Kesehatan Tubuh
Mengenal Jenis-Jenis Sendi Pelana dan Gangguan Kesehatannya

Table of Contents
Joint atau sendi adalah bagian yang berfungsi untuk menghubungkan dua tulang di dalam tubuh. Dalam anatomi tubuh manusia, terdapat berbagai jenis sendi yang dapat membantu tubuh untuk bergerak, salah satunya adalah sendi pelana. Tubuh manusia memiliki tiga buah sendi pelana yang berperan penting dalam pergerakan tangan serta proses pendengaran.
Mari simak informasi lengkap mengenai sendi pelana, jenis, dan gangguan kesehatan yang dapat memengaruhinya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Sendi Pelana (Saddle Joint)?
Saddle joint atau sendi pelana adalah salah satu jenis sendi sinovial yang berfungsi untuk membantu menggerakkan tulang ke berbagai arah, terutama ke samping kiri dan kanan, serta ke depan dan belakang.
Meski bersifat fleksibel, sendi ini tidak dapat bergerak memutar. Dinamakan sendi pelana karena sendi ini menghubungkan dua tulang yang bagian ujungnya memiliki bentuk seperti pelana kuda dan saling bertumpu satu sama lainnya.
Sendi ini memiliki rentang gerak yang lebih luas jika dibandingkan dengan sendi engsel. Secara umum, terdapat dua tipe gerakan dasar yang dapat terjadi pada sendi pelana, yaitu fleksi-ekstensi (flexion-extension) dan abduksi-adduksi (abduction-adduction).
-
Fleksi-ekstensi (flexion-extension): Fleksi adalah gerakan menekuk sendi atau memperkecil sudut antar dua tulang. Sementara itu, ekstensi merupakan gerakan untuk meluruskan dan meningkatkan besar sudut antar dua tulang.
-
Abduksi-adduksi (abduction-adduction): Abduksi adalah gerakan yang menjauhi tubuh, sedangkan adduksi merupakan gerakan yang mendekati tubuh.
Jenis-Jenis Sendi Pelana
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat tiga jenis sendi pelana yang ada di dalam anatomi tubuh manusia dan berperan penting dalam pergerakan tangan serta proses pendengaran. Berikut masing-masing penjelasannya.
A. Sendi Trapeziometacarpal
Sendi trapeziometacarpal merupakan jenis sendi pelana yang berada di pangkal ibu jari. Sendi ini menghubungkan tulang telapak tangan (tulang trapezium) dan tulang jari tangan (tulang metakarpal) sehingga memunginkan ibu jari untuk terbuka lebar, menggenggam benda, atau bergerak menyentuh jari lainnya.
B. Sendi Sternoclavicular
Sendi sternoclavicular adalah jenis sendi yang menghubungkan tulang dada bagian atas (manubrium) dengan tulang selangka. Sendi ini memungkinkan tubuh untuk bergerak mengangkat lengan ke atas kepala serta membantu menopang bahu. Di sekitar sendi sternoclavicular terdapat jaringan ikat (ligamen) paling kuat yang dimiliki oleh tubuh.
C. Sendi Incudomalleolar
Sendi incudomalleolar merupakan sendi yang terletak di bagian dalam telinga. Fungsinya adalah untuk menghubungkan dua tulang telinga bagian dalam, yaitu incus dan malleus yang berperan penting dalam proses pendengaran, seperti meneruskan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam.
Gangguan Kesehatan yang Dapat Memengaruhi Fungsi Sendi Pelana
Sementara itu, terdapat sejumlah kondisi medis yang dapat memengaruhi fungsi sendi pelana pada tubuh, mulai dari cedera sendi hingga penyakit lupus. Berikut adalah penjelasan lengkap terkait gangguan kesehatan atau kondisi medis tersebut.
1. Cedera Sendi
Cedera sendi adalah kondisi ketika sendi mendapatkan benturan atau tekanan berlebih. Kondisi ini bisa berupa keseleo atau patah tulang (fraktur) di sekitar sendi sehingga dapat memengaruhi fungsi sendi, termasuk sendi pelana.
2. Artritis Gout
Artritis gout adalah salah satu jenis artritis yang terjadi ketika terdapat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi sehingga membuat sendi terasa nyeri, bengkak, dan kaku. Kondisi ini bisa terjadi pada beberapa bagian sendi, termasuk sendi pelana di pangkal ibu jari.
3. Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah peradangan kronis yang terjadi di sendi akibat adanya kerusakan tulang rawan. Selain artritis gout, osteoarthritis juga termasuk jenis artritis (radang sendi) yang paling sering terjadi.
Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa sendi bengkak, otot melemah atau bahkan penurunan massa otot, munculnya benjolan atau tulang tambahan (taji) pada bagian sendi yang terdampak, terdengar suara gesekan ketika menggerakkan sendi, hingga jari tangan bengkok.
4. Bursitis
Bursitis adalah peradangan yang terjadi pada bursa, yaitu pelumas dan bantalan di sekitar sendi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gerakan berulang dan tekanan berlebih di sekitar sendi sehingga memicu terjadinya peradangan pada bursa.
Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti riwayat penyakit asam urat dan diabetes, obesitas, atau kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga yang bisa meningkatkan risiko cedera di sekitar sendi.
5. Rheumatoid Arthritis
Gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi fungsi sendi pelana berikutnya adalah rheumatoid arthritis, yaitu peradangan sendi yang terjadi karena adanya gangguan autoimun. Kondisi ini membuat sistem imun secara keliru menyerang jaringan sendi yang sehat.
Gejala rheumatoid arthritis cenderung beragam tergantung dengan tingkat keparahannya. Bahkan, gejalanya juga bisa hilang dan muncul selama beberapa waktu. Namun, beberapa gejala umum dari rheumatoid arthritis adalah:
-
Demam.
-
Kelelahan.
-
Nyeri dan bengkak pada persendian.
-
Sendi terasa lunak.
-
Kekakuan pada sendi.
-
Penurunan berat badan.
6. Penyakit Lupus
Selain rheumatoid arthritis, penyakit lupus juga menjadi salah satu jenis gangguan autoimun yang dapat memengaruhi fungsi sendi pelana. Pada awalnya, kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa ruam merah pada wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu, disertai dengan kelelahan dan demam. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat memburuk hingga memengaruhi bagian tubuh lainnya, termasuk ginjal, jantung, paru-paru, sistem saraf, dan persendian.
Jika Anda mengeluhkan gejala yang berhubungan dengan gangguan sendi, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat dari dokter berpengalaman. Untuk penanganan lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dari Siloam Hospitals Mampang yang menjadi pusat unggulan dalam menangani gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi.
Sebelum itu, jadwalkan terlebih dahulu pertemuan Anda dengan dokter di Siloam Hospitals Mampang menggunakan fitur Cari Dokter atau melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi MySiloam juga dapat Anda gunakan untuk check in mandiri hingga antre secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Pedis / Rontgen Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp335.000
TERPOPULER
Ankle / Rontgen Pergelangan Kaki
Rontgen / X-Ray
Rp289.000
TERPOPULER
Rontgen Tangan/Manus
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
Rontgen Pergelangan Tangan
Rontgen / X-Ray
Rp347.000
MRI Tulang Belakang Tengah/Punggung/Spine Thoracic (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
1.5T MRI LUMBAL NON CONTRAST
MRI / MRA, Tulang/ Ortopedi
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000







