Ibu dan Anak
Waspada Demam dan Infeksi Bisa Jadi Miokarditis pada Anak!

Table of Contents
Miokarditis pada anak atau miokarditis pediatrik adalah peradangan pada dinding otot jantung. Apabila tidak ditangani, kondisi ini bisa berisiko menyebabkan henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) pada anak. Mari kenali penyebab, gejala, hingga pengobatannya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Miokarditis pada Anak?
Miokarditis pada anak adalah kondisi yang ditandai dengan peradangan dinding otot jantung (miokardium). Kondisi ini biasanya dapat menyebabkan penurunan fungsi jantung. Dinding jantung yang terdampak miokarditis dapat menebal dan membengkak sehingga berisiko menyebabkan kondisi yang lebih serius.
Penyebab Miokarditis pada Anak
Miokarditis jarang menyerang anak kecil. Kondisi ini lebih umum ditemukan pada anak yang lebih besar dan orang dewasa. Namun, kondisi ini lebih buruk jika terjadi pada bayi yang baru lahir dan bayi muda dibandingkan anak berusia di atas 2 tahun. Sebagian besar miokarditis pada anak disebabkan oleh infeksi virus yang mencapai jantung. Adapun beberapa virusnya meliputi:
-
Virus influenza (flu).
-
Coxsackie B virus.
-
Adenovirus.
-
Parvovirus-19.
-
SARS-Cov-2 yang menyebabkan COVID-19.
Selain disebabkan oleh virus, miokarditis pediatrik juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti bakteri Streptococcus atau Staphylococcus. Selain infeksi virus dan bakteri, beberapa faktor penyebab miokarditis lainnya yaitu:
-
Radiasi.
-
Reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu.
-
Infeksi akibat jamur atau parasit.
-
Pengobatan tertentu.
-
Paparan bahan kimia.
-
Kondisi autoimun (penyakit ketika sistem imun menyerang sel-sel sehat dalam tubuh), seperti lupus atau penyakit Kawasaki.
Miokarditis yang disebabkan oleh infeksi diawali dengan kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuh dan bergerak melalui alirah darah hingga mencapai jantung. Kuman ini tumbuh dan berkembang biak di dalam jantung sehingga bisa menyebabkan beberapa kerusakan sel saat menyebar dari satu sel ke sel lainnya.
Dalam hal ini, sistem imunitas tubuh akan memberikan respons untuk menyingkirkan patogen penyebab infeksi. Pada anak-anak, respons sistem imun ini dapat menjadi terlalu agresif. Akibatnya, sel-sel jantung dapat rusak ketika sistem imun tubuh sedang mengeliminasi kuman-kuman penyebab miokarditis pediatrik.
Gejala Miokarditis pada Anak
Anak-anak dengan miokarditis biasanya menunjukkan gejala yang bervariasi. Beberapa bisa menunjukkan kondisi yang idiopatik hingga kritis. Gejala miokarditis pediatrik yang paling umum demam. Beberapa gejala lainnya yaitu:
-
Nyeri dada.
-
Sesak napas (dispnea).
-
Mual.
-
Muntah.
-
Sakit perut.
-
Intoleransi olahraga.
-
Sinkop.
-
Gagal jantung berat.
-
Kematian mendadak akibat aritmia.
Pada awalnya, gejala miokarditis pada anak mungkin ringan dan sulit dideteksi. Terkadang, bayi baru lahir dapat mengalami gejala sebagai berikut:
-
Kesulitan makan.
-
Kecemasan (anxiety).
-
Berat badan sulit naik atau gagal berkembang.
-
Lesu.
-
Demam dan gejala infeksi lainnya.
-
Penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan produksi urine rendah.
-
Napas lebih cepat dari normal.
-
Detak jantung cepat.
-
Sirkulasi darah buruk yang ditandai dengan tangan dan kaki pucat serta dingin.
Sementara itu, anak berusia di atas 2 tahun yang menderita miokarditis dapat menunjukkan gejala-gejala, seperti:
-
Batuk.
-
Nyeri dada.
-
Nyeri dan mual di area perut.
-
Lelah.
-
Sesak napas.
-
Bengkak (edema) pada kaki, tungkai, dan wajah.
Diagnosis Miokarditis pada Anak
Dokter akan memulai pemeriksaan dengan anamnesis (wawancara medis) untuk menanyakan gejala yang dialami pasien, begitu pula riwayat medis pasien dan keluarga. Secara umum, miokarditis pediatrik sulit untuk didiagnosis karena gejalanya menyerupai penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau flu yang parah.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada anak secara menyeluruh, terutama mendengarkan detak jantung pasien dengan menggunakan stetoskop. Pemeriksaan fisik ini dapat membantu mengecek hal-hal berikut:
-
Tanda-tanda infeksi, seperti demam dan ruam.
-
Penumpukan cairan di paru-paru.
-
Bengkak pada kaki.
Untuk membantu diagnosis miokarditis pada anak, dokter bisa merekomendasikan serangkaian tes tambahan, seperti:
-
Tes darah untuk mengetahui tanda-tanda infeksi.
-
Rontgen dada.
-
MRI (magnetic resonance imaging) jantung.
-
Biopsi jantung menggunakan metode kateterisasi jantung.
Pengobatan Miokarditis pada Anak
Penanganan miokarditis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan gejala dan stadium penyakit. Pengobatan miokarditis pada anak ditujukan untuk mendukung fungsi jantung agar sirkulasi darah tetap terjaga. Sebagian besar penderita miokarditis pediatrik dirawat di instalasi rawat intensif untuk mendapatkan penanganan awal dan pemantauan. Berikut penanganan miokarditis pada anak yang biasanya ditegakkan:
-
Pemberian obat-obatan, seperti:
-
Antibiotik.
-
Antiperadangan.
-
Imunoglobulin intravena (intravenous immunoglobulin/IVIG).
-
Antiaritmia. Aritmia pada atrium dan ventrikel memerlukan penanganan yang tepat dengan antiaritmia, karena aritmia ventrikel dikaitkan dengan prognosis yang buruk.
-
Steroid.
-
Obat untuk mengobati gejala gagal jantung.
-
Penggunaan mesin untuk membantu mendukung fungsi jantung pada kasus yang parah.
Miokarditis pada anak memang jarang terjadi, namun bisa membahayakan apabila kondisinya memburuk seiring waktu. Sebagai catatan, gejala-gejala yang disebutkan di atas tidak selalu mengindikasikan kondisi tersebut. Namun, jika anak Anda mengalami demam dan nyeri dada, segera konsultasikan kondisinya ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.
Pemeriksaan dan penanganan akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya mungkin berbeda antara satu lokasi dan lainnya. Dokter pun akan menyesuaikan prosedur pemeriksaan dan perawatan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.
Untuk memudahkan prosedur konsultasi, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk membuat janji temu dengan dokter terkait hingga mengecek hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh MySiloam dan gunakan fitur-fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda sekarang.
Sumber
National Library of Medicine. Pediatric Myocarditis. Diakses pada 2025 | Cincinnati Children’s. Myocarditis in Children. Diakses pada 2025 | Mount Sinai. Myocarditis - Pediatric. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






