Kesehatan Tubuh
Panduan untuk Pemula mengenai Pedoman Skrining Kanker

Table of Contents
Skrining kanker adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya sel-sel kanker yang tumbuh di dalam tubuh. Prosedur ini disarankan untuk dilakukan secara berkala sebagai upaya deteksi dini kanker. Pasalnya, kanker yang terdeteksi sejak dini (diagnosis dini/early diagnosis) masih memiliki kemungkinan lebih besar untuk sembuh.
Bagi para pemula, mungkin masih belum paham mengenai langkah-langkah melakukan skrining kanker sehingga akan membutuhkan panduan dan pedoman mengenai prosedur pemeriksaan ini. Maka dari itu, untuk mengetahui panduan skrining kanker bagi pemula selengkapnya, mari simak artikel di bawah ini sampai tuntas.
Apa itu Skrining Kanker?
Skrining kanker adalah prosedur pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi pra-kanker atau kanker stadium awal pada seseorang yang tidak mengalami gejala tertentu (asimtomatik). Dengan begitu, dokter dapat menegakkan diagnosis dan melakukan pengobatan sedini mungkin yang bisa meningkatkan peluang kesembuhan penyakit.
Selain itu, skrining kanker juga bisa membantu mengurangi risiko terjadinya kanker dengan mengidentifikasi dan mengobati prekursornya (suatu kondisi yang menjadi pemicu penyakit baru). Misalnya, dokter dapat melakukan skrining kanker dengan mendeteksi adanya infeksi virus HPV yang bisa memicu terjadinya kanker serviks.
Panduan Skrining Kanker untuk Pemula
Pemula yang baru menjalani skrining kanker secara berkala mungkin masih belum memahami apa saja yang perlu diperhatikan selama menjalani prosedur pemeriksaan ini. Maka dari itu, guna memudahkan pemula dalam melakukan pemeriksaan, sekaligus meningkatkan efektivitas, memaksimalkan manfaat, serta meminimalkan risiko efek sampingnya, terdapat panduan untuk pemula mengenai pedoman skrining kanker yang perlu diperhatikan. Berikut uraiannya.
1. Prosedur
Program skrining kanker yang dilaksanakan oleh penyedia fasilitas kesehatan harus dipastikan telah terstruktur. Selain itu, penyedia fasilitas kesehatan juga perlu memastikan bahwa program skrining kanker yang dijalankan sudah sesuai dengan prinsip Wilson & Jungner sebelum melaksanakan prosedur pemeriksaan tersebut. Berikut uraiannya:
-
Knowledge of disease: Skrining dilakukan untuk penyakit atau kondisi yang penting dan bisa dideteksi pada tahap awal. Selain itu, perjalanan penyakit yang diskrining juga harus sudah diketahui dengan baik.
-
Knowledge of test: Pemeriksaan yang dilakukan harus sesuai dan dapat dilakukan secara terus-menerus (tidak hanya sesuai untuk satu waktu saja).
-
Treatment for disease: Sudah ada standar penanganan dan fasilitas kesehatan untuk memberikan tata laksana kepada pasien yang terdiagnosis setelah skrining.
-
Cost considerations: Faktor kesesuaian biaya yang dikeluarkan untuk skrining.
2. Manfaat dan Risiko Efek Samping
Manfaat utama dilakukannya skrining kanker adalah untuk mendeteksi prakanker atau kanker pada tahap awal, sehingga bisa mengurangi insiden kematian (mortalitas) serta morbiditas yang berkaitan dengan kanker. Selain itu, dengan dilakukannya skrining kanker, pasien bisa mendapatkan pengobatan kanker minimal invasif karena dilakukan pada tahap awal.
Pada kondisi tertentu, skrining kanker juga memiliki risiko efek samping, terutama jika terjadi false positive (terdeteksi ada prakanker atau kanker, padahal sebenarnya tidak ada). Hal ini membuat pasien mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh. Selain itu, prosedur pemeriksaan yang dilakukan pasien mungkin juga bisa menimbulkan efek samping berupa ketidaknyamanan.
3. Jenis-Jenis Pemeriksaan
Secara umum, skrining kanker dapat dilakukan melalui serangkaian prosedur pemeriksaan. Dalam hal ini, dokter dapat memeriksa berbagai bagian tubuh, seperti payudara, serviks, sistem pencernaan, dan bagian lain untuk mendeteksi apakah terdapat tanda-tanda adanya pertumbuhan sel kanker atau tumor.
World Health Organization sendiri merekomendasikan setiap individu untuk menjalani skrining kanker serviks, kanker payudara, dan kanker usus besar (kolorektal) secara berkala. Secara umum, prosedur skrining yang dilakukan bisa bervariasi, tergantung pada jenis kanker yang ingin dideteksi. Berikut penjelasan selengkapnya.
A. Skrining Kanker Serviks
Skrining kanker serviks umumnya dilakukan melalui dua metode, yaitu pap smear dan tes HPV. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Pap smear: Mendeteksi sel-sel abnormal pada serviks (leher rahim).
-
Tes HPV: Dilakukan melalui sampel sel serviks untuk mendeteksi adanya DNA HPV (Human papillomavirus) yang bisa memicu terjadinya kanker serviks.
B. Skrining Kanker Payudara
Skrining kanker payudara umumnya dilakukan melalui mamografi, yaitu tes pencitraan yang dapat mendeteksi keberadaan sel tumor atau kanker pada jaringan lemak di payudara. WHO merekomendasikan skrining kanker payudara ini dilakukan pada wanita berusia 50–69 tahun. Tes skrining lain untuk kanker payudara meliputi:
-
Periksa payudara sendiri (SADARI).
-
USG payudara.
-
Pengambilan sampel jaringan, jika sudah ada benjolan.
-
MRI.
C. Skrining Kanker Usus Besar
Kanker usus besar dapat berkembang dari polip prakanker di usus besar atau rektum. Maka dari itu, skrining kanker usus besar dilakukan dengan mendeteksi keberadaan polip tersebut di usus besar. Dengan begitu, dokter dapat segera mengangkat polip dari usus besar sebelum berubah menjadi kanker. Beberapa jenis skrining kanker usus besar yang umum dilakukan, di antaranya:
-
Tes darah.
-
CT scan abdomen.
D. Skrining Kanker Paru-Paru
U.S. Preventive Services Task Force (USPSTF) merekomendasikan skrining kanker paru-paru dilakukan setiap tahun melalui low-dose computed tomography (LDCT) bagi seseorang yang memiliki kondisi berikut ini:
-
Berusia 50–80 tahun.
-
Perokok aktif atau berhenti merokok dalam 15 tahun terakhir.
-
Memiliki kebiasaan merokok 20 bungkus per tahun atau lebih.
4. Hasil Pemeriksaan
Pada dasarnya, skrining kanker dapat dilakukan untuk membedakan pasien yang menderita kanker dengan yang sehat. Namun, dalam kondisi tertentu, prosedur pemeriksaan ini mungkin dapat memberikan hasil negatif palsu (false negative) atau positif palsu (false positive).
Perlu diketahui, negatif palsu merupakan kondisi ketika hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang tidak menderita kanker, namun sebenarnya pasien mengalami penyakit tersebut. Sebaliknya, positif palsu adalah kondisi ketika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasien menderita kanker meskipun sebenarnya pasien dalam keadaan sehat.
Maka dari itu, untuk menghindari risiko hasil skrining yang tidak akurat, dokter dapat melakukan beberapa prosedur pemeriksaan dalam program skrining ini, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium, tes pencitraan, biopsi, dan lain sebagainya. Dengan begitu, dokter dapat menyimpulkan hasil pemeriksaan yang bisa membantu meningkatkan akurasi penegakan diagnosis.
Itu dia ulasan lengkap mengenai panduan skrining kanker yang penting untuk dipahami oleh pemula. Di samping itu, jika ingin mengetahui lebih dalam mengenai prosedur skrining kanker untuk pemula, Anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi berpengalaman di Siloam Hospitals terdekat.
Anda pun dapat melakukan medical check up dengan memesan Paket Skrining Kanker untuk mendapatkan pemeriksaan secara menyeluruh dan mendeteksi keberadaan kanker sejak dini. Pemesanan paket ini dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya sekarang juga untuk mendapatkan berbagai kemudahan akses kesehatan Anda.
Sumber
World Health Organization. A Short Guide to Cancer Screening. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Cancer Screening. Diakses pada 2024 | CDC. Cancer Screening Tests. Diakses pada 2024 | Office of Disease Prevention and Health Promotion. Lung Cancer: Screening. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Breast Cancer Screening (PDQ®)–Patient Version. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000
TERPOPULER
Jantung Ultima
Skrining Jantung
8 Service/Item
Rp1.900.000



