Mengenal Jenis-Jenis Sendi Pelana dan Gangguan Kesehatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Jenis-Jenis Sendi Pelana dan Gangguan Kesehatannya

15 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Mengenal sendi pelana

Joint atau sendi adalah bagian yang berfungsi untuk menghubungkan dua tulang di dalam tubuh. Dalam anatomi tubuh manusia, terdapat berbagai jenis sendi yang dapat membantu tubuh untuk bergerak, salah satunya adalah sendi pelana. Tubuh manusia memiliki tiga buah sendi pelana yang berperan penting dalam pergerakan tangan serta proses pendengaran.

 

Mari simak informasi lengkap mengenai sendi pelana, jenis, dan gangguan kesehatan yang dapat memengaruhinya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Sendi Pelana (Saddle Joint)?

 

Saddle joint atau sendi pelana adalah salah satu jenis sendi sinovial yang berfungsi untuk membantu menggerakkan tulang ke berbagai arah, terutama ke samping kiri dan kanan, serta ke depan dan belakang.

 

Meski bersifat fleksibel, sendi ini tidak dapat bergerak memutar. Dinamakan sendi pelana karena sendi ini menghubungkan dua tulang yang bagian ujungnya memiliki bentuk seperti pelana kuda dan saling bertumpu satu sama lainnya.

 

Sendi ini memiliki rentang gerak yang lebih luas jika dibandingkan dengan sendi engsel. Secara umum, terdapat dua tipe gerakan dasar yang dapat terjadi pada sendi pelana, yaitu fleksi-ekstensi (flexion-extension) dan abduksi-adduksi (abduction-adduction).

 

  • Fleksi-ekstensi (flexion-extension): Fleksi adalah gerakan menekuk sendi atau memperkecil sudut antar dua tulang. Sementara itu, ekstensi merupakan gerakan untuk meluruskan dan meningkatkan besar sudut antar dua tulang.

  • Abduksi-adduksi (abduction-adduction): Abduksi adalah gerakan yang menjauhi tubuh, sedangkan adduksi merupakan gerakan yang mendekati tubuh.

 

Jenis-Jenis Sendi Pelana

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat tiga jenis sendi pelana yang ada di dalam anatomi tubuh manusia dan berperan penting dalam pergerakan tangan serta proses pendengaran. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Sendi Trapeziometacarpal

 

Sendi trapeziometacarpal merupakan jenis sendi pelana yang berada di pangkal ibu jari. Sendi ini menghubungkan tulang telapak tangan (tulang trapezium) dan tulang jari tangan (tulang metakarpal) sehingga memunginkan ibu jari untuk terbuka lebar, menggenggam benda, atau bergerak menyentuh jari lainnya.

 

B. Sendi Sternoclavicular

 

Sendi sternoclavicular adalah jenis sendi yang menghubungkan tulang dada bagian atas (manubrium) dengan tulang selangka. Sendi ini memungkinkan tubuh untuk bergerak mengangkat lengan ke atas kepala serta membantu menopang bahu. Di sekitar sendi sternoclavicular terdapat jaringan ikat (ligamen) paling kuat yang dimiliki oleh tubuh.

 

C. Sendi Incudomalleolar

 

Sendi incudomalleolar merupakan sendi yang terletak di bagian dalam telinga. Fungsinya adalah untuk menghubungkan dua tulang telinga bagian dalam, yaitu incus dan malleus yang berperan penting dalam proses pendengaran, seperti meneruskan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam.

 

Gangguan Kesehatan yang Dapat Memengaruhi Fungsi Sendi Pelana

 

Sementara itu, terdapat sejumlah kondisi medis yang dapat memengaruhi fungsi sendi pelana pada tubuh, mulai dari cedera sendi hingga penyakit lupus. Berikut adalah penjelasan lengkap terkait gangguan kesehatan atau kondisi medis tersebut. 

 

1. Cedera Sendi

 

Cedera sendi adalah kondisi ketika sendi mendapatkan benturan atau tekanan berlebih. Kondisi ini bisa berupa keseleo atau patah tulang (fraktur) di sekitar sendi sehingga dapat memengaruhi fungsi sendi, termasuk sendi pelana.

 

2. Artritis Gout

 

Artritis gout adalah salah satu jenis artritis yang terjadi ketika terdapat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi sehingga membuat sendi terasa nyeri, bengkak, dan kaku. Kondisi ini bisa terjadi pada beberapa bagian sendi, termasuk sendi pelana di pangkal ibu jari.

 

3. Osteoarthritis

 

Osteoarthritis adalah peradangan kronis yang terjadi di sendi akibat adanya kerusakan tulang rawan. Selain artritis gout, osteoarthritis juga termasuk jenis artritis (radang sendi) yang paling sering terjadi.

 

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa sendi bengkak, otot melemah atau bahkan penurunan massa otot, munculnya benjolan atau tulang tambahan (taji) pada bagian sendi yang terdampak, terdengar suara gesekan ketika menggerakkan sendi, hingga jari tangan bengkok.

 

4. Bursitis

 

Bursitis adalah peradangan yang terjadi pada bursa, yaitu pelumas dan bantalan di sekitar sendi. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gerakan berulang dan tekanan berlebih di sekitar sendi sehingga memicu terjadinya peradangan pada bursa.

 

Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti riwayat penyakit asam urat dan diabetes, obesitas, atau kurang melakukan pemanasan sebelum berolahraga yang bisa meningkatkan risiko cedera di sekitar sendi.

 

5. Rheumatoid Arthritis

 

Gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi fungsi sendi pelana berikutnya adalah rheumatoid arthritis, yaitu peradangan sendi yang terjadi karena adanya gangguan autoimun. Kondisi ini membuat sistem imun secara keliru menyerang jaringan sendi yang sehat.

 

Gejala rheumatoid arthritis cenderung beragam tergantung dengan tingkat keparahannya. Bahkan, gejalanya juga bisa hilang dan muncul selama beberapa waktu. Namun, beberapa gejala umum dari rheumatoid arthritis adalah:

 

  • Demam.

  • Kelelahan.

  • Nyeri dan bengkak pada persendian.

  • Sendi terasa lunak.

  • Kekakuan pada sendi.

  • Penurunan berat badan.

 

6. Penyakit Lupus

 

Selain rheumatoid arthritis, penyakit lupus juga menjadi salah satu jenis gangguan autoimun yang dapat memengaruhi fungsi sendi pelana. Pada awalnya, kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa ruam merah pada wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu, disertai dengan kelelahan dan demam. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini dapat memburuk hingga memengaruhi bagian tubuh lainnya, termasuk ginjal, jantung, paru-paru, sistem saraf, dan persendian.

 

Jika Anda mengeluhkan gejala yang berhubungan dengan gangguan sendi, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat dari dokter berpengalaman. Untuk penanganan lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dari Siloam Hospitals Mampang yang menjadi pusat unggulan dalam menangani gangguan tulang, jaringan ikat, dan sendi.

 

Sebelum itu, jadwalkan terlebih dahulu pertemuan Anda dengan dokter di Siloam Hospitals Mampang menggunakan fitur Cari Dokter atau melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi MySiloam juga dapat Anda gunakan untuk check in mandiri hingga antre secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail