Kesehatan Tubuh
Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH): Penyebab & Pengobatan

Table of Contents
NASH atau Nonalcoholic steatohepatitis adalah peradangan dan kerusakan pada hati yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati. Pada dasarnya, kondisi ini merupakan bentuk lanjutan dari nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD). Jika tidak segera ditangani dengan tepat, NASH bisa memicu terbentuknya jaringan parut di hati dan menyebabkan sirosis hati. Mari pahami lebih lanjut mengenai nonalcoholic steatohepatitis melalui artikel berikut ini.
Apa itu Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH)?
Nonalcoholic steatohepatitis atau NASH adalah penyakit hati yang merupakan bentuk lanjutan dari nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD). Sebagai informasi, NAFLD sendiri merupakan jenis fatty liver (kondisi ketika terdapat penumpukan lemak di hati) yang tidak berhubungan dengan konsumsi minuman beralkohol. Ketika penumpukan lemak tersebut menyebabkan peradangan dan kerusakan pada organ hati, hal tersebut dikenal dengan NASH.
NAFLD, termasuk NAFL dan NASH, merupakan penyebab paling umum dari kelainan enzim hati di berbagai negara maju. Prevalensi NAFLD dan NASH pada orang dewasa di Amerika Serikat masing-masing adalah 30–40% dan 3–12%.
Penyebab Nonalcoholic Steatohepatitis
Seperti yang telah dijelaskan, nonalcoholic steatohepatitis bisa terjadi ketika terdapat penumpukan lemak di hati (NAFLD) yang menyebabkan peradangan dan kerusakan pada organ tersebut. Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya NASH. Namun, para ahli menemukan bahwa faktor genetik berkontribusi terhadap perkembangan NAFLD maupun NASH.
Perubahan atau mutasi pada gen patatin-like phospholipase domain-containing protein 3 (PNPLA3) diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami NAFLD yang dapat berkembang menjadi NASH.
Pada dasarnya, gen PNPLA3 berfungsi memberikan instruksi pada sel-sel tubuh untuk membuat adiponutrin, yaitu protein yang ditemukan dalam sel hati dan sel lemak. Mutasi pada gen PNPLA3 dapat meningkatkan produksi lemak serta menurunkan kemampuan tubuh dalam memecah lemak di hati.
Di samping itu, sejumlah faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya nonalcoholic steatohepatitis adalah sebagai berikut:
-
Faktor usia. Risiko terjadinya NASH dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Karena itu, kondisi ini sering kali dialami oleh seseorang berusia sekitar 40–50 tahun.
-
Wanita yang sudah menopause.
-
Pola makan yang buruk.
-
Kolesterol tinggi.
-
Menderita obstructive sleep apnea.
-
Menderita sindrom metabolik, yang terdiri dari obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan dislipidemia.
Gejala Nonalcoholic Steatohepatitis
Pada tahap awal, nonalcoholic steatohepatitis biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Gejala yang timbul cenderung ringan, seperti kelelahan atau nyeri pada perut bagian kanan atas. Namun, apabila telah berkembang menjadi sirosis hati, kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gejala berikut ini:
-
Mudah mengalami perdarahan dan memar.
-
Gatal-gatal pada kulit.
-
Perut membengkak akibat adanya penumpukan cairan berlebih (asites).
-
Penurunan nafsu makan dan berat badan.
-
Mual dan muntah.
-
Kaki membengkak (edema).
-
Kebingungan.
-
Terlihatnya pembuluh darah yang berbentuk menyerupai laba-laba pada permukaan kulit (telangiectasis).
-
Acanthosis nigricans, yaitu kondisi ketika kulit di sekitar leher dan sendi menjadi lebih gelap.
-
Telapak tangan menjadi kemerahan.
-
Splenomegali atau pembesaran organ limpa.
-
Muscle wasting atau hilangnya massa otot karena otot yang melemah dan menyusut.
Diagnosis Nonalcoholic Steatohepatitis
Dalam menegakkan diagnosis nonalcoholic steatohepatitis, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis atau anamnesis terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk memeriksa tanda penyakit kuning, pembengkakan liver, dan gejala NASH lainnya.
Lalu, beberapa prosedur pemeriksaan yang dapat digunakan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis nonalcoholic steatohepatitis adalah:
-
Tes darah, untuk memeriksa kadar kolesterol, fungsi hati, penanda inflamasi, dan antibodi autoimun.
-
Biopsi hati.
Pengobatan Nonalcoholic Steatohepatitis
Adapun tujuan utama pengobatan nonalcoholic steatohepatitis adalah untuk mengelola gejala dan meminimalkan risiko terjadinya komplikasi. Dalam hal ini, dokter dapat menyarankan pasien untuk melakukan beberapa upaya, di antaranya:
-
Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas.
-
Mengurangi atau menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol.
-
Rutin berolahraga.
-
Mengobati hipertiroidisme atau diabetes yang menjadi faktor risiko NASH.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu untuk mengendalikan atau memulihkan kerusakan hati yang disebabkan oleh NASH.
Komplikasi Nonalcoholic Steatohepatitis
Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, nonalcoholic steatohepatitis dapat berkembang menjadi sirosis hati (kerusakan jaringan hati yang digantikan oleh jaringan parut secara permanen). Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya gagal hati yang terkait dengan sirosis hingga kanker hati. Jika mengalami komplikasi tersebut, pasien akan membutuhkan transplantasi hati.
Pencegahan Nonalcoholic Steatohepatitis
Secara umum, pencegahan nonalcoholic steatohepatitis dapat dilakukan dengan menghindari sejumlah faktor risikonya. Adapun beberapa cara yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko terjadinya nonalcoholic steatohepatitis adalah sebagai berikut:
-
Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Adapun beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi, di antaranya:
-
Makanan yang mengandung lemak sehat (asam lemak omega-3), seperti ikan, kacang-kacangan, alpukat, dan lain sebagainya.
-
Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.
-
Membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung fruktosa tinggi, seperti makanan olahan dan minuman bersoda.
-
Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi nonalcoholic steatohepatitis. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi nonalcoholic steatohepatitis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda juga dapat memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap dari Siloam Hospitals dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus deteksi dini berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan sistem pencernaan.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, memesan paket kesehatan, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Total Cholesterol / Kolesterol Total
Darah, Kolesterol
1 Service/Item
Rp63.900
TERPOPULER
Paket Cek Kolesterol
Darah, Gula/ Diabetes, Kolesterol
4 Service/Item
Rp319.500
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Hati
Darah, Hati/ Liver, Hepatitis
4 Service/Item
Rp261.000
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300







