Apa Itu Syok Kardiogenik? Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Syok Kardiogenik? Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

17 Juni 2026 5 menit waktu baca
syok kardiogenik adalah

Syok kardiogenik adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara tiba-tiba. Gejala syok kardiogenik dapat berupa nyeri dada, pucat, dan kulit terasa dingin ketika disentuh. Kondisi ini tergolong darurat dan mengancam jiwa sehingga perlu mendapatkan penanganan dengan segera. Mari kenali lebih dalam mengenai syok kardiogenik melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Syok Kardiogenik?

 

Syok kardiogenik adalah kondisi kegawatdaruratan medis ketika jantung tidak mampu memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi organ-organ tubuh. Kondisi ini sering kali dipicu oleh serangan jantung berat. Meski begitu, tidak semua pengidap serangan jantung akan mengalami syok kardiogenik.

 

Selain serangan jantung, beberapa masalah kesehatan seperti gagal jantung, cedera dada, atau pembekuan darah di paru-paru juga dapat memicu terjadinya syok kardiogenik. Kondisi ini cukup jarang terjadi, tetapi dapat mengancam jiwa apabila tidak segera ditangani.

 

Penyebab Syok Kardiogenik

 

Salah satu penyebab terjadinya syok kardiogenik adalah kurangnya pasokan oksigen ke jantung (biasa terjadi karena serangan jantung) yang dapat berakibat pada kerusakan ventrikel jantung, yaitu ruang pemompaan utama jantung. Kerusakan pada ventrikel jantung dapat memengaruhi kemampuan jantung dalam memompa darah. Kondisi ini akan mengakibatkan kebutuhan darah dalam tubuh tidak dapat terpenuhi dan memicu syok kardiogenik.

 

Di samping itu, beberapa penyebab lain yang dapat memicu terjadinya syok kardiogenik adalah sebagai berikut:

 

  • Emboli paru (sumbatan pembuluh darah arteri paru-paru).

  • Infeksi katup jantung akibat endokarditis.

  • Miokarditis (peradangan otot jantung).

  • Pecahnya otot jantung akibat serangan jantung.

  • Bradikardia (irama jantung yang sangat lambat).

  • Robekan pada otot atau tendon yang menopang katup jantung.

  • Tamponade jantung (tekanan pada jantung akibat penumpukan cairan di sekitarnya).

  • Gangguan irama jantung.

  • Melemahnya kerja jantung karena berbagai faktor.

 

Faktor Risiko Syok Kardiogenik

 

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena syok kardiogenik, di antaranya:

 

  • Berusia lanjut.

  • Berjenis kelamin perempuan.

  • Mengalami diabetes atau hipertensi.

  • Memiliki riwayat serangan jantung atau gagal jantung.

  • Menderita penyakit jantung koroner di beberapa pembuluh darah arteri utama jantung.

  • Obesitas atau berat badan berlebih.

  • Komplikasi prosedur jantung tertentu yang jarang terjadi.

  • Efek samping obat-obatan tertentu.

 

Gejala Syok Kardiogenik

 

Syok kardiogenik dapat menimbulkan gejala yang bervariasi pada setiap orang. Namun, gejala-gejala tersebut umumnya akan langsung terlihat dalam waktu singkat. Beberapa gejala akibat syok kardiogenik adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri dada.

  • Gelisah, kebingungan, dan pusing.

  • Kulit tampak pucat.

  • Kulit terasa dingin saat disentuh.

  • Kehilangan kesadaran.

  • Menurunnya frekuensi buang air kecil bahkan tidak sama sekali.

  • Berkeringat secara berlebih.

  • Tekanan darah rendah.

  • Detak jantung menjadi lebih cepat secara tiba-tiba dengan denyut nadi yang lemah.

  • Sesak napas atau napas lebih cepat.

 

Diagnosis Syok kardiogenik

 

Syok kardiogenik adalah kondisi darurat yang dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran. Karena itu, biasanya dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien kepada keluarga sembari memberikan tindakan untuk menstabilkan kondisi pasien.

 

Kemudian dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti:

 

  • Pemeriksaan tanda-tanda vital dan kesadaran, seperti denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, dan suhu tubuh.

  • Pemeriksaan darah untuk menilai kerusakan otot jantung, kadar laktat, fungsi ginjal, serta keseimbangan elektrolit tubuh.

  • Analisis gas darah untuk menilai kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah.

  • EKG (elektrokardiogram) untuk memantau aktivitas kelistrikan jantung.

  • Ekokardiografi untuk melihat kondisi jantung secara lebih jelas.

  • Foto rontgen dada untuk memeriksa kondisi jantung dan kemungkinan penumpukan cairan di dalam paru-paru.

  • Angiografi koroner untuk mendeteksi penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah dan mengukur tekanan di bilik jantung.

 

Komplikasi Syok Kardiogenik

 

Apabila tidak segera ditangani, syok kardiogenik dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

 

  • Gangguan irama jantung atau aritmia.

  • Stroke.

  • Kerusakan pembuluh darah dan dinding bilik jantung.

  • Kerusakan pada organ vital.

  • Henti jantung.

  • Gagal ginjal akut.

  • Gagal multi organ.

  • Kematian.

 

Penanganan Syok Kardiogenik

 

Tujuan utama penanganan syok kardiogenik adalah mengembalikan aliran darah ke organ-organ tubuh dan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Pada kondisi darurat, dokter akan memberikan oksigen tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen tubuh serta mengurangi risiko kerusakan organ.

 

A. Pemberian Obat-obatan

 

Beberapa jenis obat yang sering digunakan untuk mengobati pasien syok kardiogenik adalah:

 

  • Aspirin: Dapat diberikan segera untuk membantu mengurangi pembentukan bekuan darah pada pasien yang mengalami serangan jantung.

  • Trombolitik: Digunakan pada kondisi tertentu untuk melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah.

  • Clopidogrel: Membantu mencegah terbentuknya gumpalan darah baru.

  • Heparin dan obat antikoagulan lainnya: Berfungsi menghambat proses pembekuan darah.

  • Agen inotropik: Bermanfaat untuk mendukung dan meningkatkan fungsi pompa darah pada jantung.

  • Obat vasopresor: Dapat diberikan untuk membantu meningkatkan tekanan darah dan menjaga aliran darah ke organ-organ vital.

 

B. Prosedur Medis

 

Apabila dibutuhkan, dokter akan melakukan prosedur operasi untuk mengatasi syok kardiogenik. Beberapa jenis operasi tersebut adalah:

 

  • Kateterisasi jantung atau PCI, bertujuan untuk membuka hambatan atau sumbatan di pembuluh darah.

  • Operasi bypass jantung, bertujuan untuk membuka jalan aliran darah baru yang bebas hambatan.

  • Alat bantu sirkulasi mekanis. Pada kasus tertentu, dokter dapat menggunakan alat bantu sirkulasi sementara untuk membantu mempertahankan aliran darah ke seluruh tubuh hingga kondisi jantung membaik atau tindakan definitif dilakukan.

 

Pencegahan Syok Kardiogenik

 

Pencegahan syok kardiogenik dilakukan dengan menjaga kesehatan jantung dan mengendalikan faktor risiko penyakit jantung. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

 

  • Berolahraga secara teratur.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  • Membatasi konsumsi gula, lemak trans, dan alkohol.

  • Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.

  • Mengelola stres dengan baik.

  • Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol secara rutin.

  • Beristirahat yang cukup.

 

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

 

Segera cari pertolongan medis darurat atau hubungi layanan emergensi apabila mengalami:

 

  • Nyeri dada yang berat atau tidak kunjung membaik.

  • Sesak napas mendadak.

  • Pingsan atau penurunan kesadaran.

  • Jantung berdebar disertai lemas berat.

  • Kulit pucat, dingin, dan berkeringat berlebihan.

 

Penanganan yang cepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi risiko komplikasi serius.

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter. Oleh sebab itu, jika mengalami gejala yang mengarah pada gangguan jantung, segera kunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Mengingat syok kardiogenik merupakan kondisi kegawatdaruratan yang dapat berkembang dengan sangat cepat, penanganan medis sesegera mungkin berperan penting dalam mencegah kerusakan jantung dan organ-organ vital lainnya.

 

Siloam International Hospitals menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospital untuk penanganan emergensi jantung yang cepat dan tepat. Setibanya di rumah sakit, pasien akan segera menjalani pemeriksaan EKG dalam waktu kurang dari 10 menit, ditangani oleh tim jantung multidisiplin yang siaga 24 jam, serta didukung fasilitas cath lab dan perawat bersertifikasi. 

 

Jika mengalami gejala yang mengarah pada kondisi darurat jantung, segera manfaatkan Chest Pain Ready Hospital di Siloam dengan menghubungi emergensi 1-500-911 untuk selamatkan lebih banyak jantung​.

 

 

cardiac by age (phase 2 2026)

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail