Perbedaan Edema Paru Kardiogenik dan Nonkardiogenik, Jangan Keliru
Kesehatan Tubuh

Perbedaan Edema Paru Kardiogenik dan Nonkardiogenik, Jangan Keliru

06 Mei 2025 4 menit waktu baca
perbedaan edema paru kardiogenik dan nonkardiogenik

 

Edema paru kardiogenik dan nonkardiogenik adalah dua jenis kondisi edema paru, yaitu penumpukan cairan di dalam paru-paru. Keduanya memiliki faktor penyebab, diagnosis,dan pengobatan yang berbeda. Untuk memahami perbedaan edema paru kardiogenik dan nonkardiogenik selengkapnya, mari simak ulasan di bawah ini.

 

Perbedaan Edema Paru Kardiogenik dan Nonkardiogenik

 

Edema paru adalah kondisi ketika terdapat penumpukan cairan pada dinding dan alveolus (kantung udara kecil pada paru untuk pertukaran oksigen dan karbondioksida). Keadaan ini merupakan salah satu kondisi yang dapat mengancam nyawa. Berdasarkan penyebabnya, terdapat dua jenis edema paru, yaitu edema paru kardiogenik dan nonkardiogenik.

 

Edema paru kardiogenik adalah penumpukan cairan berlebih di paru-paru akibat tekanan dalam jantung yang meningkat signifikan sehingga akan meningkatkan tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah kapiler paru. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan tekanan dan terkumpulnya darah di sisi kiri jantung, yang umumnya terjadi karena gagal jantung. Penderita kondisi ini bisa mengalami kesulitan bernapas hingga menyebabkan kerusakan organ akibat kekurangan oksigen.

 

Sementara itu, edema paru nonkardiogenik adalah penumpukan cairan pada paru berlebih akibat adanya injury atau cedera pada paru. Hal ini menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler (pembuluh darah halus) pada paru-paru. 

 

Kondisi ini terjadi akibat adanya akibat peningkatan tekanan vaskular paru. Selain itu, kebocoran pembuluh darah kapiler juga akan menyebabkan pembentukan edema. Kebocoran ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab yang mendasari seperti sepsis, pankreatitis, dan lain-lain. Ketidakseimbangan antara gaya hidrostatik dan onkotik serta peningkatan permeabilitas kapiler paru mengakibatkan edema paru.

 

Dengan kata lain, edema paru nonkardiogenik tidak disebabkan oleh peningkatan tekanan dalam jantung. Sindrom gangguan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome) hingga infeksi virus juga bisa menjadi penyebab kondisi edema paru nonkardiogenik. 

 

Penyebab Edema Paru Kardiogenik dan Nonkardiogenik

 

Penyebab edema paru kardiogenik yang paling umum adalah gagal jantung kongestif. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti:

 

 

Di sisi lain, edema paru nonkardiogenik bisa disebabkan oleh faktor di luar gangguan jantung, di antaranya yaitu:

 

  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS). 

  • Berada di dataran tinggi, seperti sedang mendaki gunung yang menyebabkan edema paru akibat ketinggian atau high-altitude pulmonary edema (HAPE).

  • Terpapar zat beracun, seperti amonia atau klorin.

  • Emboli paru.

  • Edema paru neurogenik.

  • Transfusion related acute lung injury (TRALI), yaitu cedera paru akut yang terjadi akibat transfusi darah.

  • Efek samping operasi kepala.

  • Cedera kepala atau kejang.

  • Tenggelam.

  • Infeksi virus, seperti virus dengue atau COVID-19.

  • Efek samping obat-obatan tertentu.

  • Penyalahgunaan NAPZA.

 

Diagnosis Edema Paru Kardiogenik dan Nonkardiogenik

 

Dokter akan membedakan diagnosis edema paru kardiogenik dan nonkardiogenik dengan cara  melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala yang dirasakan pasien dan riwayat medisnya. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada organ paru dan jantung.

 

Kemudian, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis edema paru, yaitu seperti: 

 

 

Diagnosis edema paru nonkardiogenik perlu dilakukan dengan mengeliminasi penyebab kardiogenik. Dokter dapat merekomendasikan ekokardiogram untuk mengamati perubahan akut pada fungsi sistolik atau diastolik jantung. Jika hasilnya belum jelas, dokter bisa memeriksa pulmonary capillary wedge pressure (PCWP) pasien. Jika hasilnya kurang dari 18 mmHg, pasien didiagnosis dengan edema paru nonkardiogenik. Beberapa tes berikut juga mungkin direkomendasikan:

 

  • Rontgen dada apabila pasien diduga mengalami ARDS.

  • Analisis gas darah untuk mengetahui kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah.

  • Pulse oximetry untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah.

 

Pengobatan Edema Paru Kardiogenik dan Nonkardiogenik

 

Sasaran pengobatan untuk edema paru difokuskan pada meredakan gejala dan mengatasi penyebab mendasar kondisi tersebut. Edema paru yang disebabkan oleh masalah jantung bisa ditangani dengan prosedur non-invasif maupun invasif, seperti:

 

  • Pemberian obat-obatan, seperti diuretik, vasodilator, calcium channel blocker, dan inotropik.

  • Pemasangan alat bantu ventrikel.

  • Percutaneous coronary intervention (PCI).

  •  Bypass arteri koroner.

  • Penggantian katup jantung.

  • Pemasangan alat bantu pemompa jantung, intra-aortic balloon pump (IABP).

  • Oksigenasi membran ekstrakorporeal atau extracorporeal membrane oxygenation (ECMO).

  • Transplantasi jantung.

 

Adapun pengobatan untuk edema paru nonkardiogenik disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Umumnya, pengobatan edema paru yang tidak diakibatkan masalah jantung melibatkan beberapa prosedur berikut:

 

  • Terapi paru sesuai kondisi yang mendasari.

  • High-frequency ventilation.

  • Penggunaan obat oksida nitrat yang dihirup.

  • Pemberian oksigen tambahan.

 

Seperti yang dijelaskan, edema paru kardiogenik dan nonkardiogenik memiliki faktor penyebab yang berbeda. Penanganannya pun didasarkan pada faktor yang mendasarinya sehingga dibutuhkan diagnosis akurat untuk menentukan metode pengobatan yang tepat untuk setiap pasien. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua faktor di atas menyebabkan edema paru. 

 

Kendati demikian, jika Anda merasakan kesulitan bernapas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis yang tepat. Apabila dokter memberikan diagnosis edema paru kardiogenik, maka penanganan pun akan disesuaikan dengan masalah jantung yang mendasarinya.

 

Dokter akan memastikan setiap pasien menjalani prosedur pemeriksaan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi medisnya. Tahapan diagnosis dan pengobatan pun juga akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya mungkin berbeda antara satu lokasi dan lainnya.

 

Untuk berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan fitur membuat janji temu di aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga dapat membantu Anda mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk menggunakan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Library of Medicine. Noncardiogenic Pulmonary Edema. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Cardiogenic Pulmonary Edema. Diakses pada 2024 | ResearchGate. Cardiogenic vs. Non-Cardiogenic Pulmonary Edema: Diagnostic and Therapeutic Approaches. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail