Neurodevelopmental Disorder: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Mental

Neurodevelopmental Disorder: Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

17 Oktober 2025 4 menit waktu baca
 neurodevelopmental disorder adalah

Gangguan neurodevelopmental atau neurodevelopmental disorder adalah jenis gangguan perkembangan otak dan fungsi saraf yang dapat memengaruhi kemampuan kognitif, sosial, serta emosional.

 

Secara umum, gangguan perkembangan neurologis ini berisiko mengganggu aktivitas sehari-hari hingga menurunkan kualitas hidup anak. Mari kenali jenis, penyebab, gejala, hingga penanganan neurodevelopmental disorder selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Neurodevelopmental Disorder (Gangguan Neurodevelopmental)?

 

Neurodevelopmental disorder adalah jenis gangguan yang memengaruhi fungsi otak dan perkembangan sistem neurologis. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan untuk belajar, mengendalikan emosi, berkomunikasi, hingga berhubungan sosial. Neurodevelopmental disorder biasanya muncul pada tahap perkembangan sehingga kerap dialami oleh anak-anak dan remaja.

 

Secara umum, kondisi ini dapat berubah atau membaik seiring dengan bertambahnya usia anak, namun tidak menutup kemungkinan kondisi tersebut terus berlangsung hingga ia beranjak dewasa. Pada kasus yang tergolong ringan, kondisi ini mungkin tidak terdiagnosis hingga penderitanya beranjak dewasa.

 

Jenis-Jenis Neurodevelopmental Disorder

 

Neurodevelopmental disorder adalah gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Berdasarkan fungsi tubuh yang terdampak, neurodevelopmental disorder dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut.

 

 

Penyebab Neurodevelopmental Disorder

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab neurodevelopmental disorder. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh kombinasi faktor biologis dan pengaruh lingkungan. Selain itu, sejumlah faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengalami neurodevelopmental disorder adalah sebagai berikut.

 

  • Faktor genetik. Anak yang memiliki keluarga dengan riwayat kondisi serupa lebih berisiko mengalami neurodevelopmental disorder.

  • Gangguan perkembangan selama berada dalam kandungan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat pola makan yang buruk atau kondisi medis tertentu, seperti diabetes gestasional dan obesitas pada ibu hamil.

  • Berjenis kelamin laki-laki. Anak laki-laki diduga lebih berisiko mengalami neurodevelopmental disorder dibandingkan anak perempuan.

  • Menderita penyakit tertentu.

  • Stres.

  • Trauma.

 

Gejala Neurodevelopmental Disorder

 

Neurodevelopmental disorder adalah kondisi yang dapat menimbulkan gejala beragam, tergantung pada jenis gangguannya. Namun, beberapa gejala umum dari neurodevelopmental disorder adalah sebagai berikut.

 

  • Gangguan bicara dan berbahasa, misalnya seperti berbicara terbata-bata.

  • Gangguan penglihatan dan pendengaran.

  • Gangguan kemampuan berpikir dan daya ingat.

  • Gangguan fungsi motorik, seperti kesulitan untuk berjalan atau menggenggam suatu benda.

  • Tantrum atau emosi yang meledak-ledak.

  • Kesulitan untuk bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang lain.

 

Di samping itu, penderita kondisi ini juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami beberapa jenis neurodevelopmental disorder atau gangguan mental lainnya. Misalnya, penderita ADHD memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami learning disorder dan anxiety disorder.

 

Pengobatan Neurodevelopmental Disorder

 

Pada dasarnya, pengobatan neurodevelopmental disorder bertujuan untuk membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Adapun sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk menangani neurodevelopmental disorder adalah sebagai berikut.

 

1. Behavioral Therapy (Terapi Perilaku)

 

Metode pertama untuk menangani neurodevelopmental disorder adalah terapi perilaku, seperti applied behavioral analysis (ABA), cognitive behavioral therapy (CBT), terapi perkembangan (developmental therapy), serta terapi wicara. Tujuan utama terapi ini yaitu untuk mengubah pola pikir dan perilaku, serta meningkatkan kemampuan bicara anak dengan neurodevelopmental disorder.

 

2. Transcranial Magnetic Stimulation

 

Repetitive transcranial magnetic stimulation (rTMS) merupakan terapi stimulasi yang kerap digunakan untuk menangani depresi. Namun, akhir-akhir ini, peneliti telah menemukan manfaat rTMS untuk menangani neurodevelopmental disorder.

 

Terapi ini diketahui dapat membantu mengubah perilaku dan meningkatkan kemampuan sosial penderita gangguan neurodevelopmental, serta meringankan gejala yang dialami oleh penderita tic disorder.

 

3. Pemberian Obat-obatan

 

Meski bukan menjadi pilihan utama untuk menangani neurodevelopmental disorder, psikiater juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu, seperti obat golongan stimulan dan antidepresan guna membantu mengendalikan gejala yang dialami pasien, terutama dalam kasus ADHD dan autisme.

 

4. Complementary and Alternative Medicine (CAM)

 

Complementary and alternative medicine (CAM) adalah metode pengobatan nonkonvensional yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup penderita gangguan neurodevelopmental.

 

Melalui pengobatan ini, dokter dapat menyarankan pasien untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, menerapkan teknik relaksasi mandiri, dan melakukan aktivitas rekreasi. Metode pengobatan ini umumnya dilakukan untuk menangani neurodevelopmental disorder pada orang dewasa.

 

5. Perawatan untuk Keluarga

 

Selain pengobatan pada penderita, perawatan juga diperlukan untuk orang tua pasien neurodevelopmental disorder guna membantu meredakan stres dan menjaga kesehatan mental orang tua dalam menghadapi kondisi anaknya tersebut.

 

Pasalnya, dilansir dari jurnal Current Opinion in Psychiatry, orang tua dari anak dengan neurodevelopmental disorder lebih berisiko mengalami stres berlebih dibandingkan dengan orang tua yang memiliki anak tanpa kondisi ini.

 

Adapun beberapa metode perawatan yang dapat dilakukan oleh keluarga penderita neurodevelopmental disorder adalah konseling pernikahan, terapi keluarga, serta teknik relaksasi mandiri, seperti meditasi dan yoga.

 

Apabila anak menunjukkan gejala yang mengarah pada gangguan neurodevelopmental, jangan ragu untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi yang memungkinkan pasien untuk memperoleh saran perawatan dari dokter di mana pun dan kapan pun.


Selain itu, Anda juga dapat mengunduh aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk mengakses berbagai layanan kesehatan dari rumah, seperti memesan paket kesehatan, membuat appointment dengan dokter Siloam Hospitals terdekat, hingga check in mandiri. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail