Mielitis Transversa: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mielitis Transversa: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

10 Desember 2024 5 menit waktu baca
Mielitis Transversa

 

Mielitis transversa adalah gangguan saraf langka yang disebabkan oleh peradangan pada sumsum tulang belakang. Biasanya, penyakit ini terjadi karena komplikasi dari infeksi, penyakit autoimun, atau bagian dari gangguan peradangan saraf lainnya. Kondisi ini umumnya dapat menyerang sumsum tulang belakang pada tingkat mana pun, namun paling sering memengaruhi sumsum tulang belakang setingkat toraks.

 

Faktor penyebab mielitis transversa bisa bervariasi. Kebanyakan penderitanya hanya mampu pulih atau sembuh sebagian setelah mendapatkan perawatan. Untuk mengetahui lebih jauh tentang mielitis transversa, mari simak pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Mielitis Transversa?

 

Mielitis transversa adalah kondisi neurologis langka yang menyerang saraf akibat peradangan pada sumsum tulang belakang. Peradangan ini sering kali merusak selubung mielin, yaitu lapisan pelindung yang mengelilingi serabut saraf.

 

Sumsum tulang belakang berfungsi sebagai penghubung antara otak dan seluruh tubuh, sehingga kerusakan pada mielin dapat mengganggu pengiriman pesan yang dilakukan oleh saraf sumsum tulang belakang ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri, masalah sensorik, kelemahan otot, kelumpuhan, dan disfungsi kandung kemih serta usus. Tubuh penderita dapat melemah dalam jangka waktu 3 hingga 6 bulan.

 

Mileitis transversa dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan dengan perbandingan yang hampir sama. Kondisi ini juga dapat memengaruhi pasien dari segala usia, tetapi kejadiannya meningkat pada usia sekitar 10, 20, dan di atas 40 tahun.

 

Penyebab Mielitis Transversa

 

Terdapat beberapa faktor penyebab mielitis transversa, namun pembagiannya secara umum adalah idiopatik, komplikasi pascainfeksi, peradangan sistemik, dan penyakit sistem saraf pusat multifokal. Penyebab yang paling utama adalah idiopatik, yaitu belum diketahui secara pasti atau tidak ada faktor penyebab yang ditemukan.

 

Mielitis transversa juga bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur yang menyerang sumsum tulang belakang. Pada kebanyakan kasus, gangguan peradangan akibat infeksi ini dapat disembuhkan. Adapun beberapa virus yang menyebabkan mielitis transversa adalah:

 

 

Selain virus, infeksi bakteri juga menjadi faktor penyebab mielitis transversa yang perlu diperhatikan. Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berkaitan dengan mielitis transversa:

 

 

Selain itu salah satu penyebab utama mielitis transversa adalah penyakit autoimun, baik penyakit autoimun sistemik maupun penyakit autoimun spesifik yang hanya menyerang sistem saraf. Beberapa diantaranya adalah: 

 

 

Gejala Mielitis Transversa

 

Tanda atau gejala mielitis transversa dapat muncul secara tiba-tiba (dalam hitungan jam hingga hari) atau muncul perlahan namun progresif. Bagian tubuh yang terdampak umumnya kedua sisi tubuh, namun dalam beberapa kasus yang cukup jarang ditemukan, gejala hanya dirasakan di satu sisi tubuh. Beberapa gejala mielitis transversa yang umumnya ditemukan adalah:

 

  • Kelemahan anggota gerak pada tungkai dan lengan. Penderita mielitis transversa transversa sering kali mengalami kelemahan pada tungkai yang dapat memburuk dengan cepat. Jika mielitis memengaruhi sumsum tulang belakang bagian atas, kelemahan juga dapat terjadi pada lengan. Kelemahan juga dapat berkembang menjadi kelumpuhan total.

  • Nyeri tajam yang muncul tiba-tiba di punggung bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki, lengan, hingga sekitar area dada atau perut.

  • Perubahan sensorik. Mielitis transversa dapat menyebabkan sensasi abnormal seperti sensasi seperti terbakar, tertusuk, mati rasa, dingin, atau kesemutan pada tungkai. Kondisi ini disebut sebagai parestesia. Orang dengan mielitis transversa juga dapat kehilangan sensasi pada bagian tubuh mereka. Sensasi abnormal pada batang tubuh dan daerah genital juga umum terjadi.

  • Disfungsi usus dan kandung kemih. Orang dengan mielitis transversa sering kali mengalami peningkatan frekuensi atau keinginan untuk menggunakan toilet, inkontinensiai urine, dan sembelit atau sembelit.

  • Demam.

  • Masalah pernapasan.

  • Hilang nafsu makan.

  • Sakit kepala.

  • Disfungsi seksual.

  • Gangguan keseimbangan.

 

Diagnosis Mielitis Transervsa

 

Pada diagnosis mielitis transversa, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk memeriksa riwayat kesehatan. Setelahnya, dokter akan melanjutkan pemeriksaan dengan melakukan pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, laju pernapasan, laju nadi, suhu tubuh), kekuatan otot, kemampuan sensorik, refleks saraf, keseimbangan, dan lain-lain.

 

Selanjutnya, untuk menegakkan diagnosis mielitis transversa, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:

 

 

Pengobatan Mielitis Transversa

 

Fokus pengobatan mielitis transversa dalam jangka pendek adalah untuk meredakan inflamasi. Sementara itu, pengobatan dalam jangka panjang bertujuan untuk mengatasi dan mengantisipasi risiko komplikasi yang terjadi karena kondisi tersebut. Berikut beberapa pilihan pengobatan mielitis transversa jangka pendek yang umumnya dilakukan:

 

  • Steroid yang diberikan melalui IV (intravena) dengan dosis yang tinggi, seperti methylprednisolone dan dexamethasone.

  • Intravenous Immunoglobulin (IVIG).

  • Plasmaferesis.

  • Imunosupresan, yaitu obat yang digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. 

  • Obat-obatan untuk mengatasi gejala mielitis transversa yang muncul, seperti obat anti nyeri.

 

Setelah menerima pengobatan jangka pendek (akut), fase perawatan selanjutnya yang perlu dilewati oleh penderita mielitis transversa adalah perawatan rehabilitasi. Tahap ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan mencegah terjadinya komplikasi. Adapun beberapa prosedur pengobatannya adalah sebagai berikut:

 

  • Pengelolaan gangguan buang air kecil.

  • Pengelolaan gangguan pada usus.

  • Pengelolaan disfungsi seksual.

  • Latihan kekuatan otot.

  • Terapi fisik.

  • Pengelolaan aktivitas sehari-hari menggunakan alat bantu adaptif, seperti pegangan tangan di kamar mandi, alat bantu untuk berpakaian, alat makan dengan pegangan yang lebih besar, atau kursi mandi.

  • Manajemen nyeri.

  • Konsultasi dengan terapis atau psikolog.

 

Sebagai catatan, penyebab dan gejala yang disebutkan di atas belum tentu mengindikasikan penyakit mielitis transversa. Faktor-faktor tersebut mungkin berkaitan dengan kondisi medis lainnya. Namun, jika Anda merasakan gejala-gejala yang disebutkan, konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Melalui konsultasi dengan dokter, Anda bisa mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan rekomendasi pengobatan yang tepat. Namun, perlu dicatat bahwa dokter akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi setiap pasien dan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit.

 

Anda bisa membuat janji temu dengan dokter terkait melalui aplikasi MySiloam. Di aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, memilih waktu konsultasi, hingga mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Mayo Clinic. Transverse Myelitis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Transverse Myelitis. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Transverse Myelitis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail