Apa itu Ileus? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Ileus? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

19 Mei 2025 5 menit waktu baca
ileus adalah

Ileus adalah kondisi medis yang terjadi ketika pergerakan saluran pencernaan mengalami penurunan sehingga tidak bisa mendorong makanan dan zat sisa pencernaan keluar dari tubuh. Kondisi ini biasanya berlangsung dalam jangka waktu pendek, yaitu sekitar 1–3 hari. Meski begitu, penting untuk tetap mewaspadai ileus agar tidak menyebabkan berbagai gangguan pencernaan. Mari simak informasi lengkap mengenai ileus melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Ileus?

 

Ileus, yang juga dikenal sebagai ileus paralitik atau ileus fungsional, adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya penurunan atau penghentian pergerakan saluran pencernaan, yang bisa menyebabkan penumpukan dan penyumbatan pada saluran pencernaan.

 

Dalam kondisi normal, otot polos saluran pencernaan akan berkontraksi untuk menghasilkan gerakan peristaltik guna mendorong makanan dari kerongkongan menuju usus besar. Ileus bisa terjadi di berbagai bagian dari saluran pencernaan, seperti kerongkongan, lambung, usus halus, dan usus besar.

 

Ileus paralitik adalah kondisi yang berbeda dengan ileus mekanik. Ileus paralitik pada dasarnya terjadi akibat penurunan pergerakan peristaltik pada saluran pencernaan yang membuatnya tidak bisa mendorong makanan dengan baik, sehingga bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan pada usus. Karena hal tersebut, ileus paralitik kerap disebut sebagai obstruksi usus nonmekanik.

 

Sementara itu, obstruksi usus mekanik (ileus mekanik) merupakan penyumbatan yang terjadi karena adanya benda fisik atau suatu massa yang menutup atau menyumbat saluran pencernaan, seperti tumor, benda asing yang tidak sengaja tertelan, batu empedu, feses yang mengeras, dan lain sebagainya. Obstruksi juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, di antaranya hernia, volvulus (usus terpuntir), serta intususepsi (usus terlipat dan menyusup ke bagian usus lainnya).

 

Penyebab Ileus

 

Pada dasarnya, gerak peristaltik pada saluran pencernaan dikontrol oleh sel saraf dan serat otot polos di bagian tubuh tersebut. Karena itu, kerusakan pada sel saraf dan serat otot polos di saluran pencernaan bisa menyebabkan ileus.

 

Berdasarkan penyebab yang mendasarinya, ileus dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Postoperative ileus: Jenis ileus yang paling umum terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh efek samping operasi di area perut. 

  • Ileus paralitik: Jenis ileus yang terjadi ketika dinding usus menjadi lumpuh dan tidak bisa mendorong makanan sama sekali. Ileus paralitik dapat terjadi ketika ada kondisi yang memicu sinyal otot atau saraf saluran pencernaan untuk berhenti bekerja. Beberapa kondisi yang diduga bisa menyebabkan terjadinya ileus paralitik adalah pembedahan, infeksi, ketidakseimbangan elektrolit, atau perubahan metabolisme tubuh.

  • Ileus mekonium: Jenis ileus yang terjadi karena mekonium (feses pertama yang dikeluarkan oleh bayi setelah ia lahir) bertekstur kental dan lengket, sehingga bisa menyumbat usus. Kondisi ini lebih berisiko dialami oleh bayi yang menderita cystic fibrosis. Secara umum, ileus mekonium dapat menyebabkan penyumbatan usus secara fisik (obstruksi usus mekanis).

  • Gallstone ileus: Serupa dengan ileus mekonium, gallstone ileus termasuk sebagai obstruksi fisik karena adanya penyumbatan pada saluran pencernaan oleh batu empedu. Kondisi ini biasanya muncul sebagai komplikasi dari penyakit batu empedu, namun cenderung jarang terjadi.

 

Di samping itu, sejumlah faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami ileus adalah sebagai berikut:

 

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti hydromorphone, morphine, oxycodone, antidepresan trisiklik, antikolinergik, dan fenotiazin. 

  • Menderita gangguan kesehatan tertentu, seperti hipokalemia, gagal ginjal, serangan jantung, divertikulitis, hipotiroidisme, diabetes, radang usus buntu, dan kanker usus halus.

  • Trauma atau cedera pada pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke area perut.

  • Menderita penyakit yang bersifat progresif, seperti penyakit Parkinson atau penyakit Crohn.

  • Faktor usia. Seseorang lebih berisiko mengalami ileus seiring dengan bertambahnya usia.

  • Efek samping terapi radiasi di area perut.

  • Menderita obesitas.

 

Gejala Ileus

 

Pada dasarnya, ileus dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman di area perut. Gejala tersebut umumnya berlangsung selama 24–72 jam. Di samping itu, terdapat beberapa gejala yang kerap dikeluhkan oleh penderita ileus. Beberapa gejala tersebut, di antaranya:

 

  • Kram perut.

  • Nafsu makan menurun.

  • Sensasi begah dan penuh pada perut.

  • Sembelit.

  • BAB cair.

  • Kesulitan untuk buang gas (kentut).

  • Perut membengkak.

  • Mual dan muntah.

  • Dehidrasi.

 

Diagnosis Ileus

 

Langkah pertama yang dilakukan dokter dalam mendiagnosis ileus adalah melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang keluhan, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi gejala-gejala dan tanda ileus yang muncul.

 

Dokter juga dapat menggunakan stetoskop untuk mendengar suara pergerakan usus dari perut. Apabila tidak terdengar suara dari perut, hal tersebut bisa menjadi indikasi ileus. Di samping itu, beberapa tes tambahan yang kerap digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis ileus adalah:

 

  • Tes darah untuk mengukur kadar elektrolit dalam tubuh dan menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lain.

  • Tes pencitraan, seperti CT scan, sinar-X, MRI, USG, dan lain sebagainya.

  • Barium enema. Melalui prosedur ini, dokter dapat memasukkan barium ke dalam kolon (usus besar) melalui anus (tindakan enema). Setelah itu, dokter akan menggunakan teknologi sinar-X untuk memeriksa kelainan pada usus besar yang telah dilalui cairan barium.

  • Upper GI series. Tindakan ini dilakukan dengan mengarahkan pasien untuk meminum cairan yang mengandung barium. Setelah itu, dokter akan menggunakan sinar-X untuk memeriksa kelainan pada saluran pencernaan bagian atas yang telah dilalui cairan barium.



Pengobatan Ileus

 

Pengobatan ileus pada dasarnya akan disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Dalam beberapa kasus, ileus bisa membaik dengan sendirinya sehingga tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Namun, jika menimbulkan gejala yang cukup parah, dokter dapat menangani ileus melalui beberapa metode berikut ini:

 

  • Mengistirahatkan usus dengan menyarankan pasien untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman selama 24–72 jam ke depan.

  • Mengganti jenis dan dosis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, terutama jika ileus disebabkan oleh efek samping obat.

  • Pemberian cairan infus untuk membantu menyeimbangkan kadar elektrolit dalam tubuh.

  • Pemberian prokinetik, yaitu obat yang dapat membantu mengembalikan pergerakan normal usus.

  • Dekompresi nasogastrik atau suction untuk mengeluarkan gas dan cairan yang menumpuk dalam saluran pencernaan.

  • Stimulasi listrik untuk memicu pergerakan usus.

  • Tindakan operasi, terutama jika ileus tidak kunjung membaik dengan metode pengobatan lainnya. Beberapa tindakan operasi yang bisa dilakukan untuk menangani ileus adalah:

    • Pemasangan stent, yaitu tabung khusus yang memungkinkan saluran usus tetap terbuka dan mencegah terjadinya sumbatan kembali.

    • Resection, dilakukan dengan mengangkat bagian usus yang terdampak.

    • Ostomi, yaitu prosedur operasi yang dilakukan dengan membuat lubang pada dinding perut untuk dijadikan sebagai jalur pembuangan kotoran dan zat sisa pencernaan.

 

Komplikasi Ileus

 

Ileus adalah kondisi yang perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya, jika tidak segera ditangani dengan tepat, ileus berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti perforasi pada dinding usus, nekrosis (kematian jaringan), serta peritonitis (infeksi pada rongga perut).

 

Agar terhindar dari risiko komplikasi tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada ileus. Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan beragam paket Cek Laboratorium yang dapat Anda pesan sesuai kebutuhan, berdasarkan rekomendasi dokter. Praktis, Anda dapat memesan paket Cek Laboratorium melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. 

 

Digital Booking Laboratorium

 

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail