Mengenal Sindrom Conn, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Sindrom Conn, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

03 Juni 2025 3 menit waktu baca
sindrom conn

Conn’s syndrome atau sindrom Conn adalah kondisi langka yang menyebabkan tingginya kadar hormon aldosteron di dalam darah. Kondisi ini dapat memengaruhi kadar natrium dan kalium di dalam darah, sehingga penting untuk segera menanganinya dengan tepat. Mari kenali penyebab, gejala, dan pengobatan sindrom Conn selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Sindrom Conn?

 

Sindrom Conn, aldosteronisme primer, atau hiperaldosteronisme primer adalah kondisi yang terjadi ketika kelenjar adrenal memproduksi hormon aldosterone secara berlebihan, di mana hormon tersebut berfungsi untuk mengontrol kadar natrium dan kalium di dalam darah. Kelenjar adrenal sendiri merupakan dua kelenjar berbentuk segitiga kecil yang berada di atas ginjal.

 

Penyebab Sindrom Conn

 

Conn’s syndrome sering kali bersifat idiopatik. Artinya, tidak ada penyebab khusus yang menyebabkan terjadinya kondisi ini. Namun, dalam beberapa kasus, aldosteronisme primer dapat terjadi karena adanya tumor jinak atau kanker yang tumbuh di salah satu maupun kedua kelenjar adrenal. 

 

Selain itu, Conn’s syndrome juga dapat disebabkan oleh pembesaran abnormal pada kedua kelenjar adrenal (bilateral adrenal hyperplasia). Meski jarang terjadi, kondisi ini pun bisa muncul akibat kelainan bawaan yang diturunkan dari orang tua.

 

Di sisi lain, aldosteronisme primer juga lebih berisiko terjadi pada seseorang yang mengalami sejumlah kondisi berikut ini:

 

  • Rendahnya kadar kalium di dalam darah (hipokalemia).

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) sebelum berusia 30 tahun.

  • Mengonsumsi tiga atau lebih obat untuk tekanan darah tinggi.

 

Gejala Sindrom Conn

 

Conn’s syndrome kerap membuat penderitanya mengalami tekanan darah tinggi yang bersifat resisten. Sebab, tingginya kadar hormon aldosteron dapat merangsang pengeluaran atau ekskresi kalium oleh ginjal. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan kadar natrium serta volume darah, sehingga turut memengaruhi tekanan darah.

 

Selain itu, beberapa gejala umum dari hiperaldosteronisme primer adalah sebagai berikut:

 

  • Rasa haus berlebihan.

  • Kelelahan.

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.

  • Sakit kepala.

  • Kedutan dan kram otot.

  • Gangguan penglihatan.

  • Kelemahan otot atau kesemutan.

  • Jantung berdebar (palpitasi).

 

Diagnosis Sindrom Conn

 

Untuk menegakkan diagnosis sindrom Conn, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait gejala dan riwayat penyakit pasien, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Apabila diperlukan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah, untuk melihat kadar senyawa kimia seperti hormon aldosteron, renin, dan elektrolit dalam tubuh.

  • Tes urine.

  • Analisa gas darah.

  • Tes pencitraan seperti CT scan dan MRI untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya tumor kelenjar adrenal yang dapat menyebabkan sindrom Conn. 

 

Pengobatan Sindrom Conn

 

Secara umum, pengobatan hiperaldosteronisme primer bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, beberapa metode yang umum dilakukan untuk menangani hiperaldosteronisme primer adalah sebagai berikut:

 

  • Tindakan operasi. Operasi dilakukan apabila Conn’s syndrome disebabkan oleh tumor kelenjar adrenal. Adapun tindakan operasi yang umum dilakukan adalah unilateral adrenalectomy. Melalui prosedur ini, dokter dapat mengangkat kelenjar adrenal yang terdapat tumor.

  • Pemberian obat-obatan, seperti:

    • Spironolactone atau eplerenone untuk memblokir efek hormon aldosteron berlebih.

    • Obat diuretik untuk membantu mengeluarkan cairan yang menumpuk di dalam tubuh. Obat ini biasanya digunakan untuk menangani sindrom Conn yang disebabkan oleh bilateral adrenal hyperplasia.

  • Perubahan gaya hidup. Dokter dapat menyarankan pasien untuk menerapkan gaya hidup sehat guna membantu mengelola gejala. Beberapa gaya hidup sehat yang perlu diterapkan dalam menangani hiperaldosteronisme primer adalah:

    • Rutin berolahraga.

    • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

    • Mengurangi asupan garam.

    • Berhenti merokok.

 

Komplikasi Sindrom Conn

 

Conn’s syndrome merupakan kondisi yang perlu segera ditangani dengan tepat. Pasalnya, apabila dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini bisa mengganggu keseimbangan elektrolit di dalam tubuh serta hipertensi dalam jangka panjang. Yang mana, hal tersebut berisiko memicu terjadinya sejumlah masalah kesehatan, seperti:

 

 

Sindrom Conn perlu segera ditangani dengan tepat agar terhindar dari risiko komplikasi yang bisa membahayakan kesehatan. Maka dari itu, disarankan untuk segera berdiskusi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals jika Anda atau keluarga terdekat mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi tersebut.


Selain itu, Anda juga dapat mengakses layanan kesehatan dari Siloam Hospitals dengan mudah dan praktis melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui smartphone.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail