Jangan Salah Paham, ini Beda Hipertensi & Hipertensi Pulmonal
Kesehatan Tubuh

Jangan Salah Paham, ini Beda Hipertensi & Hipertensi Pulmonal

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
Perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal

 

Meskipun istilahnya terkesan mirip, hipertensi dan hipertensi pulmonal adalah dua kondisi yang berbeda, baik dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Mengetahui perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal penting untuk mengenali tanda-tandanya dan mendapatkan penanganan yang tepat. Simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Perbedaan Hipertensi dan Hipertensi Pulmonal

 

Perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal dapat dilihat dari berbagai aspek, organ yang terdampak hipertensi, penyebab, diagnosis, dan pengobatannya. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Lokasi Terjadinya Hipertensi

 

Perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal yang pertama dapat dilihat dari lokasi terjadinya. Hipertensi adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi arteri di seluruh tubuh. Pada kondisi hipertensi, kekuatan/tekanan darah saat melewati dinding arteri terlalu tinggi. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Hipertensi dapat melibatkan sistem pembuluh darah sistemik mana pun di seluruh tubuh.

 

Sementara itu, hipertensi pulmonal adalah tekanan darah tinggi di arteri pulmonalis. Arteri ini membawa darah dari seluruh tubuh yang sedikit oksigen dan penuh karbondioksida untuk dibawa ke paru-paru untuk ditukar dengan darah kaya oksigen untuk dialirkan lagi ke seluruh tubuh.

 

Jika terjadi hipertensi pulmonal, tekanan darah pada arteri di paru meningkat, membuat arteri menyempit sehingga aliran darah ke paru akan berkurang dan menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah.

 

2. Penyebab

 

Perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal juga bisa dilihat dari penyebab yang mendasarinya. Hipertensi sendiri disebabkan oleh berbagai faktor. Berdasarkan, penyebabnya, hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Hipertensi primer: Jenis hipertensi ini merupakan jenis hipertensi yang paling banyak terjadi. Pada hipertensi primer, belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Namun, aterosklerosis atau penumpukan plak disebut-sebut sebagai salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko hipertensi primer.

  • Hipertensi sekunder: Jenis hipertensi yang timbul karena adanya penyebab yang mendasarinya. Obat-obatan dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan hipertensi sekunder, di antaranya:

 

Di sisi lain, berdasarkan penyebabnya, hipertensi pulmonal terbagi menjadi 5 kelompok. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Kelompok 1: Pulmonary arterial hypertension (PAH). Kondisi ini disebabkan oleh:

    • Tidak diketahui penyebabnya (idiopatik).

    • Mutasi (perubaha) gen yang diturunkan melalui keluarga.

    • Penggunaan obat-obatan terlarang.

    • Penyakit jantung bawaan.

    • Kondisi kesehatan lainnya, seperti skleroderma, lupus, dan penyakit hati kronis.

  • Kelompok 2: Hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyakit jantung sisi kiri. Ini merupakan jenis hipertensi pulmonal yang paling umum. Beberapa penyakit jantung sisi kiri tersebut, di antaranya:

    • Gagal jantung kiri.

    • Penyakit jantung kiri, seperti penyakit katup mitral (stenosis atau regurgitasi mitral) atau katup aorta.

  • Kelompok 3: Hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyakit paru-paru, seperti:

  • Kelompok 4: Hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyumbatan di arteri paru-paru. Kondisi ini meliputi:

    • Emboli paru, yaitu adanya penyumbatan oleh zat asing, misalnya gumpalan darah, gelembung udara, atau gumpalan kolesterol.

    • Tumor yang menyumbat arteri paru-paru.

  • Kelompok 5: Hipertensi pulmonal yang dipicu oleh kondisi kesehatan lain, di antaranya:

    • Kelainan darah, termasuk polisitemia vera (kondisi ketika jumlah sel darah merah yang diproduksi oleh sumsum tulang terlalu banyak) dan trombositemia esensial (neoplasma mieloproliferatif kronis yang ditandai dengan peningkatan jumlah trombosit dalam darah).

    • Kelainan inflamasi, seperti sarkoidosis.

    • Kelainan metabolisme.

    • Penyakit ginjal.

    • Penyakit tiroid.

 

3. Diagnosis

 

Perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal berikutnya bisa dilihat dari proses diagnosisnya. Pada dasarnya, sebelum menegakkan diagnosis hipertensi maupun hipertensi pulmonal, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien.

 

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mengevaluasi tubuh pasien dari ujung kepala hingga ujung kaki (head to toe), serta melakukan pemeriksaan menggunakan stetoskop untuk mengevaluasi jantung, paru, pembuluh darah, dan sistem pencernaan. Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya juga meminta pasien menjalani tes penunjang.

 

Namun, pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk menegakkan diagnosis hipertensi dan hipertensi pulmonal berbeda. Diagnosis hipertensi biasanya cukup melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Sementara itu, pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk mengukur tekanan darah di paru-paru dan menegakkan diagnosis hipertensi pulmonal adalah:

 

  • Kateterisasi jantung kanan.

  • Ekokardiogram Doppler.

 

4. Pengobatan

 

Perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal selanjutnya terletak pada pengobatannya. Terdapat berbagai langkah yang bisa dilakukan untuk mengendalikannya. Langkah utama dalam mengendalikan hipertensi adalah menerapkan gaya hidup sehat, seperti:

 

  • Menerapkan pola makan sehat rendah garam dan lemak.

  • Menjaga berat badan yang sehat.

  • Membatasi alkohol.

  • Menghentikan kebiasaan merokok.

  • Mengelola stres.

  • Olahraga secara rutin.

 

Sementara itu, pengobatan untuk hipertensi pulmonal tergantung pada jenis yang diderita pasien. Misalnya, apabila disebabkan oleh penyakit jantung sisi kiri, mengobati kondisi ini dapat menyembuhkan hipertensi pulmonal. Hipertensi pulmonal yang disebabkan oleh penyakit langka biasanya lebih sulit disembuhkan. Kendati demikian, telah tersedia terapi dan obat-obatan yang bisa membantu mengendalikan gejalanya.

 

Itulah penjelasan mengenai perbedaan hipertensi dan hipertensi pulmonal yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.

 

Apabila Anda atau kerabat Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada hipertensi, seperti sakit kepala, sesak napas, dan nyeri di bagian dada, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Mayo Clinic. High blood pressure (hypertension). Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Pulmonary hypertension. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Pulmonary Hypertension (PH). Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. What’s the Difference Between High Blood Pressure and Pulmonary Hypertension?. Diakses pada 2024 | Health Central. What’s the Difference Between High Blood Pressure and Pulmonary Hypertension?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail