Kesehatan Tubuh
Perbedaan Fisioterapi dan Chiropractic yang Perlu Dipahami

Table of Contents
Dalam prosedur fisioterapi, terapis dapat menggunakan tangannya untuk memijat, meregangkan, hingga memanipulasi persendian pasien. Karena itu, sebagian individu kerap menganggap fisioterapi sebagai jenis terapi yang sama dengan chiropractic, yaitu terapi manual untuk memanipulasi sendi.
Padahal, terdapat perbedaan fisioterapi dan chiropractic jika dilihat dari beberapa aspek, seperti tujuan hingga kondisi medis yang ditangani. Untuk mengetahui perbedaan chiropractic dan fisioterapi selengkapnya, Anda dapat menyimak artikel di bawah ini sampai tuntas.
Mengenal Perbedaan Fisioterapi dan Chiropractic
Fisioterapi adalah terapi fisik yang dilakukan untuk memulihkan keterbatasan fisik karena cedera atau kondisi medis tertentu. Fisioterapi dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik atau dengan fisioterapis.
Terapi ini dapat dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya menggunakan terapi manual, seperti peregangan, mobilisasi, hingga manipulasi sendi. Karena salah satu metodenya dilakukan secara manual, fisioterapi kerap disamakan dengan chiropractic.
Sebagai informasi, chiropractic adalah terapi yang dilakukan secara manual menggunakan tangan terapis untuk memanipulasi persendian tubuh. Di Indonesia, chiropractic belum diakui sebagai ilmu kedokteran. Chiropractic sendiri masuk ke dalam pengobatan komplementer alternatif berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 15 tahun 2018 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional komplementer.
Meski prosedurnya terlihat mirip, terdapat sejumlah perbedaan fisioterapi dan chiropractic yang perlu dipahami. Berikut adalah uraian lengkap mengenai perbedaan fisioterapi dan chiropractic yang ditinjau dari tiga pendekatan, yaitu tujuan prosedur, tindakan yang dilakukan, serta kondisi medis yang ditangani.
1. Tujuan Prosedur
Perbedaan fisioterapi dan chiropractic yang pertama adalah dari tujuan prosedurnya. Tujuan utama fisioterapi adalah untuk mengembalikan fungsi normal tubuh, mempercepat proses pemulihan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami cedera. Selain itu, terapi fisik juga dapat mengoptimalkan kekuatan tubuh secara keseluruhan dan mencegah rasa nyeri akibat cedera datang kembali.
Di sisi lain, chiropractic bertujuan untuk meningkatkan fungsi tubuh secara keseluruhan sekaligus meredakan rasa nyeri yang dialami pasien. Terapi ini berfokus pada pemulihan fungsi normal sendi, keseimbangan otot, serta jangkauan atau rentang gerak tubuh. Di samping itu, chiropractic juga dapat meredakan ketegangan, kekakuan, dan nyeri pada bagian tubuh yang bermasalah.
2. Tindakan yang Dilakukan
Utamanya, fisioterapi dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, di antaranya adalah terapi manual (menggunakan tangan fisioterapis untuk memijat, menggerakkan, dan manipulasi tubuh yang terganggu), pemberian saran dan edukasi, serta latihan fisik dan pergerakan.
Di samping itu, fisioterapi juga dapat menggunakan bantuan alat medis dalam prosedur tindakannya, seperti terapi ultrasound dan TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation). Prosedurnya pun kerap melibatkan pasien secara langsung. Misalnya, seorang fisioterapis dapat membuat program latihan bagi pasien untuk melakukan aktivitas fisik tertentu selama menjalani fisioterapi.
Sedangkan, chiropractic dilakukan hanya dengan memanipulasi dan menyelaraskan sistem muskuloskeletal tubuh pasien menggunakan tangan terapis. Terapi ini umumnya tidak melibatkan pasien secara langsung untuk bergerak atau melakukan aktivitas tertentu.
Terapis akan menempatkan pasien berbaring di atas meja chiropractic yang dirancang khusus. Kemudian terapis akan menggunakan tangannya untuk menerapkan kekuatan yang terkontrol dan tiba-tiba pada sendi serta mendorongnya melampaui rentang gerak yang normal. Anda mungkin mendengar suara letupan atau retakan saat terapis menggerakkan sendi Anda selama sesi berlangsung.
3. Kondisi Medis yang Ditangani
Perbedaan fisioterapi dan chiropractic selanjutnya terletak pada kondisi medis yang ditangani. Fisioterapi umumnya menggunakan latihan peregangan dan kekuatan, elektroterapi, hidroterapi, serta terapi manual untuk memulihkan beberapa kondisi yang lebih luas, seperti:
-
Gangguan ortopedi, seperti nyeri punggung, ligamen robek, carpal tunnel syndrome, artritis, low back pain, gangguan persendian, dan lain sebagainya.
-
Masalah sistem muskuloskeletal yang berkaitan dengan gangguan neurologis, seperti multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, vertigo, cerebral palsy, dan stroke.
-
Gangguan muskuloskeletal akibat penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, fibromyalgia, dan lain-lain.
-
Keluhan tertentu akibat kondisi kronis, seperti asma, diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, dan lain sebagainya.
-
Gangguan kesehatan yang terkait dengan kondisi perinatal dan postnatal, seperti nyeri panggul, kelemahan otot dasar panggul, serta inkontinensia urine.
Sementara itu, chiropractic biasanya dilakukan untuk menangani kondisi-kondisi yang berkaitan dengan gangguan sendi dan otot, seperti:
-
Temporomandibular joint syndrome.
-
Nyeri leher.
-
Nyeri bahu.
-
Fibromyalgia.
-
Disc pain, yaitu nyeri pada diskus atau cakram tulang belakang.
World Health Organization (WHO) tidak menganjurkan orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu untuk menjalani chiropractic, seperti:
-
Osteoporosis parah.
-
Mati rasa, kesemutan, atau kehilangan kekuatan pada lengan atau kaki.
-
Stroke.
-
Kelainan tulang yang diketahui di leher bagian atas
-
Penyakit tulang dan infeksi tulang.
-
Patah tulang.
-
Peradangan sendi seperti rhematoid arthritis.
-
Penyakit tumor seperti tumor sumsum tulang belakang, osteoblastoma, dan lain-lain.
Itu dia penjelasan mengenai perbedaan fisioterapi dan chiropractic yang perlu dipahami. Kedua terapi tersebut memang dapat meredakan rasa nyeri dan kekakuan, serta meningkatkan mobilitas dan fungsi tubuh secara umum.
Penting untuk diketahui bahwa fisioterapi dan chiropractic dapat menimbulkan reaksi atau efek samping yang berbeda bagi masing-masing pasien. Umumnya, prosedur pengobatan akan direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani terapi ini.
Oleh karena itu, jika memiliki gejala atau keluhan kondisi medis yang berkaitan dengan cedera, Anda dapat langsung mengunjungi Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, serta saran perawatan yang tepat sesuai kondisi Anda.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait cedera dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Jika dokter telah merekomendasikan, Anda bisa memesan paket Fisioterapi yang disediakan oleh layanan Siloam at Home untuk mendapatkan terapi fisik di rumah. Paket Fisioterapi bisa dipesan secara mudah melalui aplikasi MySiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Thomas Sintong Pratama Purba SpKFR.,FIPM.,AIFO-K.,COMSK
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Andreas Wardono Santoso, SpKFR, M.Kes
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
SHMD Physiotherapist
Rehabilitasi Medik
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
Siloam Hospitals Medan
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Fisioterapi (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp399.000
TERPOPULER
Fisioterapi (6x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp3.300.000
Fisioterapi Silver ASRI - Homecare
Rp1.200.000
Fisioterapi & Chest Therapy (1x kunjungan) - Homecare
Rehabilitasi Medis Homecare
Rp1.072.000






