Kesehatan Mental
Disregulasi Emosi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Disregulasi emosi adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan kesulitan mengendalikan perasaan dan emosi. Meskipun tidak tergolong sebagai kondisi serius, disregulasi emosi yang berat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Mari kenali penyebab, gejala, dan pengobatannya di pembahasan berikut ini.
Apa itu Disregulasi Emosi?
Disregulasi emosi adalah kondisi yang berkaitan dengan cara kerja otak dalam mengontrol emosi serta bagaimana seseorang bertindak atas perasaannya. Umumnya, kondisi ini dikenal sebagai mood swing atau suasana hati yang labil.
Disregulasi emosi biasanya ditandai dengan marah secara tiba-tiba, cemas berlebihan, depresi, penyalahgunaan zat, suicidal thought, self harm, dan perilaku lain yang merusak diri sendiri. Apabila semakin parah, disregulasi emosi dapat berdampak buruk pada kualitas hidup dan memengaruhi interaksi sosial maupun hubungan dengan orang-orang di rumah, sekolah, atau tempat kerja.
Mengatur emosi bisa diibaratkan seperti mengontrol volume suatu perangkat. Reaksi dari suatu emosi yang dirasakan bisa dikendalikan agar tidak terlalu keras dan mengganggu. Pengendalian emosi yang baik dapat diajarkan sejak kecil dan dikembangkan seiring dengan bertambahnya usia. Seseorang yang dapat mengendalikan emosinya mampu mengarahkan perasaan dan reaksi secara proporsional.
Pengaturan emosi memerlukan kesadaran mengenai keadaan emosional seseorang saat ini dan melibatkan penerapan pemecahan masalah yang efektif. Disregulasi emosi bisa terjadi mulai dari pengendalian emosi yang ekstrem hingga ketidakmampuan total seseorang untuk mengatur respons yang diberikan.
Disregulasi emosi merupakan gejala diagnostik dari beberapa masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan, penggunaan zat, eating disorder, dan depresi. Kondisi ini bisa menghambat seseorang melakukan ha-hal yang dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Selain itu, disregulasi emosi juga dapat didefinisikan sebagai pola pengalaman atau ekspresi emosi yang dapat mengganggu aktivitas untuk mencapai suatu target atau tujuan (goal-directed activity). Karena itu, belajar mengatur respons emosional terhadap stresor internal dan eksternal kemungkinan akan berdampak langsung pada kualitas hidup, kesejahteraan, serta membantu mengurangi gejala kesehatan mental yang dialami.
Penyebab Disregulasi Emosi
Disregulasi emosi berkaitan dengan cara kerja beberapa bagian otak yang berbeda atau bermasalah ketika berkomunikasi antara satu dan lainnya. Kondisi ini juga sering kali diasosiasikan dengan neurodivergent, yaitu istilah nonmedis yang menggambarkan orang-orang yang otaknya berkembang atau bekerja secara berbeda. Namun, perlu dicatat bahwa disregulasi emosi bisa disebabkan oleh lebih dari satu faktor, seperti:
-
Penelantaran anak.
-
Gangguan kesehatan mental, seperti BPD, gangguan bipolar, depresi, dan anxiety disorder.
-
Penyalahgunaan zat dan alkohol.
-
Infeksi yang menyebabkan peradangan pada otak, seperti ensefalitis atau meningitis.
-
Kejang dan epilepsi.
-
Penyakit otak degeneratif, seperti demensia, penyakit Alzheimer, dan lainnya.
-
Kanker dan tumor otak.
Disregulasi emosi juga bisa disebabkan oleh faktor sosial dan lingkungan. Dukungan sosial yang buruk atau paparan stres kronis (jangka panjang) dapat menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk mengatur emosi secara efektif. Pengalaman interpersonal yang buruk, seperti konflik keluarga atau pertemanan, juga dapat memperburuk masalah regulasi emosi.
Gejala Disregulasi Emosi
Seseorang yang mengalami disregulasi emosi cenderung bereaksi secara berlebihan terhadap suatu hal. Berikut adalah beberapa gejala disregulasi emosi yang umumnya ditemukan pada kehidupan sehari-hari:
-
Cemas berlebihan.
-
Perfeksionisme yang ekstrem.
-
Mudah frustasi.
-
Mania atau hipomania.
-
Mudah malu dan tersinggung.
-
Mudah kehilangan kesabaran.
-
Sering bertengkar dengan orang di sekitarnya.
-
Menyakiti diri sendiri.
-
Perilaku seksual berisiko tinggi.
-
Depresi berat.
-
Berpikir untuk bunuh diri.
Disregulasi emosi yang parah dapat menunjukkan gejala-gejala lebih ekstrem hingga mengganggu hubungan pribadi, sosial, maupun karier seseorang. Beberapa perilaku akibat efek disregulasi emosi yang kronis adalah:
-
Reaksi verbal yang meledak-ledak, seperti berteriak, menjerit, atau menangis.
-
Bertindak agresif terhadap benda, hewan, atau orang di sekitarnya.
-
Tidak dapat mempertahankan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
Diagnosis Disregulasi Emosi
Disregulasi emosi bukanlah suatu kondisi yang bisa sembuh seiring waktu atau diobati sendiri. Kondisi ini perlu didiagnosis oleh dokter spesialis kesehatan jiwa agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Penderita disregulasi emosi bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis. Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat pasien dan memberikan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.
Cole, Hall, dan Hajal (2017) mengidentifikasi empat disregulasi emosi yang menjadi ciri berbagai bentuk psikopatologi, yaitu:
-
Emosi bertahan dan upaya pengaturan tidak efektif (misalnya, kecemasan dan depresi umum).
-
Emosi mengganggu perilaku yang sesuai (misalnya, gangguan perilaku mengganggu atau disruptive behavior disorder).
-
Emosi yang diekspresikan atau dialami tidak sesuai dengan konteks (misalnya, sifat tidak berperasaan dan gangguan stres pascatrauma)
-
Emosi berubah terlalu tiba-tiba atau terlalu lambat (misalnya, gangguan bipolar).
Pengobatan Disregulasi Emosi
Disregulasi emosi bisa diobati dengan memperhatikan faktor penyebabnya. Beberapa pengobatan utama untuk mengatasi disregulasi emosi adalah sebagai berikut:
-
Psikoterapi: Terapi kesehatan yang dipandu oleh tenaga profesional untuk membantu penderita memahami kondisinya dan mengatasi masalahnya agar menghindari efek dari reaksi emosinya yang lebih parah.
-
Konseling: Meliputi terapi perilaku kognitif yang membantu penderita disregulasi emosi untuk mengendalikan reaksi terhadap emosinya.
-
Regulasi emosi: Penderita disregulasi emosi akan dibantu oleh tenaga medis profesional untuk mengembangkan keterampilan dan langkah intervensi yang dapat membantu menjaga stabilitas emosinya.
-
Obat-obatan: Pemberian obat yang diresepkan oleh dokter untuk membantu pengendalian emosi sesuai dengan kondisi yang diobati.
-
Perawatan suportif dan sistematik: Penanganan kondisi atau faktor penyebab disregulasi emosi oleh tenaga medis profesional. Misalnya, penanganan intensif untuk mengobati disregulasi emosi yang berkaitan dengan cedera otak traumatik.
Disregulasi emosi adalah kondisi yang tidak bisa didiagnosis dan diobati sendiri. Pasalnya, penyebab dan gejala yang dialami penderita bisa saja serupa dengan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karenanya, disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan rekomendasi penanganan yang tepat.
Sebagai catatan, sejumlah tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan oleh tenaga medis dapat berbeda-beda di setiap rumah sakit tergantung dari ketersediaan fasilitas kesehatan. Namun, tenaga medis akan memastikan bahwa tahapan-tahapan tersebut telah sesuai dengan kondisi medis pasien.
Untuk mempermudah konsultasi dengan dokter, Anda bisa membuat janji temu melalui MySiloam. Dengan aplikasi MySiloam, Anda bisa mengecek jadwal praktik dokter dan menentukan waktu konsultasi. Selain itu, Anda juga bisa mengecek hasil pemeriksaan secara online di MySiloam. Mari unduh MySiloam dan gunakan berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Emotional Dysregulation. Diakses pada 2024 | WebMD. What Is Emotional Dysregulation?. Diakses pada 2024 | National Center for Biotechnology Information (NCBI). Article on Emotion Dysregulation. Diakses pada 2024 | Thompson RA. Emotion Dysregulation: A Theme in Search of Definition. Development and Psychopathology. 2019 Aug;31(3):805-815. doi: 10.1017/S0954579419000282. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini






