Mengenal Asimtomatik, Kondisi saat Penyakit Tidak Bergejala
Kesehatan Tubuh

Mengenal Asimtomatik, Kondisi saat Penyakit Tidak Bergejala

22 Agustus 2024 3 menit waktu baca
asimtomatik adalah

Asymptomatic atau asimtomatik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketika seseorang menderita suatu penyakit namun tidak menunjukkan gejala klinis apa pun. Seseorang biasanya dianggap asimtomatik ketika sudah sembuh dari suatu penyakit atau menderita penyakit tertentu namun tidak menunjukkan gejala awal penyakit. Mari pahami lebih lanjut mengenai asimtomatik melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Asimtomatik?

 

Asimtomatik adalah kondisi ketika seseorang telah positif menderita suatu penyakit namun tidak menunjukkan gejala klinis apa pun. Istilah asimtomatik sering digunakan untuk menggambarkan kasus-kasus penyakit yang tidak bergejala dalam seluruh atau sebagian waktu.

 

Karena itu, kondisi asimtomatik atau “tanpa gejala” biasanya baru terdeteksi penyakitnya ketika seseorang menjalani pemeriksaan rutin. Temuan penyakit yang baru terdeteksi tersebut dinamakan “temuan insidental” atau “tidak sengaja”.

 

Namun, apabila pasien menunjukkan gejala yang berkembang setelah mengalami fase asimtomatik selama beberapa waktu, kondisi ini dikenal dengan istilah pre-symptomatic. Secara umum, asimtomatik dapat terjadi karena kondisi-kondisi tertentu, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Sistem imun tubuh telah berhasil melawan patogen penyebab penyakit sebelum penderita mengetahui keberadaannya (misalnya virus penyebab flu atau bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan).

  • Sedang dalam masa pemulihan atau remisi (fase tidak kambuh atau sembuh sementara) dari penyakit tertentu, seperti sinusitis.

  • Menderita penyakit yang biasanya hanya menimbulkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut, seperti klamidia, HIV/AIDS, atau kanker usus besar.

  • Menderita kondisi yang bisa memburuk secara perlahan, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) atau diabetes dan biasanya baru terdeteksi ketika penderita sudah mengalami komplikasi.

  • Menderita penyakit kronis yang gejalanya bisa hilang-muncul dengan siklus berulang, misalnya pola relapsing-remitting pada penderita multiple sclerosis.

 

Kondisi Medis yang Bisa Menimbulkan Gejala Asimtomatik

 

Terdapat berbagai jenis penyakit tanpa gejala yang kerap terjadi, mulai dari gangguan tulang dan mata hingga kanker. Selain kondisi yang telah disebutkan di atas, beberapa gangguan kesehatan yang bisa menimbulkan gejala asimtomatik adalah sebagai berikut:

 

 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Mengalami Asimtomatik

 

Dalam beberapa kondisi, penyakit asimtomatik bisa menghambat penegakan diagnosis sehingga turut menunda prosedur pengobatan yang perlu dilakukan. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan hingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi.

 

Sebagai contoh, penderita hipertensi asimtomatik mungkin tidak menyadari kondisinya. Akibatnya, kondisi tersebut akan terlambat diobati, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan ginjal, stroke, hingga serangan jantung.

 

Selain itu, meski tidak menunjukkan gejala, penyakit menular yang bersifat asimtomatik tetap bisa ditularkan ke orang lain. Maka dari itu, penting untuk tetap menangani penyakit tanpa gejala dengan tepat guna menghindari risiko terjadinya komplikasi dan penyebaran penyakit tersebut ke orang lain dengan cara rutin melakukan medical check-up.

 

Penanganan Kondisi Asimtomatik

 

Agar kondisi asimtomatik bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat, setiap individu dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan tertentu, seperti tes kadar gula darah, pemeriksaan tekanan darah, tes darah, dan lain sebagainya.

 

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga perlu dilakukan apabila baru melakukan kontak langsung dengan penderita penyakit menular. Dengan begitu, diagnosis penyakit yang bersifat asimtomatik tetap bisa ditegakkan meskipun tidak menunjukkan gejala klinis.

 

Asimtomatik memang tidak menimbulkan gejala, namun tetap perlu ditangani dengan tepat agar tidak berkembang dan memburuk seiring berjalannya waktu. Di samping penanganan medis, dokter juga bisa menyarankan pasien untuk menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin guna mengoptimalkan pemulihan penyakit yang bersifat asimtomatik.

 

Penyakit asimtomatik adalah kondisi yang tidak menimbulkan gejala klinis. Meski demikian, penting untuk tetap mewaspadainya agar tidak memicu terjadinya komplikasi. Jika mengalami keraguan dengan kondisi kesehatan, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals. Manfaatkan aplikasi MySiloam yang bisa memudahkan Anda untuk membuat janji temu dengan dokter, check in mandiri, hingga antre secara online.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail