Waspadai Stenosis Katup Mitral, Penyakit Jantung yang Memicu Sesak Napas!
Kesehatan Tubuh

Waspadai Stenosis Katup Mitral, Penyakit Jantung yang Memicu Sesak Napas!

02 Mei 2025 5 menit waktu baca
stenosis katup mitral

 

Stenosis katup mitral adalah kondisi yang ditandai dengan bukaan katup mitral yang menyempit sehingga lebih kecil dari ukuran normal. Penyempitan katup ini dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah dari bilik atas ke bilik bawah di sisi kiri jantung. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Stenosis Katup Mitral?

 

Stenosis katup mitral adalah penyempitan katup di jantung, tepatnya katup yang terletak di antara atrium (serambi) jantung kiri dan ventrikel (bilik) jantung kiri. Katup mitral adalah katup jantung yang paling kompleks dan sering dikaitkan dengan masalah kesehatan. Stenosis katup mitral dapat terjadi ketika katup tersebut tidak terbuka sepenuhnya. Menyempitnya katup membuat aliran darah ke dalam ventrikel kiri (bilik jantung kiri bawah) berkurang. Akibatnya, penderitanya pun menjadi mudah lelah dan sesak napas

 

Selain itu, aliran darah dari atrium kiri menuju ke ventrikel kiri juga dapat berkurang karena penyempitan katup tersebut. Karenanya, volume dan tekanan darah yang tersisa di atrium kiri meningkat sehingga menyebabkan pembesaran atrium kiri serta penumpukan cairan di paru-paru.

 

Jantung memiliki katup-katup di antara ruangan jantung yang berfungsi untuk memastikan aliran darah berjalan dengan baik secara fisiologis. Masing-masing katup terdiri dari daun (leaflet) yang dapat membuka atau menutup sesuai dengan ritme detak jantung. Jika katup tidak membuka atau menutup dengan sempurna, hal ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit katup jantung.

 

Penyebab Stenosis Katup Mitral

 

Stenosis katup mitral umumnya disebabkan oleh reaksi alergi atau imunitas terhadap infeksi bakteri, serta pengapuran katup. Adapun penjelasan dari faktor-faktor penyebab stenosis katup mitral umum adalah:

 

  • Demam rematik: Kondisi ini biasanya diawali dengan radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus yang tidak ditangani dengan baik. Infeksi ini dapat merusak katup mitral dan menyebabkan penyakit katup mitral rematik.

  • Endapan kalsium (kalsifikasi): Penumpukan kalsium di sekitar katup mitral bisa menyebabkan penyempitan struktur penyokong penutup katup mitral seiring dengan bertambahnya usia. 

  • Kelainan jantung bawaan: Beberapa bayi terlahir dengan katup mitral yang menyempit.

  • Kondisi kesehatan lainnya: Penyakit autoimun, seperti lupus, bisa menyebabkan stenosis katup mitral.

  • Efek samping radioterapi: Paparan radiasi pada area dada terkadang dapat membuat katup mitral menebal dan mengeras. Namun, kerusakan ini biasanya terjadi 20–30 tahun setelah prosedur radioterapi.

 

Seiring waktu, stenosis katup mitral dapat menyebabkan masalah irama jantung, seperti aritmia, dan meningkatkan risiko stroke. Apabila tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung dan kematian mendadak. Beberapa komplikasi lain yang dapat terjadi akibat stenosis katup mitral adalah:

 

 

Gejala Stenosis Katup Mitral

 

Kondisi penderita stenosis katup mitral sering kali memburuk secara bertahap. Pada awalnya, gejala kondisi ini mungkin tidak muncul. Namun, gejala ringan bisa muncul selama bertahun-tahun. Berikut adalah beberapa gejala stenosis katup mitral yang perlu diantisipasi:

 

  • Kelelahan berlebihan.

  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas atau berbaring

  • Detak jantung tidak beraturan (palpitasi jantung).

  • Nyeri pada dada.

  • Bronkitis atau sering mengalami infeksi saluran pernapasan.

  • Batuk berdarah.

  • Pusing atau pingsan.

  • Pembengkakan pada perut, kaki, atau tungkai.

  • Penumpukan cairan di paru-paru.

 

Pada penderita bayi dan anak-anak, kondisi stenosis katup mitral ditandai dengan sejumlah gejala, di antaranya adalah:

 

  • Kesulitan menyusu atau berkeringat saat menyusu.

  • Batuk.

  • Sesak napas.

  • Infeksi pernapasan yang berulang.

  • Masalah pertumbuhan.

 

Diagnosis Stenosis Katup Mitral

 

Dokter akan memulai diagnosis stenosis katup mitral dengan menegakkan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui gejala yang dialami dan riwayat medis pasien serta keluarga. 

 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pemeriksaan dengan stetoskop untuk mendengarkan suara jantung dan paru-paru. Heart murmur atau detak yang tidak beraturan bisa membantu dokter menentukan tingkat keparahan stenosis katup mitral. Dokter mungkin juga memerlukan tes lain untuk memastikan diagnosis, seperti:

 

 

Apabila tes-tes yang dilakukan mengonfirmasi diagnosis stenosis katup mitral, dokter akan memberitahukan pasien tentang stadium yang dideritanya. Secara umum, penyakit katup jantung dibagi menjadi empat stadium, yaitu:

 

  • Stadium A: Berisiko, yang berarti pasien berada dalam kondisi berisiko tinggi terkena penyakit katup jantung, tetapi belum ada kerusakan struktural pada katup.

  • Stadium B: Progresif, yang berarti pasien menunjukkan kerusakan struktural ringan hingga sedang pada katup, tetapi belum mengalami gejala klinis.

  • Stadium C: Parah tanpa gejala, yang berarti pasien mengalami kerusakan parah pada katup dengan gangguan fungsi yang signifikan, namun belum menunjukkan gejala yang dirasakan.

  • Stadium D: Parah dengan gejala, yang berarti pasien mengalami kerusakan katup parah disertai gejala klinis, seperti sesak napas, kelelahan, atau edema.

 

Pengobatan Stenosis Katup Mitral

 

Penanganan stenosis katup mitral bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul dan mencegah kondisi menjadi lebih parah, meskipun tidak menjamin penyembuhan total. Namun, upaya pengobatan bisa membantu mengelola gejalanya. Maka dari itu, pasien dianjurkan untuk mendapatkan penanganan medis segera agar kondisinya tidak menjadi lebih parah. Dokter bisa meresepkan obat-obatan berikut untuk meringankan gejala yang dialami pasien: 

 

  • Beta blocker, bertujuan untuk membantu memperlambat detak jantung dan mengurangi beban kerja jantung.

  • Antibiotik, untuk mencegah infeksi, terutama pada pasien dengan riwayat demam rematik dan pada pasien yang mengalami infeksi paru-paru berulang.

  • Obat diuretik, untuk mengurangi penumpukan cairan di tubuh dan paru-paru.

  • Obat antiaritmia, untuk mengatasi detak jantung tidak teratur.

  • Obat antikoagulan, untuk mencegah pembentukan gumpalan darah, terutama pada penderita fibrilasi atrium.

 

Kerusakan katup mitral mungkin perlu ditangani dengan prosedur tertentu atau pembedahan. Dokter bisa mendiskusikan pilihan penanganan yang paling tepat dengan pasien. Berikut beberapa metode yang umumnya direkomendasikan oleh dokter:

 

  • Valvuloplasti balon.

  • Operasi jantung untuk memperbaiki katup.

  • Penggantian katup mitral.

 

Stenosis katup mitral bisa berpotensi fatal apabila gejalanya tidak segera ditangani. Namun, tidak berarti gejala-gejala yang disebutkan di atas mengindikasikan stenosis katup mitral. Kemungkinan, sejumlah gejala di atas bisa menandakan kondisi medis lainnya. Maka dari itu, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi medis setiap pasien sehingga prosedur antara satu pasien dan lainnya bisa berbeda-beda. Selain itu, serangkaian tes yang dilakukan akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas di masing-masing rumah sakit.

 

Untuk memastikan kesehatan jantung, Anda bisa melakukan pemeriksaan rutin dengan memesan paket Skrining Jantung melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur lain, seperti membuat janji temu dengan dokter dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam untuk menggunakan berbagai fiturnya yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Mitral Valve Stenosis. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Mitral Valve Stenosis. Diakses pada 2024 | American Heart Association. Problem: Mitral Valve Stenosis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail