Takikardia Supraventrikular (SVT), Kondisi Ketika Detak Jantung Terlalu Cepat
Kesehatan Tubuh

Takikardia Supraventrikular (SVT), Kondisi Ketika Detak Jantung Terlalu Cepat

11 Juni 2025 6 menit waktu baca
mengenal takikardia supraventrikular

Takikardia supraventrikular atau supraventricular tachycardia adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan jantung berdetak terlalu cepat yang dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Adapun beberapa gejala umum dari supraventricular tachycardia atau SVT adalah jantung berdebar, sesak napas, sakit kepala, hingga pingsan.

 

Karena sifatnya yang sering muncul tiba-tiba dan menghilang dengan sendirinya, SVT mungkin sulit dideteksi. Mari kenali penyebab, gejala, hingga perawatan takikardia supraventrikular melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Takikardia Supraventrikular (SVT)?

 

Gangguan irama jantung umumnya terdiri dari tiga jenis, yakni irama jantung yang terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), dan tidak beraturan (flutter). Takikardia supraventrikular atau supraventricular tachycardia (SVT) merupakan salah satu jenis aritmia yang ditandai dengan detak jantung cepat di mana hal ini melibatkan gangguan fungsi impuls listrik pada nodus atrioventrikular (AV) di serambi (atrium) jantung bagian atas. 

 

Walaupun kerap terjadi pada kalangan lanjut usia, tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini juga bisa menyerang usia muda. Pada orang dewasa, detak jantung normal biasanya berkisar antara 60 hingga 100 bpm (beat per minute). Namun, pada pengidap supraventricular tachycardia, detak jantungnya bisa mencapai 150–250 bpm tanpa dipicu oleh aktivitas fisik atau faktor eksternal lainnya.

 

Berdasarkan kondisinya, supraventricular tachycardia dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu:

 

  • Atrioventricular nodal reentrant tachycardia atau AVNRT, yaitu kondisi yang terjadi karena sel di dekat nodus AV tidak mampu mengirimkan sinyal listrik dengan baik dan menyebabkan sinyal tersebut bergerak memutar seperti sirkuit sehingga menimbulkan detak tambahan. Jenis ini paling banyak ditemui pada wanita.

  • Atrioventricular reciprocating tachycardia (AVRT), yaitu jenis SVT yang terjadi karena sinyal dari nodus sinus bergerak kembali menuju nodus AV sehingga menimbulkan detak jantung tambahan. AVRT kerap dialami oleh bayi dan anak-anak (khususnya remaja).

  • Atrial tachycardia, yaitu SVT yang tidak disebabkan oleh gangguan nodus AV, melainkan karena ada noda sinus tambahan lainnya yang mengirimkan impuls listrik sehingga menimbulkan detak jantung tambahan. Kondisi ini sering dialami oleh pengidap penyakit jantung atau paru-paru.

 

 

Penyebab Takikardia Supraventrikular

 

Berbagai faktor bisa memicu terjadinya SVT. Sejumlah kondisi yang dapat menjadi faktor penyebab takikardia supraventrikular adalah sebagai berikut:

 

 

Struktur jantung dapat diibaratkan sebagai sistem kelistrikan dengan satu generator dan satu jalur kabel yang terkoordinasi. Akan tetapi, sistem ini akan terganggu ketika ada dua generator dan penghantar sinyal yang mungkin ditimbulkan oleh faktor penyebab di atas. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya takikardia supraventrikular.

 

Faktor Risiko Takikardia Supraventrikular

 

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami SVT adalah sebagai berikut:

 

  • Pernah menjalani operasi jantung.

  • Penyakit jantung bawaan. 

  • Penyakit jantung koroner.

  • Riwayat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

  • Sleep apnea.

  • Kebiasaan merokok.

  • Diabetes.

  • Penyakit tiroid.

  • Konsumsi obat-obatan, seperti obat asma, flu, atau alergi.

  • Konsumsi minuman beralkohol dan berkafein secara berlebihan.

  • Kehamilan.

  • Faktor psikologis, seperti stres, kecemasan, depresi, atau ketakutan.

 

Gejala Takikardia Supraventrikular

 

Gejala utama SVT adalah detak jantung yang sangat cepat, yaitu melebihi 100 detak/menit yang dapat muncul secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, sekitar 2–3 jam, hingga akhirnya berhenti mendadak. Hal ini pun bisa terjadi meskipun tubuh sedang beristirahat. Selain itu, sejumlah gejala yang umum dialami oleh penderita SVT di antaranya:

 

  • Pusing.

  • Mual.

  • Batuk.

  • Sesak napas.

  • Nyeri dada.

  • Keringat dingin.

  • Sakit kepala.

  • Mudah lelah.

  • Penurunan kesadaran hingga pingsan.

 

Sementara itu, apabila terjadi pada bayi atau anak-anak, SVT sering kali tidak menimbulkan gejala khusus sehingga cenderung sulit dideteksi. Namun, penting untuk mewaspadai SVT jika si kecil mengeluhkan sejumlah gejala seperti berikut ini:

 

  • Napas tersengal-sengal.

  • Rewel.

  • Mudah berkeringat.

  • Kesulitan menyusu.

  • Kulit pucat.

 

Diagnosis Takikardia Supraventrikular

 

Untuk mendiagnosis SVT, dokter akan melakukan wawancara medis untuk mengetahui keluhan, riwayat penyakit, dan tindakan medis yang pernah dialami oleh pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, mulai dari tanda vital (tekanan darah, laju nadi, laju pernapasan, suhu tubuh) dan pemeriksaan jantung dengan menggunakan stetoskop.

 

Selain itu, dokter juga dapat melanjutkan diagnosis melalui beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah dan tes urine untuk mengetahui penyebab yang mendasari SVT (misalnya, penyakit tiroid atau kerusakan otot jantung).

  • Elektrokardiogram (EKG), untuk menilai aktivitas listrik jantung dan irama jantung.

  • Ekokardiografi, untuk menilai gambaran struktur jantung.

  • Holter monitoring, yaitu prosedur pemeriksaan untuk memantau aktivitas listrik jantung saat beraktivitas selama 1 hari penuh.

  • Implantable loop recorder, yaitu prosedur pemeriksaan menggunakan alat khusus yang ditanam di bawah kulit dada untuk mendeteksi gangguan irama jantung.

 

SVT sering kali berlangsung singkat dan menghilang secara spontan. Selama episode berlangsung, pasien mungkin juga mengalami sensasi ingin muntah atau batuk. Namun, karena gejalanya sering sudah hilang saat pasien tiba di rumah sakit, pemeriksaan medis tidak selalu mendeteksi adanya kelainan, sehingga hasilnya tampak normal.

 

Oleh karena itu, saat mengalami jantung berdebar, pasien dapat melakukan deteksi mandiri dengan smartwatch atau alat pemantau lainnya. Alat tersebut dapat digunakan untuk mengukur detak jantung yang kemudian bisa dicatat oleh pasien guna membantu dokter dalam penegakan diagnosis.

 

Pengobatan Takikardia Supraventrikular

 

Pengobatan SVT dilakukan untuk menurunkan frekuensi detak jantung dengan memperbaiki sirkuit listrik jantung yang abnormal, serta mencegah terjadinya komplikasi serius. Berikut adalah sejumlah tindakan medis yang umum dilakukan dokter untuk menangani SVT.

 

Ablasi Jantung

 

Dikenal sebagai lini pertama penanganan SVT untuk balita hingga lansia, ablasi jantung merupakan prosedur medis untuk memblokir sinyal listrik yang tidak teratur guna menormalkan detak jantung. Tingkat keberhasilan prosedur ini pun mencapai 90–95%.

 

Diawali dengan pemberian anestesi, dokter akan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha menuju jantung. Metode ablasi yang biasanya digunakan adalah radio-frequency ablation yang melibatkan gelombang radio panas untuk membentuk jaringan parut pada area yang bermasalah. 

 

Seusai prosedur, pasien akan dipantau ketat oleh tim medis selama 12–24 jam. Pasien bisa diperbolehkan untuk pulang keesokan harinya ketika kondisi sudah stabil. Apabila gejala kembali timbul, pasien bisa menjalani kontrol dengan dokter. 

 

Pemberian Obat-obatan

 

Pemberian obat-obatan ditujukan untuk menekan aktivitas listrik pada jalur tambahan di jantung tanpa mengatasi sumber gangguan, sehingga efektivitasnya pun hanya berkisar di 20%. Oleh karena itu, dokter biasanya mengambil langkah ini sebagai lini kedua. 

 

Beberapa jenis obat yang diresepkan dokter untuk menangani SVT di antaranya:

 

  • Obat penghambat beta (beta-blockers) untuk menurunkan frekuensi detak jantung.

  • Digoxin untuk mengontrol irama jantung.

  • Verapamil atau adenosin untuk menghambat impuls listrik yang menyebabkan  jantung berdetak cepat.

 

Kardioversi

 

Kardioversi adalah tindakan medis dengan memberikan efek kejut listrik pada jantung untuk menormalkan irama jantung.

 

Pemasangan Alat Pacu Jantung (Pacemaker)

 

Alat pacu jantung ditanamkan di bawah kulit dada pasien untuk memancarkan impuls listrik guna menstabilkan irama jantung.

 

Komplikasi Takikardia Supraventrikular

 

Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, SVT berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti:

 

  • Peningkatan denyut jantung yang ekstrem (≥250 bpm) hingga kehilangan kesadaran.

  • Fibrilasi atrium.

  • Syok kardiogenik.

  • Gagal jantung.

  • Henti jantung (cardiac arrest).

 

Pencegahan Takikardia Supraventrikular

 

Karena penyebab SVT belum diketahui secara pasti, langkah pencegahan yang bisa dilakukan pun hanya berkisar di menerapkan pola hidup sehat serta menghindari faktor risikonya. Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah:

 

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Rutin berolahraga.

  • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein.

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Tidur yang cukup, minimal 7–9 jam setiap malam.

  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter.

  • Mengurangi stres emosional maupun stres fisik. 

  • Menjalani pemeriksaan dini. 

 

Sebagai informasi, berbagai penyebab supraventricular tachycardia yang disebutkan tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Artinya, masih ada sejumlah pemicu lain yang bisa menjadi penyebab SVT. 

 

Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia di Siloam Hospitals terdekat. Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. 

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan untuk kondisi SVT dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan dan kondisi medis setiap pasien. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai untuk pasien.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-dony-yugo-hermanto-spjp-k

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dony Yugo Hermanto, SpJP, Subsp. Ar, FIHA

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Aritmia


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail