Kesehatan Tubuh
Penyakit Jantung Bawaan Sianotik & Asianotik: Mana yang Lebih Berbahaya?

Table of Contents
Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur atau fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir atau berkembang sejak janin masih berada di dalam kandungan. Penyakit jantung bawaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu sianotik dan asianotik. Pengelompokan ini berdasarkan pada gejala serta dampak terhadap kadar oksigen dalam darah. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik di bawah ini.
Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan Sianotik dan Asianotik
Secara umum, penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik dapat dikelompokkan berdasarkan dampak terhadap kadar oksigen dalam darah. Namun, perbedaan keduanya juga bisa dilihat dari definisi, tipe, gejala, hingga pengobatan. Berikut uraian selengkapnya tentang perbedaan penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik.
1. Definisi
Penyakit jantung bawaan sianotik adalah kelainan jantung bawaan yang bisa memengaruhi jumlah oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya kadar oksigen di dalam darah. Penyakit jantung bawaan sianotik disebut juga sebagai penyakit jantung bawaan kritis atau critical congenital heart disease (CCHD).
Pada kondisi normal, darah yang kaya oksigen akan mengalir dari paru-paru ke sisi kiri jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Namun, pada penyakit jantung bawaan sianotik, pembuluh darah atau ruang jantung mengalami kelainan (defek) yang menyebabkan perubahan aliran darah sehingga darah kaya oksigen bercampur dengan darah rendah oksigen. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen.
Sementara itu, penyakit jantung bawaan asianotik adalah kelainan jantung sejak lahir yang tidak memengaruhi jumlah oksigen yang disalurkan ke seluruh tubuh. Pada kondisi ini, darah mengandung cukup oksigen, tetapi dipompa ke seluruh tubuh secara tidak normal. Meskipun pada awalnya tidak menimbulkan masalah, namun penyakit ini dapat menimbulkan masalah seiring berjalannya waktu.
Aliran darah yang tidak normal tersebut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah karena jantung harus memompa lebih keras untuk mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini juga dapat mengembangkan hipertensi pulmonal (peningkatan tekanan darah di paru-paru). Semua kondisi ini dapat melemahkan jantung dan pada akhirnya mengakibatkan gagal jantung.
2. Tipe
Perbedaan penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik berikutnya bisa dilihat dari tipenya. Penyakit jantung bawaan sianotik dibagi menjadi tiga tipe utama berdasarkan bagian jantung yang terdampak. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Left heart obstructive lesions: Kelainan jantung bawaan yang memengaruhi sisi kiri jantung sehingga dapat mengurangi aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan sebaliknya (sirkulasi sistemik). Beberapa jenis left heart obstructive lesions adalah sebagai berikut:
-
Hypoplastic left heart syndrome (HLHS): Kondisi ini terjadi ketika struktur sisi kiri jantung tidak berkembang dengan normal yang ditandai dengan bagian kiri jantung terlalu kecil sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh secara optimal.
-
Interrupted aortic arch: Kondisi ketika lengkungan aorta tidak terbentuk secara sempurna atau terputus. Aorta merupakan pembuluh arteri besar yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.
-
Right heart obstructive lesions: Kelainan jantung bawaan yang memengaruhi sisi kanan jantung. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah antara jantung dan paru-paru (sirkulasi pulmonal). Beberapa kondisi yang termasuk dalam right heart obstructive lesions adalah:
-
Atresia trikuspid: Kondisi saat katup trikuspid yang berada di antara atrium kanan dan ventrikel kanan jantung tidak terbentuk dengan sempurna.
-
Atresia pulmonal: Kondisi ketika katup pulmonal yang berada di antara ventrikel kanan dan pembuluh darah arteri pulmonalis tidak berkembang dengan baik. Akibatnya, darah tidak bisa mengalir ke paru-paru untuk melakukan pertukaran gas.
-
Tetralogy of Fallot: Kelainan jantung bawaan yang melibatkan empat kelainan pada jantung, di antaranya:
-
Stenosis katup pulmonal (penyempitan katup paru).
-
Ventricular septal defect (defek pada septum ventrikel yang memisahkan ventrikel kiri dan kanan).
-
Overriding aorta (pergeseran posisi aorta ke kanan dan terletak tepat di atas defek septum ventrikel).
-
Hipertrofi (penebalan) ventrikel kanan (terjadi karena organ jantung bekerja terlalu keras dalam memompa darah).
-
Mixing lesions: Kelainan jantung bawaan yang menyebabkan bercampurnya sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik. Kondisi ini mencakup:
-
Transposition of great arteries: Posisi dua pembuluh darah arteri utama yang meninggalkan jantung (pembuluh darah aorta dan arteri pulmonalis) terbalik.
-
Total anomalous pulmonary venous return (TAPVR): Kondisi ketika darah kaya oksigen dari paru-paru tidak mengalir secara normal ke sisi kiri jantung, melainkan mengalir ke sisi kanan jantung.
-
Truncus arteriosus: Hanya ada satu pembuluh darah arteri utama di dalam tubuh yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh dan paru-paru, padahal normalnya seharusnya ada dua pembuluh darah arteri yang terpisah.
Di sisi lain, beberapa kondisi yang termasuk dalam jenis penyakit jantung bawaan asianotik adalah sebagai berikut:
-
Bicuspid aortic valve.
-
Atrioventricular septal defect.
-
Stenosis pulmonal.
3. Gejala
Gejala penyakit jantung bawaan sianotik biasanya muncul pada beberapa minggu pertama sejak dilahirkan, namun cenderung tidak terlihat dengan jelas hingga masa kanak-kanak. Tanda dan gejala tersebut meliputi:
-
Kulit kebiruan atau ungu (sianosis).
-
Napas cepat (takipnea).
-
Penumpukan cairan di paru-paru (edema paru).
-
Berkeringat atau menangis saat menyusu.
-
Tidak tenang dan lesu.
-
Penambahan berat badan yang lebih lambat.
-
Kesulitan bernapas saat olahraga pada anak yang sudah berusia lebih besar.
-
Denyut nadi lemah.
Perbedaan penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik jika dilihat dari gejala utamanya terletak pada perubahan warna kulit. Penyakit jantung bawaan sianotik dapat menyebabkan kulit menjadi kebiruan (sianosis), sedangkan pada penyakit jantung bawaan asianotik tidak terjadi. Namun, pada penyakit jantung bawaan asianotik, penderita berisiko mengalami hipertensi karena jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung bawaan asianotik juga dapat menyebabkan hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi di paru-paru) dan bisa berujung pada gagal jantung. Semua kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa:
-
Sesak napas.
-
Pusing.
-
Kelelahan.
-
Pingsan.
4. Pengobatan
Perbedaan penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik juga dapat dilihat dari pengobatannya. Adapun pilihan pengobatan untuk kelainan jantung bawaan sianotik adalah sebagai berikut:
-
Terapi oksigen.
-
Prostaglandin E1 untuk merelaksasi otot polos jantung dan dapat membuka duktus arteriosus.
-
Operasi untuk memperbaiki defek (cacat) atau mengalihkan aliran darah.
Sementara itu, penyakit jantung bawaan asianotik terkadang bisa pulih dengan sendirinya selama masa kanak-kanak. Namun pada beberapa kasus, kondisi ini tetap ada hingga dewasa, walaupun biasanya tidak memerlukan penanganan dan dapat terus diobservasi secara rutin. Bila penyakit jantung bawaan asianotik telah menimbulkan gejala, maka penderita mungkin memerlukan penanganan segera. Pilihan penanganan yang bisa dilakukan adalah:
-
Prosedur kateter.
-
Obat-obatan untuk membantu jantung bekerja lebih efisien atau untuk mengendalikan tekanan darah.
-
Pembedahan untuk memperbaiki defek (cacat).
Demikian penjelasan mengenai perbedaan penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik yang perlu Anda ketahui. Namun, penting untuk dipahami bahwa informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari dokter secara langsung.
Apabila anak mengalami sejumlah gejala, seperti kenaikan berat badan yang lambat, sesak napas, rewel saat menyusu, hingga kulit berwarna kebiruan, jangan ragu untuk segera mengunjungi Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Penting pula untuk dicatat bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Cyanotic Heart Disease. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Acyanotic Heart Disease. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Cyanotic Heart Disease. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






