Benturan di Dada Bisa Sebabkan Patah Tulang Rusuk, Kenali Gejalanya!
Kesehatan Tubuh

Benturan di Dada Bisa Sebabkan Patah Tulang Rusuk, Kenali Gejalanya!

22 Mei 2025 4 menit waktu baca
patah tulang rusuk

 

Patah tulang rusuk adalah kondisi ketika tulang rusuk patah atau retak. Kondisi yang dikenal juga dengan sebutan rib fracture ini membutuhkan penanganan sesegera mungkin karena berisiko merusak organ vital di sekitarnya. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti benturan atau pukulan di area dada. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai patah tulang rusuk melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Patah Tulang Rusuk?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, patah tulang rusuk adalah kondisi saat tulang rusuk retak atau patah (fraktur). Kondisi ini biasanya terjadi akibat benturan atau pukulan pada area dada. Tulang rusuk yang patah berisiko melukai organ tubuh di dalamnya sehingga perlu segera ditangani.

 

Sebagai informasi, tulang rusuk atau iga merupakan tulang panjang yang melengkung dan membentuk rongga rusuk. Manusia, baik pria maupun wanita, memiliki 24 tulang rusuk (12 pasang). Fungsi utama tulang rusuk adalah melindungi jantung dan paru-paru, serta menjadi tempat melekatnya otot-otot pernapasan di area dada.

 

Tulang rusuk 1 hingga 3 adalah tulang yang paling sulit patah. Oleh karena itu, jika kedua tulang rusuk ini patah, hal itu menandakan bahwa trauma yang sangat signifikan telah terjadi. Sedangkan, tulang rusuk 4 sampai 10 biasanya paling rentan patah. Sementara itu, tulang rusuk 11 sampai 12 lebih mudah bergerak sehingga lebih sulit patah.

 

Penyebab Patah Tulang Rusuk

 

Patah tulang rusuk umumnya disebabkan oleh benturan atau pukulan, misalnya karena kecelakaan mobil, terjatuh, tindakan kekerasan, dan cedera akibat olahraga. Jenis fraktur ini juga bisa dipicu oleh kondisi lain selain trauma. Adapun beberapa kondisi nontraumatik yang bisa menyebabkan rib fracture, di antaranya:

 

  • Kanker dari organ tubuh lainnya yang menyebar hingga ke tulang.

  • Osteoporosis.

  • Batuk parah, seperti batuk rejan.

  • Menggunakan otot dada secara berlebihan dalam waktu yang lama.

 

Gejala Patah Tulang Rusuk

 

Apabila disebabkan oleh benturan, jenis fraktur ini biasanya ditandai dengan adanya memar atau bengkak pada dada sehingga bentuk dada menjadi tidak simetris. Selain itu, patah tulang rusuk juga dapat menyebabkan nyeri dada saat penderitanya melakukan beberapa hal berikut ini:

 

  • Menarik dan mengembuskan napas.

  • Menekan dada.

  • Batuk atau bersin.

  • Tertawa.

  • Menggerakkan tubuh bagian atas.

 

Diagnosis Patah Tulang Rusuk

 

Untuk mendiagnosis patah tulang rusuk, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui keluhan, riwayat kesehatan, serta kejadian yang menyebabkan pasien mengalami fraktur. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik di area dada serta bagian tubuh lainnya untuk mencari kemungkinan cedera lain.

 

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara napas pasien. Dokter juga mungkin membutuhkan beberapa pemeriksaan penunjang guna mengonfirmasi diagnosis. Pemeriksaan tersebut meliputi rontgen dada, USG dada, dan CT scan dada.

 

Pengobatan Patah Tulang Rusuk

 

Pengobatan patah tulang rusuk akan disesuaikan dengan tingkat keparahan, usia pasien, atau kemungkinan adanya cedera lain. Namun, pada kasus yang ringan, kondisi ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3–6 minggu. Jika pasien memerlukan pengobatan, misalnya untuk meredakan rasa nyeri, dokter memberikan obat antinyeri dalam bentuk suntik.

 

Pada perawatan untuk patah tulang rusuk, dokter biasanya tidak membalut dada pasien karena dapat meningkatkan risiko pasien sulit bernapas dan mengalami atelektasis hingga pneumonia. Adapun langkah pengobatan lainnya adalah:

 

  • Memberikan kompres dingin pada area dada yang terasa nyeri.

  • Melakukan latihan pernapasan setiap 2 jam sekali.

  • Meletakkan bantal di area tulang rusuk yang patah untuk mengurangi rasa nyeri saat pasien batuk.

  • Istirahat yang cukup.

  • Melakukan gerakan ringan, seperti berjalan santai untuk mencegah penumpukan lendir di paru-paru.

  • Melakukan kontrol ke dokter spesialis orthopaedi 2 minggu kemudian.

 

Pada kondisi patah tulang rusuk yang parah, biasanya dokter akan merekomendasikan tindakan operasi. Beberapa metode operasi tersebut, di antaranya:

 

  • Menyatukan tulang rusuk yang patah menggunakan sekrup dan pelat atau kawat dan pen melalui prosedur open reduction and internal fixation (ORIF).

  • Melakukan cangkok tulang untuk menyambungkan tulang rusuk yang patah menggunakan tulang dari bagian tubuh lain.

 

Komplikasi Patah Tulang Rusuk

 

Patah tulang rusuk dapat menyebabkan komplikasi apabila kondisinya tergolong parah dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan pada organ tubuh serta membuat penderitanya mengalami masalah pernapasan, seperti pneumonia, atelektasis, pneumotoraks, hemotoraks, robekan di aorta jantung, hingga emfisema subkutis. 

 

Komplikasi yang bisa ditimbulkan dari prosedur pembedahan adalah perdarahan dan infeksi tulang (osteomielitis). Sementara itu, komplikasi dari patah tulang lama yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan nonunion dan malunion

 

Penting untuk diingat bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa penyebab serta gejala yang disebutkan juga tidak secara spesifik mewakili kondisi patah tulang rusuk karena mungkin mengindikasikan kondisi lainnya.

 

Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti nyeri pada dada saat bernapas, bersin dan tertawa yang tak kunjung membaik, segera kunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.

 

Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-ivan-joalsen-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivan Joalsen M.T, Sp.BTKV (K), SubsSp-Ve. McPhleb

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-putu-wisnu-arya-wardana-spbtkv

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Putu Wisnu Arya Wardana, SpBTKV, FIATCVS

Bedah Toraks Kardiovaskular

Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hariadi-hadibrata-spbtkv

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hariadi Hadibrata, SpBTKV (K)

Bedah Toraks Kardiovaskular

Subspesialis Bedah Toraks


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail