Kegagalan Ovarium Prematur - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Ibu dan Anak

Kegagalan Ovarium Prematur - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

16 Oktober 2025 4 menit waktu baca
mengenal kegagalan ovarium prematur

Primary ovarian insufficiency, insufisiensi ovarium prematur, atau kegagalan ovarium prematur adalah kondisi langka di mana ovarium atau indung telur tidak berfungsi dengan normal atau bahkan berhenti berfungsi sebelum berusia 40 tahun. 

 

Kondisi ini menyebabkan ovarium tidak dapat memproduksi hormon estrogen dan melepaskan sel telur secara rutin sehingga memengaruhi sistem reproduksi wanita. Lantas, apa penyebab insufisiensi ovarium prematur dan bagaimana cara mengobatinya?

 

Mari pahami lebih lanjut mengenai penyebab, gejala, cara mendiagnosis, hingga pengobatan insufisiensi ovarium prematur selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Kegagalan Ovarium Prematur (Primary Ovarian Insufficiency)?

 

Kegagalan ovarium prematur atau primary ovarian insufficiency (POI) adalah gangguan fungsi ovarium yang dapat memengaruhi produksi hormon estrogen dan pelepasan sel telur selama masa ovulasi, meski penderitanya masih berusia di bawah 40 tahun. Menurut WHO, pada kondisi normal, ovarium akan berhenti memproduksi sel telur (menopause) secara alami saat wanita berusia di antara 45-55 tahun.

 

Primary ovarian insufficiency adalah kondisi yang sering disamakan dengan menopause dini, padahal keduanya merupakan jenis gangguan reproduksi yang berbeda. Secara umum, penderita POI masih bisa mengalami siklus menstruasi, namun cenderung tidak teratur atau terjadi sesekali selama bertahun-tahun. Karena itu, penderita dengan kondisi ini masih memiliki peluang untuk hamil.

 

Sementara pada kasus menopause dini, penderitanya tidak lagi mengalami siklus menstruasi sama sekali, meskipun masih berusia di bawah 40 tahun, sehingga tidak lagi memiliki peluang untuk hamil. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik, efek samping dari pengobatan kemoterapi, operasi pengangkatan ovarium atau rahim, hingga kondisi medis tertentu.

 

Penyebab Kegagalan Ovarium Prematur

 

Dalam kebanyakan kasus, tidak diketahui secara pasti apa penyebab kegagalan ovarium prematur (idiopathic POI). Namun, pada beberapa kasus lainnya, POI juga bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti:

 

  • Kelainan genetik, seperti Turner syndrome atau Fragile X syndrome.

  • Gangguan autoimun, seperti penyakit Addison, rheumatoid arthritis, atau penyakit tiroid.

  • Efek samping dari pengobatan kemoterapi atau radioterapi.

  • Infeksi tertentu, seperti gondongan (mumps) atau HIV/AIDS. Kondisi ini diduga dapat memicu produksi antibodi yang menyerang ovarium.

  • Paparan senyawa kimia beracun, asap rokok, atau pestisida.

 

Selain itu, sejumlah faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kegagalan ovarium prematur adalah sebagai berikut.

 

  • Berusia 35–40 tahun.

  • Pernah menjalani prosedur pengangkatan rahim (histerektomi) atau operasi lainnya yang melibatkan ovarium.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat POI.

 

Gejala Kegagalan Ovarium Prematur

 

Insufisiensi ovarium prematur dapat menimbulkan gejala yang menyerupai gangguan hormon estrogen atau menopause. Adapun sejumlah gejala umum dari insufisiensi ovarium prematur adalah sebagai berikut.

 

  • Siklus menstruasi tidak teratur yang dapat berlangsung hingga bertahun-tahun.

  • Susah hamil.

  • Penurunan gairah seksual.

  • Kesulitan untuk memusatkan fokus dan konsentrasi.

  • Vagina terasa kering. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri di sekitar vagina selama berhubungan seksual.

  • Sensasi atau perasaan hangat yang tiba-tiba muncul, terutama pada tubuh bagian atas (hot flashes) dan keringat pada malam hari.

  • Mata kering.

  • Mudah merasa marah, cemas, atau bahkan depresi.

 

Komplikasi Kegagalan Ovarium Prematur

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, POI dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah komplikasi, seperti:

 

 

Diagnosis Kegagalan Ovarium Prematur

 

Dalam menegakkan diagnosis POI, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan, siklus menstruasi, dan riwayat kesehatan pasien serta keluarga. Setelah itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan panggul untuk mendeteksi gejala POI.

 

Lalu, untuk mengonfirmasi diagnosis POI, berikut adalah beberapa prosedur pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan.

 

  • Pemeriksaan kehamilan, seperti penggunaan test pack dan USG kandungan untuk mengetahui apakah gejala keterlambatan menstruasi yang dialami pasien disebabkan oleh kehamilan.

  • USG panggul untuk memeriksa kondisi rahim dan ovarium.

  • Karyotype testing untuk mendeteksi kelainan genetik.

  • Tes darah untuk memeriksa kadar hormon FSH, estradiol, dan prolaktin di dalam tubuh.

  • Tes antibodi untuk memeriksa gangguan autoimun.

 

Pengobatan Kegagalan Ovarium Prematur

 

Secara umum, pengobatan kegagalan ovarium prematur bertujuan untuk menangani gejala yang muncul akibat penurunan produksi hormon estrogen serta meminimalkan risiko komplikasi. Adapun sejumlah metode penanganan yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi tersebut adalah sebagai berikut.

 

  • Terapi hormon estrogen untuk membantu mengurangi gejala POI serta meminimalkan risiko terjadinya osteoporosis. Jika pasien tidak menjalani histerektomi, dokter dapat mengombinasikan terapi hormon estrogen dengan hormon progesteron untuk menjaga kesehatan endometrium (jaringan lapisan terdalam dari rahim) untuk meminimalkan risiko terjadinya kanker akibat ketidakseimbangan hormon estrogen. Namun, pada wanita yang usianya lebih tua, penggunaan kombinasi terapi hormon berisiko menyebabkan gangguan jantung dan pembuluh darah, serta kanker payudara. Pada wanita yang usianya lebih muda dengan POI, keuntungan dari penggunaan terapi hormon melebihi risikonya.

  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah risiko terjadinya osteoporosis.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh dan menguatkan tulang.

  • Menjalani program hamil sesuai dengan arahan dokter spesialis kandungan jika sedang merencanakan untuk memiliki buah hati.

 

Jika Anda mengeluhkan gejala yang mengarah pada kegagalan ovarium prematur seperti ulasan di atas, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami.

 

Sebelum itu, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk mencari informasi jadwal praktik serta reservasi pertemuan dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja. Atau, manfaatkan pula aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan Siloam Hospitals. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail