7 Sumber Protein Nabati untuk MPASI, Bagus untuk Perkuat Imun Si Kecil
Ibu dan Anak

7 Sumber Protein Nabati untuk MPASI, Bagus untuk Perkuat Imun Si Kecil

19 Agustus 2025 4 menit waktu baca
beberapa pilihan sumber protein nabati untuk mpasi

 

Manfaat protein nabati untuk bayi tidak hanya sebagai sumber energi saja, melainkan juga untuk mendukung pembentukan tulang, otot, serta kekebalan tubuh bayi. Maka dari itu, orang tua sebaiknya menyertakan berbagai sumber protein nabati untuk MPASI si kecil, seperti buah alpukat, tahu, dan tempe.

 

Perlu diketahui, kebutuhan protein bayi usia 7–12 bulan adalah sebanyak 11 gram per hari. Dengan memenuhi kebutuhan harian tersebut, maka proses tumbuh kembang si kecil pun akan semakin optimal. Mari ketahui apa saja sumber protein nabati untuk MPASI dalam artikel berikut.

 

Sumber Protein Nabati untuk MPASI Bayi

 

Dalam memenuhi kebutuhan protein si kecil, sebagian orang tua hanya mengandalkan sumber protein hewani untuk MPASI (makanan pendamping ASI). Padahal, protein nabati juga tak kalah penting dalam menunjang proses tumbuh kembang anak. Protein nabati adalah jenis protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

 

Ada berbagai pilihan sumber protein nabati untuk MPASI yang dapat ibu sesuaikan dengan kesukaan si kecil, di antaranya sebagai berikut:

 

1. Selai Kacang

 

Rekomendasi sumber protein nabati untuk MPASI yang pertama adalah selai kacang. Pasalnya, makanan ini diperkaya dengan kandungan protein. Perlu diketahui bahwa dalam satu sendok makan (sdm) selai kacang mengandung kurang lebih 4 gram protein. Jika ingin memberikan selai kacang pada si kecil, pilihlah tekstur selai yang lembut dan agak encer.

 

Pemilihan tekstur ini akan membantu anak lebih mudah dalam menelan dan mencegah risiko anak tersedak. Meski begitu, orang tua perlu berhati-hati dalam memberikan selai kacang kepada si kecil. Sebaiknya, ibu memberikan si kecil satu sendok teh selai kacang terlebih dahulu untuk melihat ada atau tidaknya reaksi alergi yang ditimbulkan.

 

Apabila anak menunjukkan reaksi alergi berupa kulit gatal-gatal, ruam pada kulit, pembengkakan tenggorokan sehingga sulit menelan, muntah, diare, sesak napas, jantung berdebar, bersin, pilek, atau bahkan hingga terjadi syok setelah mengonsumsi selai kacang, segera hentikan pemberian selai kacang dalam menu MPASI dan pergi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

2. Kacang Merah

 

Pilihan sumber protein nabati untuk MPASI bayi berikutnya adalah kacang merah. Selain kaya akan protein, kacang merah juga merupakan makanan rendah lemak yang diperkaya dengan fosfor, zat besi, dan kalium yang dapat membantu proses tumbuh kembang anak.

 

Mengingat bahwa tekstur MPASI harus lembut, maka ibu bisa memberikan kacang merah dengan cara direbus terlebih dahulu, baru kemudian dihaluskan. Hindari memberikan si kecil kacang merah secara berlebihan untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan, seperti diare atau menumpuknya gas dalam perut.

 

3. Buah Alpukat

 

Ibu juga bisa mendapatkan sumber protein nabati untuk MPASI si kecil dari buah alpukat. Pasalnya, dalam 1 porsi (50 gram) puree alpukat mengandung sekitar 1 gram protein. Meski kandungannya tampak tidak begitu tinggi, namun tidak ada salahnya memberikan puree alpukat sebagai camilan sehat untuk menambah protein si kecil.

 

Selain memiliki rasa yang cenderung disukai oleh bayi, alpukat juga memiliki tekstur yang lembut. Bahkan bukan hanya kandungan proteinnya saja, alpukat juga mengandung sumber nutrisi lain, seperti folat, serat, dan lemak baik. Berkat berbagai kandungannya tersebut, alpukat sering kali dimanfaatkan sebagai asupan untuk mendukung kesehatan sistem pencernaan dan perkembangan otak anak.

 

4. Tahu dan Tempe

 

Tahu dan tempe adalah jenis makanan yang berasal dari kedelai sehingga disebut sebagai salah satu sumber protein nabati. Pasalnya, pada 50 gram tahu mengandung sekitar 4 gram protein. Sementara itu, pada 25 gram tempe memiliki kandungan protein sebesar 4,5 gram.

 

Selain kandungan protein, tahu dan tempe juga diperkaya dengan kandungan nutrisi lainnya, seperti mangan, kalsium, serta serat. Kandungan bakteri baik dalam tempe pun juga diketahui dapat membantu melancarkan sistem pencernaan si kecil. Namun, ibu perlu berhati-hati saat memberikan tempe maupun tahu. Pasalnya, olahan kedelai ini bisa saja memicu reaksi alergi pada di kecil. Kemudian, perlu diperhatikan juga bahwa tempe memiliki tekstur yang lebih kasar daripada tahu.

 

5. Jagung

 

Rekomendasi sumber protein nabati untuk MPASI berikutnya adalah jagung. Asupan ini tidak hanya bisa membantu memenuhi kebutuhan protein harian anak, tetapi juga dapat meningkatkan kekuatan otot rahang. Manfaat ini bisa diperoleh apabila si kecil sudah bisa mengunyah jagung. Di samping kandungan protein, jagung juga menawarkan berbagai kandungan nutrisi lainnya yang bermanfaat bagi tubuh, seperti magnesium, kalium, folat, zat besi, serta vitamin A, C, dan E.

 

6. Jamur

 

Tidak banyak yang tahu bahwa jamur pun termasuk ke dalam salah satu sumber protein nabati untuk MPASI si kecil. Selain kaya akan protein, jamur juga mengandung kalium, antioksidan, beta glucan, dan vitamin B yang dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh dan menjaga kesehatan sistem pencernaan. Untuk cara pemberiannya sendiri, ibu bisa mencoba menambahkan jamur ke dalam masakan bubur si kecil.

 

7. Kacang Hijau

 

Kacang hijau masuk ke dalam daftar sumber protein nabati untuk MPASI karena mengandung magnesium, mangan, vitamin B, tembaga, kalium, zat besi, dan secara khusus protein. Pasalnya, dalam 2 sdm kacang hijau, terkandung sebanyak 3 gram protein.

 

Ibu bisa mengolah kacang hijau sebagai menu MPASI dengan cara merebusnya hingga empuk, setidaknya selama 20–30 menit. Setelahnya, haluskan kacang hijau yang sudah direbus tersebut dengan blender agar teksturnya halus dan mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi.

 

Itulah informasi mengenai beberapa sumber protein nabati untuk MPASI yang bisa ibu berikan pada si kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai menu sehat pendukung imunitas anak.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai kemudahan akses, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail