Kesehatan Tubuh
Sering Lelah Tanpa Sebab, Hati-Hati Gejala Gagal Jantung

Table of Contents
Merasa lelah setelah aktivitas berat adalah hal yang wajar. Namun, bagaimana jika rasa lelah tersebut terus-menerus muncul bahkan saat tubuh sedang tidak terlalu banyak beraktivitas? Sebaiknya, kondisi ini tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda dari adanya masalah pada jantung. Lantas, benarkah sering merasa lelah tanda gagal jantung? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Sering Merasa Lelah Tanpa Sebab, Apakah Tanda Gagal Jantung?
Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan suplai darah ke seluruh bagian tubuh lain karena alasan tertentu. Sering kali, kondisi ini disebabkan oleh kelainan struktural maupun gangguan fungsional jantung, seperti:
-
Gangguan irama jantung (aritmia).
-
Penyakit katup jantung.
-
Anemia berat.
-
Kondisi lain, seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit tiroid.
Gagal jantung bisa memiliki gejala atau tanda yang bervariasi, tergantung dari penyebab yang mendasarinya. Beberapa gejala atau tanda yang umumnya terjadi akibat gagal jantung adalah sebagai berikut:
-
Sesak napas, terutama saat sedang beraktivitas, misalnya jalan jauh, naik tangga/jalan yang menanjak, dan berolahraga.
-
Sesak napas yang bertambah parah saat berbaring telentang, namun dapat terasa membaik apabila posisi kepala lebih tinggi dari bagian badan lainnya, misalnya harus menggunakan 2–3 bantal untuk meninggikan kepala).
-
Pembengkakan (edema) di area kaki dan pergelangan kaki.
-
Jantung terasa berdebar-debar (palpitasi jantung).
-
Batuk terus-menerus yang cenderung memburuk di malam hari atau batuk yang mengeluarkan lendir berwarna putih atau merah muda disertai bercak darah.
-
Nyeri dada.
-
Gelisah dan kebingungan.
-
Perubahan berat badan yang signifikan (dapat meningkat atau menurun).
-
Perut kembung.
-
Penurunan nafsu makan.
Lantas, apakah sering merasa lelah tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda gagal jantung? Dilansir dari Journal of Cardiac Failure, salah satu gejala yang paling sering dilaporkan pada pasien gagal jantung adalah kelelahan.
Kelelahan ini bersifat menyeluruh serta melibatkan aspek fisik dan psikologis. Gejala kelelahan ini juga tidak membaik meski dengan beristirahat atau pemulihan biasa. Kelelahan pada gagal jantung bisa terjadi tanpa sedang beraktivitas atau saat sedang beraktivitas.
Penyebab Kelelahan Berlebih pada Penderita Gagal Jantung
Gejala kelelahan secara berlebihan yang disebabkan oleh gagal jantung tentu menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat menyebabkan penderita gagal jantung tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik dan tentunya juga dapat menurunkan kualitas hidup penderita serta meningkatkan risiko depresi jika gangguan jantung tidak segera diobati dengan baik.
Kelelahan yang dirasakan pasien gagal jantung dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu general fatigue (kelelahan secara umum) dan exertional fatigue (kelelahan saat atau setelah beraktivitas berat, seperti naik tangga, membawa barang berat, atau jalan kaki menanjak). Berikut adalah penyebab kelelahan pada penderita gagal jantung.
1. Curah Jantung Rendah
Kelelahan pada kondisi gagal jantung ini dapat terjadi karena berkurangnya darah yang mencapai otot, terutama otot di tungkai, akibat ketidakmampuan jantung dalam memompa darah yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan tubuh. Tubuh mengalihkan darah dari organ yang kurang vital, seperti otot-otot di tungkai, dan mengirimkannya ke organ yang vital seperti jantung, otak, serta ginjal.
2. Kondisi Lain
Kelelahan akan dirasakan lebih parah apabila pasien, selain memiliki kondisi gagal jantung, juga memiliki penyakit penyerta lainnya seperti stroke, diabetes mellitus, atau hipertensi. Selain itu, kelelahan ini juga dapat semakin memburuk apabila penderita juga tidak menerapkan gaya hidup sehat.
3. Efek Samping Beta-Blocker
Beta-blocker sering kali digunakan sebagai salah satu pengobatan untuk gagal jantung karena efeknya yang bisa menurunkan kerja adrenalin pada tubuh. Namun, efek tersebut terkadang dapat membuat penggunanya mudah merasa lelah. Efek samping ini mungkin tidak dialami oleh semua orang. Namun jika terjadi, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter.
Dokter tentunya akan memastikan penyebab kelelahan yang dirasakan oleh pasien terlebih dahulu, apakah hal ini disebabkan oleh efek samping obat, dari masalah jantung itu sendiri, atau dari kondisi medis lainnya, seperti sleep apnea. Biasanya, dokter akan mencoba mengurangi dosis atau menghentikan konsumsi beta-blocker untuk memeriksa apakah efek samping dapat hilang seiring waktu.
4. Depresi
Kelelahan pada penderita gagal jantung juga bisa disebabkan oleh depresi. Berdasarkan jurnal J Card Fail (2023), terdapat banyak kasus depresi yang terjadi pada pasien-pasien gagal jantung. Depresi pada penderita gagal jantung bisa terjadi karena reaksi emosional terhadap penyakit yang diderita. Selain itu, depresi juga dapat dipicu oleh penggunaan obat beta-blocker. Jika pasien mengalami depresi, dokter biasanya akan:
-
Mencoba mengganti obat beta-blocker dengan obat alternatif lainnya untuk melihat apakah ada perbaikan gejala.
-
Mengobati depresi menggunakan obat antidepresan apabila diperlukan.
5. Zat Besi Rendah
Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita gagal jantung adalah anemia defisiensi zat besi. Anemia defisiensi besi dapat terjadi pada pasien gagal jantung mungkin dikarenakan terganggunya absorbsi besi di usus halus, kurangnya asupan makan, atau kehilangan darah akibat konsumsi obat-obatan antiplatelet.
Kondisi ini dapat menyebabkan pasien lebih mudah merasa lelah karena tubuh kekurangan zat besi yang dibutuhkan untuk membuat hemoglobin, yang mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Untuk mengatasi kondisi ini, dokter biasanya akan meresepkan suplemen zat besi dan obat-obatan lainnya untuk membantu penyerapan zat besi.
6. Kurang Olahraga
Kelelahan juga bisa terjadi karena penderita gagal jantung jarang atau bahkan tidak pernah berolahraga. Memiliki kondisi jantung tidak berarti membuat seseorang harus menghindari aktivitas fisik, malah justru sebaliknya. Olahraga justru bisa membantu memperkuat otot jantung.
Otot jantung yang kuat dapat meningkatkan distribusi darah kaya oksigen ke seluruh tubuh yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi dan melawan rasa lelah. Dalam hal ini, penderita gagal jantung bisa mengikuti program rehabilitasi jantung agar latihan fisik dapat terarah dengan baik serta dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis profesional.
7. Pola Makan
Penderita gagal jantung sering kali memiliki nafsu makan yang rendah. Padahal, pilihan makanan serta kebiasaan makan dapat memengaruhi tingkat energi dan kualitas hidup penderita. Tidak mendapatkan cukup energi dari makanan bisa menyebabkan seseorang kelelahan sepanjang hari. Untuk mengatasi hal ini, beberapa pola makan yang disarankan adalah:
-
Makan dalam porsi sedikit namun sering. Pastikan makanan tersebut mengandung nutrisi yang cukup.
-
Mengurangi atau membatasi asupan garam.
-
Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran.
-
Mengurangi junk food.
-
Menghindari konsumsi kafein.
8. Pola Tidur
Kualitas tidur penderita gagal jantung mungkin tidak cukup baik karena kondisi ini sering kali menyebabkan sleep apnea. Sleep apnea bisa membuat penderita sering terbangun di malam hari karena gangguan pernapasan sehingga tidak mendapatkan tidur yang cukup dan menyegarkan.
Akibatnya, penderita bisa merasa lelah sepanjang hari. Selain itu, gagal jantung pada tahap lanjut juga dapat menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas saat berbaring telentang sehingga mengganggu tidurnya.
Jika pasien terdiagnosis sleep apnea, dokter mungkin akan menyarankan pasien menggunakan continuous positive airway pressure (CPAP) saat tidur. Dokter juga dapat merekomendasikan posisi tidur tertentu untuk membantu pasien bernapas lebih nyaman.
Gejala Gagal Jantung Lainnya yang Perlu Diwaspadai
Selain kelelahan, beberapa gejala gagal jantung lainnya yang tidak boleh disepelekan adalah sebagai berikut:
-
Sesak napas (dispnea): Gejala ini bisa muncul saat beraktivitas maupun beristirahat. Biasanya, sesak napas terjadi secara tiba-tiba di tengah malam dan membuat penderitanya kesulitan bernapas hingga terbangun dari tidur atau perlu mengubah posisi tidur. Gejala ini dapat terjadi karena cairan yang menumpuk di paru-paru sehingga paru-paru tidak dapat mengembang sepenuhnya dan akhirnya menyebabkan sesak napas.
-
Batuk terus-menerus atau mengi: Batuk ini biasanya mengeluarkan lendir berwarna putih atau merah muda karena bercampur darah. Sedangkan, mengi adalah kondisi ketika batuk disertai dengan napas yang berbunyi ‘ngik-ngik’.
-
Penumpukan cairan berlebih di jaringan tubuh (edema): Pembengkakan atau edema ini biasanya terjadi di kaki, pergelangan kaki, atau perut. Kondisi ini dapat membuat berat badan bertambah.
-
Nafsu makan yang rendah: Sering kali merasa begah atau tidak nyaman di perut bisa disebabkan karena penumpukan cairan di rongga perut atau terjadi pembesaran jantung yang mendesak organ di sekitarnya. Untuk mengatasinya, penderita dapat melakukan pola makan sedikit-sedikit namun sering, agar nutrisi tetap dapat terpenuhi.
-
Gangguan berpikir dan kebingungan: Gejala ini dapat disebabkan oleh perubahan kadar zat tertentu dalam darah, seperti natrium.
-
Jantung berdetak lebih cepat atau berdebar-debar (palpitasi): Kondisi ini dapat terjadi karena jantung berusaha untuk memompa darah ke seluruh tubuh ketika kondisinya sendiri sudah tidak adekuat.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Jika Anda mengalami gejala-gejala tidak biasa yang berkaitan dengan kondisi gagal jantung, segera Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk penanganan masalah jantung lebih lanjut, Anda pun dapat mengunjungi Siloam Hospitals Cinere (RS Jantung Diagram) sebagai pusat unggulan penanganan kardiovaskular di Siloam Hospitals Group. Siloam Hospitals Cinere menyediakan layanan komprehensif, dari pencegahan, bedah, pengobatan, hingga rehabilitasi yang didukung oleh dokter berpengalaman dan fasilitas medis modern.
Sumber
Journal of Cardiac Failure. Fatigue in Persons with Heart Failure: A Systematic Literature Review and Meta-Synthesis Using the Biopsychosocial Model of Health. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Is Heart Failure Causing Fatigue? Here’s How to Increase Your Energy. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Heart Failure Signs and Symptoms. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






