
-
Mudah terserang infeksi.
-
Sering mengalami pendarahan.
-
Penurunan berat badan tanpa sebab.
Diagnosis Limfoma Non-Hodgkin
Dokter akan memulai diagnosis limfoma Non-Hodgkin dengan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat medis pasien dan keluarga. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti meraba bagian tubuh untuk mengecek pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, selangkangan, serta memeriksa gejala yang dialami pasien.
Selanjutnya,dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan penunjang seperti:
-
Tes darah seperti pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan virus hepatitis B dan hepatitis C, tes HIV, kadar elektrolit, fungsi hati, fungsi ginjal, coomb test, dan lain-lain.
-
Tes urine.
-
Tes pencitraan, seperti CT scan, MRI, ultrasonografi, dan PET scan.
-
Biopsi dan aspirasi sumsum tulang.
-
Pungsi lumbal (spinal tap).
Pengobatan Limfoma Non-Hodgkin
Prosedur pengobatan limfoma non-Hodgkin ditujukan untuk mematikan sel kanker atau mencegah penyebaran sel kanker. Setiap prosedur terapi memiliki efek samping tertentu. Berikut adalah beberapa pengobatan limfoma non-Hodgkin yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:
-
Observasi atau pengawasan aktif oleh tenaga medis. Dokter dapat melakukan observasi apabila tidak terdapat indikasi untuk dilakukan terapi, seperti adanya gejala, mengancam fungsi organ, penyakit bersifat progresif, dan lain-lain yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
-
Dukungan nutrisi.
-
Rehabilitasi medik yang bertujuan untuk mengoptimalkan pengembalian gangguan kemampuan fungsi dan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Perlu dicatat bahwa limfoma non-Hodgkin memiliki gejala-gejala yang cukup umum. Namun, beberapa gejala tersebut masih mungkin mengindikasikan kondisi medis lain. Agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat.
Dokter akan menegakkan diagnosis dan memberikan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. Selain itu, dokter juga akan menyesuaikan tes dan pengobatan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit.
Untuk pemeriksaan dan penanganan kanker yang komprehensif, Anda bisa mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Di pusat pengobatan kanker unggulan dari Siloam Hospitals Group ini, Anda bisa menjalani berbagai penanganan kanker, termasuk prosedur deteksi dini kanker, radioterapi, onkologi bedah, dan kemoterapi yang dapat membantu mengatasi gejala kondisi Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Non-Hodgkin Lymphoma. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Non-Hodgkin's Lymphoma. Diakses pada 2024 | American Cancer Society. What Is Non-Hodgkin Lymphoma?. Diakses pada 2024 |



