Trombosis Sinus Vena Serebral - Penyebab & Gejalanya
Kesehatan Tubuh

Trombosis Sinus Vena Serebral - Penyebab & Gejalanya

02 Juni 2025 4 menit waktu baca
trombosis sinus vena serebral

 

Trombosis sinus vena serebral atau cerebral venous sinus thrombosis (CVST) adalah penyumbatan yang terjadi karena adanya pembekuan darah di salah satu vena besar otak. Kondisi ini sangat langka, namun pengobatan yang cepat dan tepat dapat membantu mengatasinya. Lantas, apa penyebab CVST? Bagaimana langkah penanganannya? Mari simak ulasan selengkapnya mengenai trombosis sinus vena serebral di bawah ini.  

 

Apa itu Trombosis Sinus Vena Serebral?


Seperti yang sudah dijelaskan, trombosis sinus vena serebral atau cerebral venous sinus thrombosis (CVST) adalah kondisi ketika terdapat pembekuan atau gumpalan darah di salah satu vena besar di otak sehingga terjadi penyumbatan. 

 

Jika bekuan darah tersebut menyumbat vena utama di otak, darah dapat menumpuk di dalam sirkulasi darah otak sehingga tekanan di otak akan meningkat. Kondisi ini akhirnya dapat menyebabkan pembengkakan hingga perdarahan otak. Trombosis sinus ini bisa terjadi di beberapa lokasi berikut:

 

  • Sinus transversus.

  • Sinus sagital superior.

  • Sinus sagital inferior.

  • Sinus sigmoid.

  • Sinus kavernosus.

 

CVST merupakan bentuk stroke yang langka dengan insiden tahunan yang diperkirakan mencapai tiga hingga empat kasus per satu juta orang. Trombosis vena serebral ditemukan lebih sering terjadi pada wanita daripada pada pria. Hal ini diduga disebabkan oleh faktor risiko khusus jenis kelamin, misalnya, penggunaan kontrasepsi oral, kehamilan, nifas, dan terapi penggantian hormon.

 

Penyebab Trombosis Sinus Vena Serebral

 

Trombosis sinus vena serebral adalah kondisi langka yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Orang dewasa, anak-anak, dan bayi memiliki faktor risiko CVST yang berbeda. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

Faktor risiko CVST pada orang dewasa:

 

  • Sedang hamil atau baru melahirkan, terutama beberapa minggu pertama setelah melahirkan.

  • Memiliki masalah pembekuan darah, misalnya sindrom antifosfolipid, defisiensi protein C dan S, defisiensi antitrombin III, antikoagulan lupus, antibodi antikardiolipin, atau mutasi faktor V Leiden.

  • Kanker.

  • Penyakit pembuluh darah kolagen, seperti lupus, granulomatosis dengan poliangiitis, dan sindrom Behcet.

  • Obesitas.

  • Inflammatory bowel disease, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif.

  • Penggunaan kontrasepsi oral. 

  • Terapi penggantian hormon (hormon replacement therapy).

 

Faktor risiko CVST pada anak-anak dan bayi:

 

 

Banyak faktor risiko yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan trombosis vena serebral (CVST). Pada lebih dari 85% pasien dengan CVST, setidaknya satu faktor risiko biasanya teridentifikasi. Selain itu, lebih dari 50% pasien memiliki beberapa faktor risiko yang dapat memperburuk kondisi ini.

Gejala Trombosis Sinus Vena Serebral

 

Gejala trombosis sinus vena serebral bergantung pada seberapa parah gumpalan tersebut dan lokasinya. Secara umum, gejala-gejala CVST meliputi:

 

  • Sakit kepala yang terus memburuk (gejala yang paling umum).

  • Kejang.

  • Penurunan kemampuan penglihatan atau pandangan kabur.

  • Penglihatan ganda.

  • Kelemahan anggota gerak tubuh.

  • Kelumpuhan saraf kranialis.

  • Mual atau muntah.

  • Altered mental status dan/atau penurunan kesadaran.

Diagnosis Trombosis Sinus Vena Serebral

 

Pertama-tama, dokter akan melakukan anamnesis atau tanya jawab medis dengan pasien mengenai gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatannya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh guna mengevaluasi gejala yang mengarah pada CVST, mulai dari pemeriksaan tanda-tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu), kekuatan otot, refleks, keseimbangan, kemampuan penglihatan, dan lain-lain. 

 

Selanjutnya, untuk mengonfirmasi diagnosis trombosis sinus vena serebral, dokter dapat memerlukan beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

 

  • Pemeriksaan darah seperti darah lengkap, koagulasi (bleeding time, prothrombin time/PT, activated partial thromboplastin time/aPTT), thrombin time, fibrinogen, dan d-dimer), kultur darah, dan lain-lain.

  • MRI otak atau CT scan otak.

  • Magnetic resonance venography (MRV) atau CT venography.

  • Angiografi serebral.

 

Pengobatan Trombosis Sinus Vena Serebral

 

Trombosis sinus vena serebral bisa dilakukan melalui beberapa pilihan perawatan. Adapun pilihan perawatan untuk CVST adalah sebagai berikut:

 

  • Antikoagulan, seperti heparin.

  • Trombolitik.

  • Antibiotik (jika CVST disebabkan infeksi).

  • Trombektomi (prosedur operasi pengangkatan gumpalan).

  • Pemberian obat-obatan atau melakukan berbagai prosedur medis untuk menurunkan tekanan intrakranial (tekanan di otak).

  • Obat antikejang.

 

Perlu dipahami bahwa tanda dan gejala terkait trombosis sinus vena serebral di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan Skrining Stroke yang bisa Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, lalu tinggal datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.

Sumber

Cleveland Clinic. Cerebral Venous Sinus Thrombosis. Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Cerebral Venous Sinus Thrombosis (CVST). Diakses pada 2024 | YeleMedicince. Cerebral Venous Sinus Thrombosis (CVST). Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Cerebral Venous Thrombosis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-donny-argie-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Donny Argie, SpBS, NVas, FINPS, FICS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ivanmorl-ruspanah-spbs

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivanmorl Ruspanah, SpBS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bagus-sasongko-spbs

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS

Bedah Saraf

Spesialis Bedah Saraf


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail