Kesehatan Tubuh
7 Pertolongan Pertama Keracunan Makanan yang Harus Dilakukan

Table of Contents
Gejala keracunan makanan dapat berupa munculnya rasa mual, muntah, hingga diare. Ketika hal ini terjadi, ada beberapa langkah pertolongan pertama keracunan makanan yang dapat dilakukan untuk mencegah perburukan kondisi, salah satunya yaitu mencukupi cairan tubuh. Hal ini dikarenakan gejala keracunan makanan yang berlangsung dalam waktu lama berisiko menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi. Mari simak artikel berikut untuk mengetahui berbagai pertolongan pertama saat keracunan makanan.
Penyebab dan Gejala Keracunan Makanan
Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh kuman (bakteri, jamur, parasit, atau virus) yang ikut tertelan bersamaan dengan makanan. Hal ini biasanya terjadi karena seseorang mengonsumsi makanan basi atau yang proses persiapannya tidak higienis yang masuk ke dalam saluran pencernaan dan menimbulkan gejala.
Umumnya, kuman penyebab keracunan makanan membutuhkan waktu lama untuk berkembang biak di dalam tubuh. Akibatnya, terkadang gejala tidak langsung muncul dan penyakit ini sulit dideteksi sejak dini. Meski begitu, beberapa tanda keracunan makanan yang umum terjadi dan membutuhkan pertolongan pertama adalah sebagai berikut:
-
Mual dan muntah.
-
Diare, kemungkinan disertai darah jika penyebabnya adalah bakteri EHEC atau Campylobacter.
-
Nyeri kepala.
-
Nyeri dan kram perut, biasanya terjadi 12–72 jam setelah makan.
Meski sulit untuk dicegah, risiko keracunan makanan dapat diminimalkan dengan mengonsumsi makanan yang terjamin kebersihannya. Selain itu, perhatikan keterangan tanggal kedaluwarsa pada setiap kemasan untuk memastikan makanan tersebut masih layak dikonsumsi.
Pertolongan Pertama Keracunan Makanan
Penderita keracunan makanan sebaiknya ditangani oleh dokter untuk mendapat pengobatan medis dengan tepat. Namun, sebelum mendapatkan penanganan rumah sakit, terdapat beberapa langkah pertolongan pertama keracunan makanan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya. Berikut penjelasannya.
1. Cukupi Cairan Tubuh
Efek keracunan makanan, berupa mual, muntah, dan diare, biasanya akan mulai dirasakan penderita dalam kurun waktu 6–48 jam setelah makan. Apabila gejala tersebut berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi ini berisiko menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.
Oleh karena itu, penderita disarankan untuk tetap mengonsumsi air mineral atau cairan elektrolit sedikit demi sedikit guna menjaga keseimbangan cairan tubuhnya. Hal ini juga berguna untuk membuang racun di dalam tubuh.
2. Atur Posisi Tepat Saat Muntah
Hindari posisi berbaring apabila gejala mual dan muntah masih berlanjut. Penderita disarankan untuk duduk dalam posisi tegak. Hal ini bertujuan untuk mencegah muntah masuk ke dalam saluran pernapasan yang berisiko menyebabkan penderita mengalami gangguan pernapasan. Selain itu, pada saat muntah, posisikan kepala sedikit menunduk agar makanan tidak kembali turun ke tenggorokan sehingga risiko tersedak dapat diminimalkan.
3. Konsumsi Makanan yang Tepat
Batasi asupan makanan hingga gejala keracunan mereda. Selain itu, konsumsilah makanan rendah lemak yang mudah dicerna, seperti pisang, madu, bubur, dan kentang. Hindari minuman beralkohol, kafein, susu, makanan pedas, berminyak, atau makanan dan minuman asam untuk sementara waktu karena berisiko memperburuk gejala keracunan.
4. Konsumsi Air Jahe
Pertolongan pertama keracunan makanan basi atau makanan tidak higienis juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi air jahe. Air jahe diketahui dapat membantu meredakan gejala keracunan, seperti mual dan sakit perut. Selain itu, air rebusan jahe juga dapat memberi efek menenangkan pada saluran pencernaan sehingga cukup baik dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan lainnya.
5. Hindari Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter
Muntah dan diare akibat keracunan makanan merupakan proses alami tubuh untuk mengeluarkan racun dari saluran pencernaan. Ketika sedang mengalami kondisi ini, sebaiknya hindari mengonsumsi obat antidiare tanpa resep dokter karena berpotensi memperburuk gejala keracunan.
6. Istirahat yang Cukup
Apabila gejala keracunan makanan sudah mulai mereda, usahakan untuk tidak terburu-buru melakukan aktivitas. Penderita keracunan makanan disarankan untuk beristirahat secara optimal guna memberikan waktu pada tubuh agar bisa pulih sepenuhnya.
7. Segera Periksa ke Dokter
Apabila gejala yang dialami tak kunjung membaik bahkan setelah melakukan beberapa cara mengatasi keracunan makanan di atas, langkah selanjutnya yang paling efektif adalah mencari pertolongan medis. Penanganan dari dokter dibutuhkan dengan cepat jika penderita mengalami satu atau lebih dari gejala-gejala berikut ini:
-
Muntah berkelanjutan dan kesulitan untuk mengonsumsi makanan serta minuman.
-
Muntah disertai darah atau BAB berdarah.
-
Nyeri perut hebat.
-
Diare tak kunjung berhenti setelah tiga hari.
-
Mengalami gejala dehidrasi, seperti mulut kering, haus berlebihan, nyeri kepala, dan sulit BAB.
-
Mengalami gejala neurologi, seperti kesemutan, kelemahan otot, atau penglihatan kabur.
Pada beberapa kasus yang parah, keracunan makanan bahkan dapat menyebabkan penderitanya kejang hingga sesak napas. Karena itu, apabila Anda ataupun orang terdekat mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan maupun minuman tertentu, sebaiknya segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dijalani terkait kondisi ini bisa saja berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







