Kesehatan Tubuh
Membranoproliferative Glomerulonephritis, Ini Gejalanya!

Table of Contents
Membranoproliferative glomerulonephritis (MPGN) atau glomerulonefritis membranoproliferatif (GNMP) adalah penyakit ginjal yang menyebabkan peradangan atau kerusakan pada glomerulus. Glomerulus sendiri adalah bagian penyaring pada ginjal. Kondisi ini bisa terjadi ketika sistem pertahanan tubuh tidak dapat bekerja secara normal. Simak informasi selengkapnya tentang MPGN melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Membranoproliferative Glomerulonephritis (MPGN)?
Seperti yang sudah dijelaskan, membranoproliferative glomerulonephritis (MPGN) atau glomerulonefritis membranoproliferatif (GNMP) adalah penyakit ginjal yang terjadi akibat adanya penebalan lapisan penyaring ginjal (membran dasar glomerulus) dan penumpukan sel-sel khusus yang ada di ginjal (sel mesangial) sehingga mengganggu fungsi kerja ginjal untuk menyaring darah dengan baik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologis (prosedur yang melibatkan pemeriksaan jaringan utuh yang diambil melalui biopsi atau operasi di bawah mikroskop), MPGN dibagi menjadi tiga jenis, yaitu tipe I, tipe II, dan tipe III. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Tipe I: Sistem kekebalan tubuh membentuk "kompleks imun" (gabungan antibodi dan zat asing) yang menumpuk di bagian penyaring ginjal (glomerulus), terutama di lapisan bawah pembuluh darah kecil. Penumpukan ini dapat menyebabkan peradangan dan membuat ginjal tidak dapat menyaring darah dengan baik.
-
Tipe II (dense deposit disease): Sistem kekebalan mengalami gangguan, dan menyebabkan zat pelengkap dalam darah (C3) terus aktif. Hal ini membuat endapan padat menempel seperti pita di seluruh area penyaringan ginjal.
-
Tipe III: Ditandai dengan adanya endapan di dua tempat sekaligus, yaitu di bawah lapisan pembuluh darah dalam glomerulus dan di bawah sel penyaring ginjal. Hal ini membuat ginjal semakin sulit untuk bekerja dengan baik.
Penyebab Membranoproliferative Glomerulonephritis
MPGN adalah bentuk glomerulonefritis (peradangan pada glomerulus) yang disebabkan oleh aktivasi sistem imun tubuh yang tidak normal. Aktivasi sistem imun tubuh ini akan menyebabkan munculnya endapan antibodi di bagian ginjal yang disebut membran dasar glomerulus. Membran ini berfungsi untuk menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah.
Kerusakan pada membran tersebut dapat memengaruhi kemampuan ginjal dalam membuat urine secara normal. Selain itu, kerusakan ini juga bisa menyebabkan darah dan protein bocor ke dalam urine. Jika terjadi kebocoran yang cukup banyak, cairan akan bocor dari pembuluh darah ke jaringan tubuh dan menyebabkan pembengkakan (edema). Produk lain seperti limbah nitrogen juga bisa menumpuk di dalam darah.
Secara umum, penyebab membranoproliferative glomerulonephritis dapat meliputi:
- Penyakit autoimun, seperti lupus, skleroderma, sindrom Sjögren, dan sarcoidosis.
- Kanker, seperti leukemia dan limfoma.
- Infeksi, seperti hepatitis B, hepatitis C, endokarditis, dan malaria.
Gejala Membranoproliferative Glomerulonephritis
Gejala membranoproliferative glomerulonephritis bisa berupa salah satu dari berikut ini:
-
Terdapat darah di dalam urine (hematuria).
-
Urine berbusa atau keruh.
-
Urine berwarna gelap, seperti teh.
-
Penurunan volume urine.
-
Pembengkakan (edema) pada bagian tubuh mana pun.
-
Perubahan status mental, seperti penurunan kewaspadaan atau konsentrasi.
Diagnosis Membranoproliferative Glomerulonephritis
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien. Pada pemeriksaan ini, dokter mungkin menemukan tanda-tanda kelebihan cairan dalam tubuh, seperti:
-
Pembengkakan (edema) yang sering kali terjadi di kaki.
-
Suara abnormal saat mendengarkan jantung dan paru-paru dengan stetoskop.
-
Tekanan darah tinggi.
Kemudian, untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya menggunakan beberapa pemeriksaan tambahan berikut ini:
-
Pemeriksaan urine: Untuk menemukan protein dan darah dalam urine.
-
Tes darah: Untuk menilai fungsi ginjal (tes ureum dan kreatinin), kadar protein, albumin, dan kolesterol di dalam darah.
-
Glomerular filtration rate (GFR): Tes yang dilakukan untuk mengetahui seberapa baik ginjal menyaring limbah dari tubuh.
-
Biopsi ginjal: Mengambil sebagian jaringan ginjal dengan jarum khusus untuk diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat gambaran histopatologi dan tipe MPGN.
-
Tes genetik dan imunologi: Untuk melihat apakah penyebab MPGN berasal dari gen yang diwarisi dari keluarga atau karena adanya gangguan autoimun.
Pengobatan Membranoproliferative Glomerulonephritis
Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang benar-benar menyembuhkan MPGN. Terapi yang diberikan difokuskan untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mengelola gejala, seperti mengendalikan tekanan darah tinggi, proteinuria, dan edema. Adapun beberapa jenis obat yang biasanya diberikan untuk membantu memperlambat proses kerusakan ginjal adalah sebagai berikut:
-
Kortikosteroid (steroid) dan obat imunosupresi: Obat-obatan ini digunakan untuk menekan sistem imun sehingga berhenti menyerang glomerulus.
-
Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin receptor blockers (ARBs): Obat tekanan darah yang digunakan untuk mengurangi kehilangan protein dan mengendalikan tekanan darah.
-
Diuretik: Obat untuk membantu mengurangi kelebihan cairan (edema).
-
Perubahan pola makan: Pasien disarankan untuk mengurangi asupan garam (natrium) dan protein dalam menu makanan sehari-hari untuk meringankan beban limbah pada ginjal.
-
Terapi penyakit penyerta: Misalnya antivirus untuk mengatasi hepatitis atau kemoterapi untuk kanker.
-
Cuci darah/transplantasi ginjal: Pada kasus lanjut, ketika fungsi ginjal menurun drastis, pasien mungkin memerlukan prosedur cuci darah (hemodialisa) atau bahkan transplantasi ginjal.
Sebagai informasi, penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi MPGN Dengan kata lain, penyebab gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Ginjal yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Sumber
MedlinePlus. Membranoproliferative glomerulonephritis. Diakses pada 2025 | MSD Manual. Membranoproliferative Glomerulonephritis. Diakses pada 2025 | National Kidney Foundation. Membranoproliferative Glomerulonephritis. Diakses pada 2025 | Springer. Membranoproliferative glomerulonephritis. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Ginjal Basic
Skrining Ginjal, Skrining Lite
7 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Prima
Skrining Lite
8 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 1 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
3 Service/Item
Rp2.150.000
Paket Post Transplantasi Ginjal 2 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
6 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Paket Post Transplantasi Ginjal 4 - Homecare
Pasca Operasi Homecare
4 Service/Item
Rp8.200.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Ginjal
Darah, Skrining Ginjal
3 Service/Item
Rp189.550






